Archives
-
Siaran Pers 3 Desember 2009
December 11, 2009
Media Lokal dan Nasional Bersaing Ketat di Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009
Jakarta, 3 Desember 2009 – Dalam penyelenggaraannya yang keempat, Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 mencatat peningkatan di segala sisi, baik dari sisi jumlah karya, peserta, bahkan dari sisi kualitas dibandingkan tahun lalu. Persaingan ketat juga terjadi antara jumlah peserta dari media nasional dan lokal. Dari total 112 media peserta, 52 adalah peserta dari media lokal yang didominasi oleh media cetak.
Hal tersebut adalah sebagian dari fakta yang disorot dalam penyelenggaraan ajang penganugerahan jurnalistik bergengsi, Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009. Bertempat di XXI Ballroom Djakarta Theater pada hari ini (3/12), panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 secara resmi mengumumkan nama-nama finalis dan pemenang untuk media Cetak/Online untuk kategori liputan investigatif, kemanusiaan, dan foto berita, serta media Televisi untuk kategori liputan investigatif dan dokumenter.
Berbicara tentang daerah, tidak hanya jumlah media yang meningkat, namun jumlah peserta yang lolos sebagai finalis pun ikut bertambah. Dari 62 finalis AAS 2009, 7 diantaranya bermarkas di Surabaya dan sekitarnya. Aceh, Pontianak, dan Batam masing-masing diwakili oleh 2 orang finalis, sedangkan Bali, Bandung, Makassar, Medan, dan Padang masing-masing diwakili oleh 1 orang finalis. Total, jurnalis dari media lokal yang masuk dalam babak final AAS 2009 berjumlah 18 orang.
Perkembangan baik yang terjadi di pelaksanaan AAS 2009 ini mendapat tanggapan positif dari Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk. “Kami bersyukur bahwa dalam tahun keempat penyelenggaraannya, perhatian insan media Indonesia terhadap Anugerah Adiwarta Sampoerna semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah serta kualitas karya-karya yang kami terima dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” demikian dikatakannya.
Effendi Gazali, salah satu anggota dewan juri final Cetak dan Online mengungkapkan hal serupa. “Secara umum, terjadi peningkatan kualitas karya dan kami sebagai dewan juri berusaha betul bahwa yang terlahir dari AAS ini adalah tulisan-tulisan yang lebih baik dan lebih baik lagi,” ujarnya.Diantara nama-nama finalis AAS 2009 yang berasal dari media lokal, nama Muhlis Suhaeri dari Borneo Tribune dan Marta Nurfaidah dari Harian Surya bukan nama-nama yang asing bagi panitia. Keduanya adalah pemenang AAS 2008 untuk bidang sosial liputan investigatif dan humaniora. Di AAS 2009, Muhlis Suhaeri mendapat 3 nominasi yaitu: liputan investigatif sosial, liputan investigatif seni budaya, dan liputan kemanusiaan ekonomi bisnis.
Selain Muhlis, finalis yang juga mendapatkan 3 nominasi tahun ini adalah: Yudhi Sukma Wijaya dari Jakarta Globe – kategori foto berita bidang sosial, seni budaya, dan politik. Di tahun 2006, Yudhi memenangkan kategori foto berita bidang seni budaya dimana saat itu ia masih bergabung di Jurnal Nasional. Sedangkan, Asrori Karni dari majalah Gatra juga mendapatkan 3 nominasi: kategori investigatif bidang politik dan kategori kemanusiaan masing-masing untuk bidang hukum dan politik.
Menyusul dengan masing-masing 2 nominasi adalah Jurnasyanto Sukarno dari Jakarta Globe, M.Safir Makki dari Jakarta Globe, Tjahjo Sasongko dari Kompas.com, Bagja Hidayat dari Majalah Tempo, dan Irawan Santoso dari majalah Mahkamah.
Selama penyelenggaraan AAS, Irawan Santoso adalah satu-satunya wartawan yang selama 3 tahun berturut-turut lolos ke babak final dan keluar sebagai pemenang. Memasuki tahun ke-4, Irawan kembali terpilih sebagai salah satu finalis kategori liputan investigatif dan kemanusiaan, keduanya untuk bidang politik. Rekan-rekan wartawan lain yang kembali dinominasikan tahun ini adalah M.Yuniadhi Agung dari Kompas, Rusman dari majalah Art-i, dan Hendri Firzani dari Gatra.
Tahun ini, media dengan peserta terbanyak adalah Femina dengan 17 peserta, diikuti oleh Kompas dengan 16 peserta, Gatra dengan 11 peserta, dan Vivanews.com dengan 10 peserta. Jakarta Globe berhasil menjadi media dengan jumlah nominasi terbanyak dengan 9 nominasi disusul oleh Gatra dengan 6 nominasi.
Diantara peserta, ada beberapa media yang baru pertama kali berpartisipasi antara lain: RUAI TV, Surabaya City Magazine, Aceh TV, Ujung Pandang Ekspress, Harian National News, theglobaljournal.com, dan beritabaru.com.
AAS juga kembali memberikan penghargaan khusus bagi Jurnalis Muda Berbakat Indonesia. Penghargaan ini ditujukan bagi para insan media yang ditujukan kepada para insan media yang berusia maksimal 25 tahun saat menyelesaikan karya yang dilombakan. Tahun lalu, penghargaan ini diberikan kepada wartawan daerah, Novia Liza, wartawan dari Pantau Aceh. Tahun ini, penghargaan khusus Jurnalis Muda Berbakat dimenangkan oleh jurnalis Seputar Indonesia koresponden Jawa Timur Aan Haryono dan berhak memperoleh trofi, sertifikat, serta uang tunai sejumlah Rp 3 juta.
Satu lagi bentuk penghargaan khusus yang diberikan tahun ini yaitu Anugerah Herawati Diah, sebuah penghargaan yang diberikan kepada jurnalis perempuan atas dedikasi mereka terhadap profesi yang digeluti. AAS 2009 mencatat nama Dewi Kurniawati dari Jakarta Globe sebagai jurnalis yang menerima penghargaan khusus Anugerah Herawati Diah. Sebagai hadiahnya, Dewi Kurniawati memperoleh trofi, sertifikat, dan uang tunai sejumlah Rp 3 juta.
Seluruh pemenang AAS 2009 masing-masing mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp18 juta rupiah, sedangkan para finalis mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebesar Rp3 juta rupiah.
***
Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna
Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi tahunan bagi para jurnalis Indonesia. Diadakan pertama kali pada tahun 2006, ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka.
AAS 2009 memiliki tiga kategori, yaitu cetak/online, televisi dan foto berita. Kategori cetak/online terbagi menjadi dua jenis liputan, yaitu investigatif dan kemanusiaan (liputan kemanusiaan menggantikan kategori humaniora pada AAS 2008); sementara kategori televisi memiliki dua jenis liputan, yaitu investigatif dan dokumenter. Ketiga kategori ini masing-masing terbagi lagi dalam enam bidang, yaitu bidang ekonomi dan bisnis, politik, hukum, sosial, seni dan budaya serta olahraga.
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2009
Maverick | Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 | Tel. (021) 727 898 33 | Fax. (021) 727 898 34 | Email: aas@maverick.co.id | Blog: http://anugerahadiwarta.org/