Archives
-
Siaran Pers 13 Desember 2010
December 13, 2010
SIARAN PERS
Pemenang Penghargaan Jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010 Diumumkan
”Budaya Apresiasi Perlu Ditingkatkan Demi Tumbuhnya Karya Berkualitas”
Jakarta, 10 Desember 2010 – Lebih dari 300 undangan hadir pada acara Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2010 yang berlangsung Kamis malam (9/12) bertempat di Ballroom XXI Djakarta Theater. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, sejumlah besar tokoh-tokoh jurnalistik lainnya, seperti Herawati Diah, salah satu jurnalis perempuan pertama tanah air, Aristides Katoppo, tokoh jurnalistik, serta beberapa pemimpin redaksi dari sejumlah media.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh meminta supaya budaya mengapresiasi kinerja positif pada orang-orang yang berprestasi di negara ini terus ditingkatkan. Hal ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya karya-karya berkualitas di tanah air. “Apresiasi itu perlu ditingkatkan supaya pers bisa meningkatkan standar jurnalistiknya. Kalau tidak ada apresiasi orang tidak akan pernah percaya diri meskipun karyanya bagus,” ujar Mohammad Nuh. Hal ini sangat sejalan dengan visi yang dimiliki oleh AAS dari sejak dilaksanakan untuk pertamakalinya tahun 2006. Itulah sebabnya sepanjang penyelenggaraan, AAS senantiasa melakukan beragam perubahan dari tahun ke tahun sebagai bentuk upaya untuk membuat ajang ini semakin berkualitas.
Pentingnya pers yang berkualitas dan berintegritas kembali ditekankan oleh Rocky Gerung, dosen filsafat Universitas Indonesia yang juga juri semi final bidang politik AAS 2010. Dalam orasinya yang bertajuk “Integritas Pers”, Rocky menyatakan bahwa masyarakat menaruh harapan besar pada pers untuk bisa menjalankan kritik membangun dan mewujudkan demokrasi. Krisis kepercayaan masyarakat pada pemerintah dan parlemen masih bisa diambil alih jika pers mampu menunjukkan integritasnya ditengah-tengah tekanan kepentingan bisnis dari media-media itu sendiri.
Banyak hal-hal menarik yang terjadi sepanjang penyelenggaraan acara. Di luar penghargaan AAS 2010, dewan juri AAS 2010 memberikan penghargaan khusus bagi karya foto berita yang mampu memberikan dampak yang begitu kuat kepada masyarakat. Penghargaan khusus tersebut diberikan kepada Agus Susanto, jurnalis dari Harian Kompas untuk karyanya yang menampilkan Gayus sedang menonton pertandingan tenis internasional di Bali.
Kejutan lain juga hadir untuk kategori yang tahun ini mendapat perhatian istimewa dari dewan juri dan pihak penyelenggara AAS 2010 yaitu Liputan Investigatif untuk Kategori Cetak/Online. Muncul sebagai pemenang adalah Arif Gunawan Sulistiyono dari Harian Bisnis Indonesia dengan judul karya “Optima, Skandal yang Terperam”. Nama Arif muncul sebagai pemenang mengalahkan lima finalis lainnya yang justru datang dari media-media yang selama ini terkenal dengan liputan-liputan investigatifnya, yaitu Majalah Gatra dan Tempo.
Hal menarik lainnya terjadi pada kategori Cetak/Online, dimana dua media lokal muncul sebagai penerima penghargaan terbanyak, yaitu Modus Aceh dan Batam Pos, menyaingi posisi Majalah Tempo, yang masing-masing menerima dua penghargaan AAS 2010. Dua jurnalis Modus Aceh menjadi pemenang untuk kategori Cetak/Online Liputan Kemanusiaan, yaitu Rizki Adhar untuk bidang Olahraga dengan judul karya “Syahrial dan Nasib Atlet Berprestasi” dan Suryadi untuk bidang Ekonomi Bisnis dengan judul karya “Mancong dan Inovasi Seorang Mantan Kombatan”. Dua jurnalis Batam Pos juga menjadi pemenang di kategori yang sama, yaitu Muhammad Nur untuk bidang Sosial dengan judul karya “Lingkaran Setan Nasib Buruk TKI” dan Muhammad Iqbal untuk bidang Politik dengan judul karya “Penyalahgunaan Anggaran di Natuna (1&2)”. Sementara itu, dua jurnalis dari Majalah Tempo juga mengantongi dua penghargaan AAS 2010, yaitu Yophiandi Kurniawan untuk bidang Seni Budaya dengan judul karya “Kala Seni dan Nalar Berpadu (Memoar Daoed Joesoef)” dan Anton Aprianto untuk bidang Hukum dengan judul karya “Bukan Sekedar Urusan Setrum”.
Untuk pertama kalinya, tadi malam juga diumumkan penerima AAS 2010 Kategori Foto Berita Terbaik, yaitu foto terbaik dari seluruh pemenang kategori foto berita dan juga foto yang dianggap mewakili peristiwa sepanjang satu tahun. Tahun ini, penghargaan Foto Berita Terbaik diberikan kepada Fanny Octavianus dari LKBN Antara untuk karya foto “Hutan Sumatera”. Penerima penghargaan Foto Terbaik AAS 2010 mendapatkan hadiah trophy dan uang tunai sebesar Rp8 juta. Penghargaan ini sekaligus menjadikan LKBN Antara sebagai media dengan pemenang terbanyak untuk kategori Foto Berita dengan mengantongi 5 penghargaan AAS 2010 di bidang Olahraga (Prasetyo Utomo dengan karya “Suporter Masuk Lapangan”), Sosial (Yudhi Mahatma dengan karya “Penggusuran Makam Mbah Priok”), Ekonomi Bisnis (Prasetyo Utomo dengan karya “Perpisahan Sri Mulyani”), dan Lingkungan serta Foto Berita Terbaik (Fanny Octavianus dengan karya “Hutan Sumatera”).
