Archives
-
Siaran Pers 10 Agustus 2010
August 11, 2010
SIARAN PERS
AAS 2010 Catat Peningkatan Signifikan
dalam Karya dan Peserta yang Masuk
Jumlah karya yang masuk meningkat 23% sementara kesertaan meningkat 31%Jakarta, 10 Agustus 2010 – Insan media di Indonesia tampaknya semakin mengakui pentingnya keberadaan serta apresiasi terhadap karya jurnalisme berkualitas. Hal ini tampak dalam peningkatan jumlah karya dan kesertaan yang diterima oleh panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2010 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hingga akhir bulan Juli kemarin, tercatat 429 karya yang telah masuk untuk seluruh kategori, meningkat sebanyak 80 karya (22%) dari total karya yang masuk periode yang sama tahun lalu. Sementara dari sisi jumlah peserta, hingga akhir bulan lalu tercatat sebanyak 181 jurnalis yang mengirimkan karyanya, meningkat sebanyak 43 jurnalis (31%) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total 429 karya yang masuk, 160 karya di antaranya masuk dalam Kategori Cetak/Online Liputan Kemanusiaan, 52 karya Kategori Cetak/Online Liputan Investigatif, 194 Kategori Foto Berita, dan 23 karya Kategori Televisi. Keseratus delapan puluh satu jurnalis yang mengirimkan karyanya untuk AAS 2010 tersebut berasal dari 84 media, yang terdiri dari media nasional, lokal dan internasional.
“Peningkatan ini merupakan kabar yang amat menggembirakan bagi kami. Selain merupakan pengakuan terhadap pentingnya apresiasi terhadap karya jurnalisme berkualitas, hal ini membuktikan bahwa AAS semakin diakui keberadaannya sebagai sebuah ajang penghargaan oleh jurnalis dari seluruh tanah air,” ujar Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk.
Peningkatan jumlah karya dan peserta ini, selain karena AAS telah secara konsisten memberikan penghargaan terhadap karya jurnalisme berkualitas selama lima tahun belakangan, juga ditunjang oleh kegiatan sosialisasi AAS yang telah berlangsung dari awal tahun ini. Hal ini mencakup kunjungan ke berbagai kantor media nasional dan organisasi media serta penyebaran poster dan formulir AAS ke kantor media di seluruh Indonesia.
Niken menegaskan, ”Kami senantiasa berharap peningkatan kuantitas kesertaan ini juga disertai dengan peningkatan kualitas karya jurnalisme Indonesia. Karena itu, AAS juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung seperti diskusi media yang mengundang pemimpin redaksi beberapa media, acara pameran foto pemenang AAS 2006-2009, serta workshop bagi jurnalis cetak, online, dan televisi yang berlangsung di beberapa kota di Indonesia.”
Tokoh jurnalistik senior Indonesia yang juga Juri Final untuk bidang Jurnalistik AAS 2010, Atmakusumah Astraatmadja, mengatakan bahwa setiap penghargaan bagi kegiatan pers dan karya jurnalistik, seperti Anugerah Adiwarta Sampoerna, amat bermanfaat dalam upaya memajukan profesionalisme pers dan meningkatkan mutu karya para wartawan. “Penghargaan seperti ini dari masyarakat mencerminkan hasrat dan semangat publik untuk turut mendorong pengembangan media pers sebagai tempat yang penting bagi penyebaran informasi dan pertukaran pendapat yang beraneka ragam. Ini juga berarti, setidalknya secara tidak langsung, turut mendorong pengembangan demokrasi melalui peredaran informasi dan pendapat secara terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Hamdani, jurnalis Tabloid Modus Aceh yang sudah ikut AAS dari tahun 2009 dan langsung menjadi finalis, menyatakan bahwa motivasinya ikut AAS, selain untuk menambah kepercayaan diri, juga ingin menunjukkan bahwa kualitas jurnalis di daerah pantas disandingkan dengan jurnalis media nasional. “AAS sebagai sebuah ajang lomba jurnalistik yang bergengsi dan keberadaannya mulai diperhitungkan oleh jurnalis di Indonesia karena diselenggarakan dengan sangat profesional merupakan forum yang tepat bagi jurnalis untuk menunjukkan kemampuannya dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas,” ujarnya.
