Archives

  • Siaran Pers 30 Juni 2010 – Jogjakarta

    July 28, 2010

    SIARAN PERS

    Media di Indonesia Berpotensi Ciptakan
    Karya Jurnalisme Investigasi Berkualitas
    AAS Gelar Workshop “Penulisan Jurnalisme Investigatif” di lima kota di Indonesia

    Jogjakarta, 30 Juni 2010 – Hari ini, media dan jurnalis di Jogjakarta mendapat kesempatan untuk memperoleh workshop “Penulisan Jurnalisme Investigatif”, setelah kegiatan yang sama sukses diselenggarakan di Medan dan Padang sebelumnya. Workshop ini diselenggarakan oleh Anugerah Adiwarta Sampoerna dengan menghadirkan pembicara mantan wartawan senior Indonesia dan juga mantan ketua Dewan Pers, Atmakusumah Astraatmaja, didampingi oleh Asrori Karni dari Majalah Gatra, pemenang tiga penghargaan sekaligus pada AAS 2009 untuk kategori Liputan Kemanusiaan dan Investigatif bidang Politik dan Hukum.

    “Walaupun kebebasan pers sudah berlaku secara luas di Indonesia, tapi peliputan penyelidikan atau investigatif masih sangat kurang selama dasawarsa terakhir. Hal ini disebabkan oleh mahalnya biaya operasional peliputan penyelidikan atau investigatif, masih kurangnya wartawan yang menguasai liku-liku peliputan investigatif, dan juga masih sulitnya mendapatkan informasi penting yang disembunyikan oleh nara sumber, baik aktor negara maupun swasta,” demikian ujar Atmakusumah Astraatmaja, pembicara dalam workshop kali ini yang sekaligus merupakan Juri Final Jurnalistik AAS.

    “Sebagai sebuah ajang penghargaan, Anugerah Adiwarta Sampoerna mampu memotivasi para wartawan untuk membuat laporan investigatif yang baik. Dan saya setuju sekali dengan diadakannya kegiatan workshop ini karena sebuah ajang penghargaan saja tidaklah cukup tanpa didukung oleh kegiatan pelatihan yang akan menunjang wartawan untuk membuat peliputan investigatif menjadi lebih baik lagi,” tambah Atmakusumah.

    Jurnalisme investigasi adalah sebuah karya jurnalistik yang bertujuan untuk memberi informasi mendalam kepada publik melalui rincian fakta dan analisa terhadap suatu fenomena atau kejadian. Tulisan itu dibuat berdasarkan upaya investigasi mendalam dengan melibatkan berbagai sumber informasi yang tak jarang membahayakan nyawa jurnalis yang bersangkutan.

    Jurnalisme investigasi sempat mengalami masa kejayaan di tanah air. Namun, seiring dengan berkembangnya jaman, jumlah karya jurnalisme investigasi di media semakin berkurang, antara lain karena kurangnya pemahaman akan pembuatan karya jurnalistik investigasi tersebut maupun kemungkinan adanya tindakan represif terhadap media yang menulis karya bersifat investigatif.
    “Menurunnya antusiasme penulisan jurnalisme investigatif ini patut disayangkan, apalagi bila ditilik dari betapa besarnya perhatian masyarakat akan dinamika negeri ini serta betapa besarnya potensi media di Indonesia sebagai penggerak pembangunan,” ujar Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk.

    Beliau melanjutkan, “Oleh karena itu, AAS kini menggelar workshop di lima kota yang khusus menyoroti topik jurnalisme investigatif. Hal ini pertama kalinya kami lakukan sepanjang penyelenggaraan AAS selama lima tahun belakangan sebagai bentuk kepedulian AAS terhadap pertumbuhan karya jurnalistik investigasi berkualitas di tanah air.”

    Workshop di Jogjakarta ini merupakan bagian dari rangkaian workshop penulisan karya cetak dan online “Penulisan Jurnalisme Investigatif” yang akan digelar di lima kota di seluruh Indonesia, yaitu: Medan, Padang, Jogjakarta, Surabaya, dan Makasar.

    Selain pelaksanaan workshop, AAS juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi jurnalis untuk mengirim karya tulis Kategori Investigatif tanpa adanya batasan bidang, seperti pada Kategori Kemanusiaan. Hadiah uang tunai yang diberikan kepada pemenang kategori ini pun juga akan lebih besar ketimbang untuk Kategori Kemanusiaan.

    Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna

    Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2009 hingga 1 Oktober 2010.

    Mengenai Sampoerna untuk Indonesia

    Sampoerna untuk Indonesia merupakan rangkaian kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai bentuk sumbangsih dan peran serta perusahaan dalam memajukan Bangsa dan masyarakat Indonesia, sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri dan bangsa Indonesia. Kegiatan dan program ”Sampoerna untuk Indonesia” mencakup berbagai bidang antara lain Pendidikan, Pelestarian Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Tanggap Darurat Bencana sekaligus juga penyelenggaraan ajang penghargaan karya jurnalistik ”Anugerah Adiwarta Sampoerna”.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
    PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2010
    Maverick | Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 | Tel. (021) 727 898 33 | Fax. (021) 727 898 34 | Email: aas@maverick.co.id | Blog: http://anugerahadiwarta.org/

Comments are closed.