Tahun ini, media dengan peserta terbanyak adalah Kompas dan Gatra dengan 17 peserta, diikuti oleh Tempo dengan 14 peserta, The Jakarta Post dan LKBN Antara Nasional masing-masing dengan 11 peserta. Sedangkan dari daerah, Modus Aceh merupakan media dengan peserta terbanyak, yaitu 9 peserta, disusul oleh Batam Pos, Jawa Pos, dan Jurnal Nasional masing-masing dengan 7 peserta.
Pemenang AAS 2010 untuk kategori Liputan Kemanusiaan, Foto Berita, dan Televisi masing-masing akan memperoleh trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp18 juta, sedangkan para finalis akan memperoleh sertifikat dan uang tunai sebesar Rp3 juta. Khusus untuk Kategori Liputan Investigatif media cetak dan online yang menjadi penghargaan tertinggi AAS 2010, pemenang akan memperoleh trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp27 juta, sedangkan para finalis akan memperoleh sertifikat dan uang tunai sebesar Rp9 juta.
——————
Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna
Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi tahunan bagi para jurnalis Indonesia. Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2006, ajang ini dipersembahkan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai apresiasi terhadap karya-karya jurnalistik Indonesia, dan diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka.
Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010 memiliki dua kategori, yaitu liputan investigatif dan liputan kemanusiaan, dimana kategori liputan kemanusiaan menggantikan kategori humaniora pada AAS 2008. Meskipun demikian, kategori liputan investigatif dan liputan kemanusiaan ini masih dapat menampung jenis artikel hardnews maupun feature. Kategori televisi di tahun ini pun terbagi menjadi dua bidang, yaitu reportase investigatif dan dokumenter masing-masing untuk stasiun televisi lokal dan nasional.
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2010
Maverick ? Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 ? Tel. (021) 727 898 33 ? Fax. (021) 727 898 34 ?Email: aas@maverick.co.id ?Blog: http://anugerahadiwarta.org/
DAFTAR PEMENANG ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2010
PENGHARGAAN KHUSUS
· Foto Terbaik : Fanny Octavianus – LKBN Antara, Judul Karya : Hutan Sumatera
· Penghargaan Herawati Diah : Astari Yanuarti – Gatra, Judul karya : Perang Musiman Greenpeace – Sinar Mas
KATEGORI CETAK/ONLINE LIPUTAN KEMANUSIAAN
· Bidang Sosial
Muhammad Nur – Batam Pos, Judul karya : Lingkaran Setan Nasib Buruk TKI
· Bidang Hukum
Anton Aprianto – Tempo, Judul karya : Bukan Sekedar Urusan Setrum
· Bidang Politik
Muhammad Iqbal – Batam Pos, Judul karya : Penyalahgunaan Anggaran di Natuna
· Bidang Lingkungan
Heru Pamuji – Gatra, Judul karya : Protes Sang Patih Demi Hutan Adat
· Bidang Seni Budaya
Yophiandi Kurniawan – Tempo, Judul karya : Kala Seni dan Nalar Berpadu (Memoar Daoed Joesoef)
· Bidang Olahraga
Rizki Adhar – Modus Aceh, Judul karya : Syahrial dan Nasib Atlet Berprestasi
· Bidang Ekonomi/Bisnis
Suryadi – Modus Aceh, Judul karya : Mancong dan Inovasi Seorang Mantan Kombatan
KATEGORI CETAK/ONLINE LIPUTAN INVESTIGATIF
Arif Gunawan Sulistiyono – Bisnis Indonesia, Judul karya : Optima, Skandal yang Terperam
KATEGORI FOTO BERITA
· Bidang Sosial
Yudhi Mahatma – LKBN Antara, Judul karya : Penggusuran Makam Mbah Priok
· Bidang Hukum
Wendra Ajistyatama – The Jakarta Post, Judul karya : Blind Justice?
· Bidang Politik
Nurhayati – The Jakarta Post, Judul karya : Family Reunion
· Bidang Lingkungan
Fanny Octavianus – LKBN Antara, Judul karya : Hutan Sumatera
· Bidang Seni Budaya
St. Leo Pujianto Johan Leo – The Jakarta Post, Judul karya : One Last Dance
· Bidang Olahraga
Prasetyo Utomo – LKBN Antara, Judul karya : Suporter Masuk Lapangan
· Bidang Ekonomi/Bisnis
Prasetyo Utomo – LKBN Antara, Judul karya : Perpisahan Sri Mulyani
KATEGORI LIPUTAN TELEVISI
· Bidang : TV Nasional Dokumenter
Asep Gumilar Hidayat – TV One, Judul karya : Kami Butuh Air, Komandan
· Bidang : TV Nasional Investigatif
Anastasia Apricilia Rijkers dan M. Irfan – Metro TV, Judul karya : Ketika Polisi Main Tembak
· Bidang : TV Lokal Dokumenter
Pemenang : Nima Grafina Sirait dan Ari Trismana – Daai TV, Judul karya : Demi Goresan Kapur
· Bidang : TV Lokal Investigatif
Tidak ada pemenang dan finalis.