Archives
-
Siaran Pers 21 November 2011
November 21, 2011
AAS Catat Jumlah Peserta Terbanyak Menunjukan
Dukungan Kuat Bagi Laporan Investigasi
Jakarta,21 November 2011 – Jumlah penerimaan karya Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2011 kembali membawa titik terang kepada kualitas dan idealisme insan pers Indonesia. Tahun ini tercatat 1.262 karya yang masuk, meliputi kategori Cetak dan Online, Foto Berita serta Televisi, atau naik 109 karya dari tahun sebelumnya yang berjumlah 1.153 karya. Selain karya, jumlah jurnalis dan media juga meningkat. Total 361 jurnalis dari 135 media mengikuti ajang penghargaan bergengsi tahunan ini, atau naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 357 jurnalis dari 128 media. Jumlah karya yang terus bertambah dari tahun ke tahun menggambarkan antusiasme insan pers Indonesia untuk terus menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas dan memiliki integritas
Peningkatan juga terjadi pada Liputan Investigatif kategori Cetak dan Online yang merupakan penghargaan tertinggi di Anugerah Adiwarta Sampoerna. Memasuki tahun keenam, AAS mencatat total 106 karya Liputan Investigatif dari kategori Cetak dan Online.
Serangkaian upaya telah dilakukan demi mendorong tumbuhnya karya-karya jurnalistik investigatif, diantaranya pelaksanaan lokakarya kode etik jurnalisme investigasi di lima kota yaitu Pontianak, Surabaya, Makassar, Ambon, dan Palembang, serta pemberian anugerah khusus dengan hadiah tertinggi, terbukti berhasil mendongkrak animo jurnalis.
Menurut Ade Armando, pengamat komunikasi yang juga Juri Semifinal bidang Komunikasi AAS 2011, mengatakan, “Masyarakat perlu memperoleh informasi yang bukan sekadar pernyataan-pernyataan resmi atau peristiwa-peristiwa yang nampak di permukaan. Karena itu media massa diharapkan bisa membongkar hal-hal tersembunyi dan menyajikan masalah beserta latar belakang dan konteks yang mendalam melalui peliputan investigatif.”
Namun, peliputan investigatif dan mendalam bukan sesuatu yang mudah dan murah untuk dilakukan. “Disinilah perlunya dukungan secara terus menerus dari seluruh pihak, agar wartawan Indonesia merasa upaya kerasnya memang diapresiasi oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Pendapat senada juga diungkapkan Atmakusumah Astraatmadja, jurnalis senior yang juga Juri Final bidang Jurnalistik AAS 2011 mengatakan bahwa ini merupakan perkembangan yang luar biasa dalam produksi karya investigative reporting atau peliputan investigatif yang sudah disiarkan di media cetak, online dan televisi. “Ini diluar dugaan dan bahkan bertentangan dengan pesimisme saya mengenai perkembangan karya jurnalistik investigatif karena menurut pengamatan saya, saat ini peliputan jenis ini sangat langka sekali karena selain memerlukan tenaga profesional dan waktu yang lama untuk meliput, menulis dan menyajikannya pun juga membutuhkan biaya yang besar,” ujarnya.
Selain itu, Atmakusumah mengatakan bahwa peningkatan jumlah karya investigatif ini juga menunjukkan semangat media untuk membongkar kasus yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan, yang terpenting lagi, adanya kesadaran dari pemilik media untuk mengembangkan idealisme pers. “Keputusan untuk melakukan peliputan penyidikan merupakan hasil keputusan rapat redaksi media secara institusional, bukan pribadi, dan didukung oleh pemilik perusahaan. Ini merupakan perkembangan yang sangat baik,” tambahnya.
Tahun ini, selain peningkatan di bidang peserta dan jumlah karya, perkembangan positif lain yang terjadi di AAS adalah melonjaknya peserta dari media lokal yang jumlahnya melampaui media nasional. Dari total 135 media yang berpartisipasi, 76 diantaranya berasal dari media lokal, 54 dari media nasional, dan 5 koresponden dari media internasional. Dari seluruh media lokal yang berpartisipasi tahun ini, ada diantaranya yang baru pertama kali ikut serta dalam ajang AAS, seperti: Kompas TV, TATV, Molluca TV, dan Dumai Pos.
Selain Liputan Investigatif kategori Cetak dan Online, kategori yang juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan adalah Kategori Foto Berita yang tahun ini menerima total 784 karya, atau naik 124 karya dibandingkan tahun lalu yang menerima 660 karya. Total karya untuk kategori Televisi untuk AAS 2011 dalah sebanyak 100 karya, dibandingkan tahun lalu yaitu 83 karya. Hampir seluruh kategori mengalami peningkatan karya dibanding tahun lalu, kecuali Kategori Cetak dan Online untuk Liputan Kemanusiaan mengalami penurunan karya, dari 313 karya tahun lalu menjadi 274 tahun ini.
Seluruh nama pemenang akan diumumkan pada acara Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 yang akan berlangsung pada tanggal 8 Desember 2011 di Financial Club Graha Niaga, Jakarta.
Pemenang AAS 2011 untuk Kategori Liputan Kemanusiaan, Foto Berita, dan Televisi masing-masing akan memperoleh trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp18 juta rupiah, sedangkan para finalis akan memperoleh sertifikat dan uang tunai sebesar Rp3 juta rupiah. Khusus Kategori Liputan Investigatif untuk media cetak dan online merupakan penghargaan tertinggi AAS 2011, pemenang akan memperoleh trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp27 juta rupiah, sedangkan para finalis akan memperoleh sertifikat dan uang tunai sebesar Rp9 juta rupiah.
Selain kategori diatas, AAS 2011 kembali memberikan beberapa penghargaan khusus, yaitu Jurnalis Muda Berbakat, Anugerah Herawati Diah, dan Penghargaan Foto Terbaik 2011. Penghargaan Jurnalis Muda Berbakat ditujukan untuk jurnalis yang berusia maksimal 25 tahun saat menyelesaikan karya yang dilombakan, sedangkan Anugerah Herawati Diah akan diberikan kepada jurnalis perempuan yang karyanya berhasil masuk menjadi finalis Anugerah Adiwarta. Mulai tahun lalu, AAS juga memberikan penghargaan Foto Terbaik untuk karya foto terbaik dari seluruh pemenang serta yang mewakili peristiwa paling berpengaruh sepanjang periode AAS.
Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna
Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini disponsori oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2010 hingga 15 Oktober 2011.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2011
Maverick ? Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 ? Tel. (021) 727 898 33 ? Fax. (021) 727 898 34 ?Email: aas@maverick.co.id ?Blog: http://anugerahadiwarta.org/

