Archives

  • Siaran Pers 4 Agustus 2010 – Makassar

    August 10, 2010

    SIARAN PERS

    Media di Indonesia Berpotensi Ciptakan
    Karya Jurnalisme Investigasi Berkualitas
    AAS Akhiri Rangkaian Workshop “Penulisan Jurnalisme Investigatif” di Makassar

    Makasar, 4 Agustus 2010 – Hari ini, media dan jurnalis, khususnya media cetak dan online, di Makassar mendapat kesempatan untuk memperoleh workshop “Penulisan Jurnalisme Investigatif” yang diselenggarakan oleh Anugerah Adiwarta Sampoerna. Workshop ini sekaligus menutup serangkaian workshop yang telah sukses dilaksanakan di 4 kota sebelumnya, yaitu Medan, Padang, Jogjakarta, dan Bandung. Workshop kali ini menghadirkan pembicara mantan wartawan senior Indonesia dan juga mantan ketua Dewan Pers, Atmakusumah Astraatmaja, didampingi oleh Hendri Firzani dari Majalah Gatra, pemenang Kategori Liputan Kemanusiaan bidang Olahraga AAS 2009 dan Kategori Reportase Investigatif bidang Hukum AAS 2008.

    “Walaupun kebebasan pers sudah berlaku secara luas di Indonesia, tapi peliputan penyelidikan atau investigatif masih sangat kurang selama dasawarsa terakhir. Hal ini disebabkan oleh mahalnya biaya operasional peliputan penyelidikan atau investigatif, masih kurangnya wartawan yang menguasai liku-liku peliputan investigatif, dan juga masih sulitnya mendapatkan informasi penting yang disembunyikan oleh nara sumber, baik aktor negara maupun swasta,” demikian ujar Atmakusumah Astraatmaja, pembicara dalam workshop kali ini yang sekaligus merupakan Juri Final Jurnalistik AAS.

    “Sebagai sebuah ajang penghargaan, Anugerah Adiwarta Sampoerna mampu memotivasi para wartawan untuk membuat laporan investigatif yang baik. Dan saya setuju sekali dengan diadakannya kegiatan workshop ini karena sebuah ajang penghargaan saja tidaklah cukup tanpa didukung oleh kegiatan pelatihan yang akan menunjang wartawan untuk membuat peliputan investigatif menjadi lebih baik lagi,” tambah Atmakusumah.

    Jurnalisme investigasi adalah sebuah karya jurnalistik yang bertujuan untuk memberi informasi mendalam kepada publik melalui rincian fakta dan analisa terhadap suatu fenomena atau kejadian. Tulisan itu dibuat berdasarkan upaya investigasi mendalam dengan melibatkan berbagai sumber informasi yang tak jarang membahayakan nyawa jurnalis yang bersangkutan.

    Jurnalisme investigasi sempat mengalami masa kejayaan di tanah air. Namun, seiring dengan berkembangnya jaman, jumlah karya jurnalisme investigasi di media semakin berkurang, antara lain karena kurangnya pemahaman akan pembuatan karya jurnalistik investigasi tersebut maupun kemungkinan adanya tindakan represif terhadap media yang menulis karya bersifat investigatif.

    “Menurunnya antusiasme penulisan jurnalisme investigatif ini patut disayangkan, apalagi bila ditilik dari betapa besarnya perhatian masyarakat akan dinamika negeri ini serta betapa besarnya potensi media di Indonesia sebagai penggerak pembangunan,” ujar Meta Rostiawati, External Relations Manager PT HM Sampoerna Tbk.

    Meta melanjutkan, “Kami sangat bangga bahwa serangkaian kegiatan workshop yang baru pertama kalinya diadakan oleh AAS sebagai bentuk kepedulian terhadap pertumbuhan karya jurnalistik investigasi berkualitas di tanah air, mampu menarik antusiasme jurnalis yang sangat besar. Hal tersebut terbukti dari banyaknya jurnalis yang hadir di masing-masing kota dan sebagian besar dari peserta mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan baru bagi mereka.”

    Selain pelaksanaan workshop, AAS juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi jurnalis untuk mengirim karya tulis Kategori Investigatif tanpa adanya batasan bidang, seperti pada Kategori Kemanusiaan. Hadiah uang tunai yang diberikan kepada pemenang kategori ini pun juga akan lebih besar ketimbang untuk Kategori Kemanusiaan.

    Pada ajang AAS 2010 yang telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-5, diberikan kesempatan seluas-luasnya bagi jurnalis media cetak dan online untuk mengirim karya tulis Kategori Investigatif tanpa adanya batasan bidang. Hadiah uang tunai yang diberikan kepada pemenang kategori ini pun juga akan lebih besar ketimbang untuk Kategori Kemanusiaan.

    Sampai dengan bulan Juli 2010, AAS juga mencatat beberapa hal penting yaitu adanya kenaikan jumlah karya untuk seluruh kategori sebanyak 80 karya (naik 22%) menjadi 429 karya dari 349 karya di periode yang sama tahun lalu, serta kenaikan jumlah peserta sebanyak 43 jurnalis (naik 31%) menjadi 181 jurnalis dari 138 jurnalis di periode yang sama tahun lalu.

    Dari total 429 karya yang masuk, 160 karya di antaranya masuk dalam Kategori Cetak/Online Liputan Kemanusiaan, 52 karya Kategori Cetak/Online Liputan Investigatif, 194 Kategori Foto Berita, dan 23 karya Kategori Televisi. Keseratus delapan puluh satu jurnalis yang mengirimkan karyanya untuk AAS 2010 tersebut berasal dari 84 media, yang terdiri dari media nasional, lokal dan internasional.

    ***

    Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna

    Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2009 hingga 1 Oktober 2010.

    Mengenai Sampoerna untuk Indonesia

    Sampoerna untuk Indonesia merupakan rangkaian kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai bentuk sumbangsih dan peran serta perusahaan dalam memajukan Bangsa dan masyarakat Indonesia, sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri dan bangsa Indonesia. Kegiatan dan program ”Sampoerna untuk Indonesia” mencakup berbagai bidang antara lain Pendidikan, Pelestarian Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Tanggap Darurat Bencana sekaligus juga penyelenggaraan ajang penghargaan karya jurnalistik ”Anugerah Adiwarta Sampoerna”.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
    PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2010
    Maverick | Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 | (021) 727 898 33 | Fax. (021) 727 898 34 | Email: aas@maverick.co.id | Blog: http://anugerahadiwarta.org/

Comments are closed.