Archives
-
Siaran Pers 25 November 2010
November 25, 2010
SIARAN PERS
Finalis AAS 2010 Kategori Foto Berita
dan Televisi Diumumkan
Jakarta, 25 November 2010 – Berdasarkan hasil rapat juri kategori Foto Berita dan Televisi Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2010 yang berlangsung di dua hari yang terpisah akhirnya terpilihlah total 31 karya yang lolos menjadi finalis untuk kedua kategori tersebut.
Dari 660 total karya Foto Berita yang masuk AAS 2010, juri kategori Foto Berita yang terdiri dari Oscar Motuloh, Firman Ichsan, dan Ray Bachtiar Drajat telah memilih 22 karya yang layak masuk sebagai finalis, termasuk untuk Foto Terbaik AAS 2010, sebuah penghargaan yang baru pertama kalinya diberikan sepanjang diselenggarakannya AAS. Tahun ini, panitia memberikan penghargaan khusus Foto Terbaik AAS 2010 bagi karya foto yang mampu mewakili peristiwa sepanjang periode satu tahun. “Meski secara teknis peserta tahun ini menghasilkan karya-karya foto yang lebih baik, beberapa peserta kebingungan dalam menentukan bidang apa yang harus mereka ikuti,” ujar Ray Bachtiar Drajat di sela-sela penjurian kategori Foto Berita. Pendapat lain dikemukakan oleh Oscar. “Beberapa hal yang menjadi faktor penilaian adalah teknis penyajian serta konten yang mewakili permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini. Berdasarkan kedua faktor ini terlihat bahwa hasil foto yang masuk pada AAS 2010 lebih variatif dan lebih matang,” ujar Oscar.
Tahun ini, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara menempati urutan pertama untuk media dengan jumlah jurnalis terbanyak sebagai finalis kategori Foto Berita dengan 6 karya, disusul diurutan kedua oleh dua media yang berada dalam kelompok media yang sama, yaitu Kompas dan The Jakarta Post, masing-masing dengan 3 karya.
Kabar menggembirakan juga datang dari Kategori Televisi yang tahun ini mengalami peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun mutu karya. Panitia menerima 71 karya dari stasiun televisi nasional dan 12 karya dari stasiun televisi lokal. Jumlah total 83 karya televisi ini merupakan kenaikan tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. “Lebih dari separuh karya sangat layak mendapat perhatian lebih dari masyarakat,” jelas Arswendo Atmowiloto. “Untuk televisi lokal, meski dari segi teknis, biaya, pengerjaan dan penampilannya kadang-kadang masih mengkhawatirkan, namun ada beberapa karya liputan dokumenter yang luar biasa bagus,” ujar Arswendo.
Dari seluruh karya yang masuk, para juri Kategori Televisi Nasional dan Lokal berhasil memilih 9 karya sebagai finalis, dan meniadakan finalis kategori Liputan Investigatif untuk stasiun televisi lokal. “Kami menghargai semangat para pekerja media stasiun televisi lokal, namun untuk sebuah karya liputan investigatif, banyak kriteria yang masih belum dipenuhi,” demikian ujar Bambang Harymurti, salah seorang anggota dewan juri televisi AAS 2010.
Untuk kategori televisi, tahun ini TV One menempati urutan pertama untuk jumlah karya terbanyak yang masuk sebagai finalis yaitu 3 karya disusul oleh Metro TV dan Daai TV masing-masing dengan 2 karya.
Berbeda dengan penjurian Kategori Foto Berita dan Televisi yang telah berhasil memilih finalis dan pemenang, rapat penjurian untuk Kategori Cetak/Online yang berlangsung hari Rabu (24/11) hingga pukul 20.00 belum dapat menentukan finalis untuk karya-karya Liputan Kemanusiaan dan Investigatif. Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, penjurian Kategori Cetak/Online berlangsung alot di hampir semua bidang. Diskusi panjang berlangsung terutama karena tahun ini kategori Liputan Investigatif tidak dinilai berdasarkan bidang, sehingga juri harus memilih 6 finalis dari seluruh karya yang masuk. “Kami sepakat menunda keputusan pemilihan finalis kategori Liputan Investigatif karena kami perlu memastikan bahwa karya-karya tersebut bukan saja berbobot, namun juga memenuhi kriteria liputan investigatif,” ujar Effendy Gazali, Juri Umum AAS 2010 untuk Bidang Komunikasi.