Terkait dengan kegiatan workshop, AAS telah berhasil menggelar untuk pertamakalinya kegiatan workshop bagi jurnalis cetak dan online dengan tema “Pelatihan Jurnalisme Investigatif” di 5 kota, yaitu: Medan, Padang, Jogjakarta, Bandung, dan Makassar. “Kami sangat bangga bahwa serangkaian kegiatan workshop yang baru pertama kalinya diadakan oleh AAS sebagai bentuk kepedulian terhadap pertumbuhan karya jurnalistik investigasi berkualitas di tanah air, mampu menarik antusiasme jurnalis yang sangat besar. Hal tersebut terbukti dari banyaknya jurnalis yang hadir di masing-masing kota dan sebagian besar dari peserta mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan baru bagi mereka,” ujar Niken.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, AAS menyadari bahwa jurnalisme investigasi adalah sebuah karya emas dalam bidang jurnalistik yang mampu menyampaikan informasi secara utuh dan transparan kepada publik, namun pada kenyataaannya, saat ini semakin sedikit ditemukan karya-karya jurnalisme investigasi di media.
Untuk itu, tahun ini, AAS tidak membatasi karya investigasi berdasarkan bidang untuk karya cetak dan online, seperti pada kategori kemanusiaan. Sekaligus juga, secara khusus, AAS meningkatkan jumlah hadiah untuk pemenang kategori investigasi. AAS berharap upaya-upaya ini dapat berhasil mendorong kembali tumbuhnya karya-karya jurnalisme investigasi di media.
Perkembangan menarik lainnya yang terdapat pada tahun kelima penyelenggaraan AAS ini adalah adanya penambahan satu bidang baru untuk Kategori Cetak/Online Liputan Kemanusiaan serta Foto Berita yaitu bidang Lingkungan. Penambahan bidang ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya lingkungan yang baik dan terjaga dari segala bentuk perusakan.Selain penghargaan untuk masing-masing kategori dan bidang, AAS 2010 juga kembali memberikan penghargaan lain, yaitu:
• “Jurnalis Muda Berbakat”, yaitu bagi jurnalis yang ketika karyanya dipublikasikan, usianya tidak lebih dari 25 tahun
• “Anugerah Herawati Diah” bekerjasama dengan Yayasan Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) memberikan penghargaan bagi jurnalis perempuan terbaik.
• Penghargaan lain yang baru ada tahun ini adalah “Foto Terbaik Tahun Ini” diberikan kepada jurnalis dengan karya foto terbaik yang mampu mewakili peristiwa selama satu tahun.“Beragam perubahan baik dari sisi pengkategorian hingga penjurian karya yang dilakukan AAS tiap tahun bertujuan untuk semakin meningkatkan kualitas ajang ini. Oleh sebab itu, kami mengundang rekan-rekan jurnalis yang belum berpartisipasi dalam AAS 2010 untuk mengirimkan karya terbaiknya sebelum penutupan periode terakhir pengumpulan karya pada tanggal 15 Oktober 2010,” ujar Niken.
***
Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna
Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2009 hingga 1 Oktober 2010.Mengenai Sampoerna untuk Indonesia
Sampoerna untuk Indonesia merupakan rangkaian kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai bentuk sumbangsih dan peran serta perusahaan dalam memajukan Bangsa dan masyarakat Indonesia, sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri dan bangsa Indonesia. Kegiatan dan program ”Sampoerna untuk Indonesia” mencakup berbagai bidang antara lain Pendidikan, Pelestarian Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Tanggap Darurat Bencana sekaligus juga penyelenggaraan ajang penghargaan karya jurnalistik ”Anugerah Adiwarta Sampoerna”.Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2010
Maverick | Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 | Tel. (021) 727 898 33 | Fax. (021) 727 898 34 | Email: aas@maverick.co.id | Blog: http://anugerahadiwarta.org/