Panitia AAS 2010 secara resmi mencatat total 1.149 karya jurnalistik hasil pengiriman 357 jurnalis dari 128 media, baik nasional, lokal, maupun internasional. Jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan AAS tahun-tahun sebelumnya. Seperti juga tahun lalu, bidang yang paling banyak diminati adalah Bidang Sosial dengan 270 karya, disusul oleh Bidang Lingkungan yang baru mulai tahun ini dilombakan dengan 183 karya. Untuk tahun ini, Kategori Foto Berita juga tetap menjadi primadona dengan jumlah peserta sebanyak 660 karya.
Nama-nama pemenang akan diumumkan pada acara Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010 yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2010 di Ballroom XXI Djakarta Theater.
——–
Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna
Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2009 hingga 1 Oktober 2010.
Mengenai Sampoerna untuk Indonesia
Sampoerna untuk Indonesia merupakan rangkaian kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai bentuk sumbangsih dan peran serta perusahaan dalam memajukan Bangsa dan masyarakat Indonesia, sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirinya sendiri dan bangsa Indonesia. Kegiatan dan program ”Sampoerna untuk Indonesia” mencakup berbagai bidang antara lain Pendidikan, Pelestarian Lingkungan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Tanggap Darurat Bencana sekaligus juga penyelenggaraan ajang penghargaan karya jurnalistik ”Anugerah Adiwarta Sampoerna”.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2010
Maverick ? Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 ? Tel. (021) 727 898 33 ? Fax. (021) 727 898 34 ?Email: aas@maverick.co.id ?Blog: http://anugerahadiwarta.org/
NAMA-NAMA FINALIS ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2010
KATEGORI FOTO BERITA
Bidang Sosial:
· Priyombodo – Kompas. Judul Karya: “Kami Siap Tempur”
· Yudhi Mahatma – LKBN Antara. Judul Karya: “Penggusuran Makam Mbah Priok”
· M. Safir Makki – Jakarta Globe. Judul Karya: “Toy Soldiers”
Bidang Hukum:
· Bedu Saini – Prohaba. Judul Karya: “Pasangan Khalwat”
· Desmunyoto P. Gunadi – Jurnal Nasional. Judul Karya: “Pengadilan Si Janda Pahlawan”
· Wendra Ajistyatama – The Jakarta Post. Judul Karya: “Blind Justice?”
Bidang Politik:
· Tony Hartawan – Koran Tempo. Judul Karya: “Dagelan Politik”
· Nurhayati – The Jakarta Post. Judul Karya: “Family Reunion”
· Sumaryanto – Media Indonesia. Judul Karya: “Si Kontroversial Susno Duadji”
Bidang Seni & Budaya:
· Lasti Kurnia – Kompas. Judul Karya: “Seni Instalasi Bawah Air”
· Susanto – Media Indonesia. Judul Karya: “Pro Kontra”
· St. Leo Pujianto Johan Leo – The Jakarta Post. Judul Karya: “One Last Dance”
Bidang Olahraga:
· Bayu G. Murti – Suara Merdeka. Judul Karya: “Pocong Supporter Bola”
· Prasetyo Utomo – LKBN Antara. Judul Karya: “Suporter Masuk Lapangan”
· Hariyanto – Media Indonesia. Judul Karya: “Salah Sasaran”
Bidang Ekonomi Bisnis:
· Rosa Panggabean – LKBN Antara. Judul Karya: “Intip Fasilitas”
· Prasetyo Utomo – LKBN Antara. Judul Karya: “Perpisahan Sri Mulyani”
· Bayu G. Murti – Suara Merdeka. Judul Karya: “Tak Henti Bangun Jakarta”
Bidang Lingkungan:
· Kristianto Purnomo – Kompas.Com. Judul Karya: “Monyet Ekor Panjang”
· Hendra Agus Setyawan – Kompas. Judul Karya: “Konservasi Macan Tutul Jawa”
· Fanny Octavianus – LKBN Antara. Judul Karya: “Hutan Sumatera”
KATEGORI TELEVISI
TELEVISI LOKAL
Dokumenter
· “Biarkan Kami Memilih”, Daai TV
· “Demi Goresan Kapur”, Daai TV
· “Moh. Son, Pahlawan Mangrove Pantai Surabaya”, Indosiar Biro Surabaya
Investigatif
· Tidak Ada Finalis
TELEVISI NASIONAL
Dokumenter
· “Langi Morik”, TV One
· “Kami Butuh Air, Komandan”, TV One
· “Pesona Lubang Camoy”, TV One
Investigatif
· “Berebut Air di Ibu Kota”, SCTV
· “Naga China Melilit Garuda”, Metro TV
· “Ketika Polisi Main Tembak”, Metro TV