Archives
-
Siaran Pers 9 Februari 2007
April 24, 2009
Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 Kembali Digelar
Dua Bidang Topik Baru Hukum dan Politik, Perluas Arena Kompetisi
Jakarta, 9 Februari 2007—Setelah sukses menggelar ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2006, PT HM Sampoerna Tbk., kembali menggelar ajang AAS di tahun ini yang resmi dibuka bertepatan dengan Hari Pers Nasional. Dikali kedua AAS, Sampoerna menambah dua bidang topik baru bagi insan pers yang akan melengkapi bidang topik lainnya yang tahun lalu dilombakan. Adapun karya-karya jurnalistik yang dapat ikutserta dalam ajang kompetisi AAS 2007 adalah karya – karya yang dipublikasikan selama periode 1 November 2006 – 15 Oktober 2007.
Ajang AAS sendiri merupakan bentuk apresiasi Sampoerna terhadap dedikasi insan pers di Indonesia yang selama ini diwujudkan melalui pemberitaan yang berkualitas. Terkait hal ini Yudy Rizard Hakim, Manager Public Relations, PT HM Sampoerna Tbk. mengatakan, ”Insan pers memiliki peranan yang sangat penting dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Di tengah keprihatinan kita akan musibah banjir yang melanda ibukota dan sekitarnya, insan pers mendapat tantangan yang jauh lebih besar dalam menyampaikan berbagai informasi yang aktual dan akurat”.
Pada ajang AAS 2006 yang lalu, sebanyak 638 karya jurnalistik dari seluruh Indonesia diterima oleh panitia. Bahkan setelah penutupan pendaftaran, masih banyak peserta yang mengirimkan karya jurnalistik mereka. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan antusiasme rekan-rekan pers dalam ajang AAS tahun lalu,” ujar Yudy. “Atas saran dan masukan teman-teman pula, kami memutuskan untuk menambah dua bidang topik baru dalam AAS tahun ini, yaitu bidang topik Hukum dan Politik.”
Dari 12 (dua belas) kategori yang diperlombakan dalam AAS 2006; ternyata hanya keluar 11 (sebelas) orang pemenang. Hal ini dikarenakan keputusan bersama dari anggota dewan juri yang menyatakan bahwa belum ada pemenang untuk kategori foto berita ekonomi dan bisnis. Ketatnya seleksi juri dalam melakukan penilaian inilah yang membuat AAS menjadi ajang kompetisi jurnalistik yang memilki kelas tersendiri.
Mengenai karya-karya yang masuk di ajang AAS 2006, ekonom Faisal Basri berkomentar, ”Saya menilai kepekaan terhadap persoalan lingkungan sekitar dan persoalan inti bangsa terekam dalam tulisan-tulisan para peserta. Kekuatan karakter terlihat di sana, yang insyaallah dapat meningkatkan kepedulian kita semua, terutama para pengambil keputusan.”
Meskipun demikian, legenda jurnalistik Rosihan Anwar mengatakan bahwa karya-karya tersebut sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi kualitasnya.
Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 akan menyeleksi karya-karya jurnalistik yang telah dipublikasikan di media massa pada periode 1 November 2006 – 15 Oktober 2007. Setiap peserta dapat mengirimkan karya sebanyak-banyaknya; dan karya-karya yang diikutsertakan merupakan karya bebas yang tidak perlu berkaitan dengan Sampoerna baik secara langsung maupun tidak langsung.
Delapan belas (18) kategori yang diperlombakan dalam AAS 2007 tahun ini, yaitu:
• Kategori hardnews bidang topik (1) seni dan musik; (2) olahraga; (3) ekonomi/bisnis; (4) sosial; (5) hukum; dan (6) politik
• Kategori feature bidang topik (7) seni dan musik; (8) olahraga; (9) ekonomi/bisnis; (10) sosial; (11) hukum; dan (12) politik
• Kategori foto berita bidang topik (13) seni dan musik; (14) olahraga; (15) ekonomi/bisnis; (16) sosial; (17) hukum; dan (18) politikEffendi Gazali, salah satu juri final dalam ajang AAS tahun ini, yang ditemui di tempat terpisah mengatakan, “Dalam ilmu komunikasi kontemporer, pers tidak lagi semata diletakkan dengan Teori-teori Social Responsibility. Kini pers dipertautkan dengan Teori-teori Media Accountability. Intinya, publik tidak hanya berharap bahwa pers akan menjalankan tanggung jawab sosialnya, tapi publik punya inisiatif dan kekuatan memaksa agar pers semakin akuntabel. Misalnya melalui tuntutan hukum atau penegakan etika. Anugerah Adiwarta Sampoerna adalah sisi persuasif dan kemitraan dari Teori-teori Media Accountability. Artinya, publik tidak hanya melirik kesal ketika pers dianggap berperforma kurang baik, tapi juga memberikan apresiasi dan award untuk pers dengan performa baik atau unggul. Di sinilah posisi strategis Anugerah Adiwarta Sampoerna.”
Dewan juri AAS 2007 terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka yang kompeten dalam bidangnya masing-masing, seperti: Rosihan Anwar, Yosep Adi Prasetyo, Effendi Gazali, Deddy Nur Hidayat, Oscar Motuloh, Firman Ichsan, Bens Leo, Suka Hardjana, Sumohadi Marsis, Sam Lantang, Faisal Basri, Raksaka Mahi, Francisia Seda, Abdisuryaningati, Indria Samego, Sirikit Syah, Harkristuti Harkrisnowo, Adrianus Meliala, dan Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk.
Melalui keterlibatan anggota dewan juri yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya ini, dapat dipastikan ajang AAS menjadi sebuah ajang kompetisi jurnalistik yang independen dan bergengsi. Dalam tahun-tahun mendatang, diharapkan AAS juga dapat menjadi tolak ukur atas kinerja media massa secara keseluruhan di tanah air.
***
Tentang Anugerah Adiwarta Sampoerna
Anugerah Adiwarta Sampoerna adalah sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi jurnalis Indonesia. Di bawah Sampoerna untuk Media, ajang ini diadakan oleh Sampoerna untuk menghargai karya-karya jurnalistik yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis dan fotojurnalis untuk meningkatkan kualitas karya mereka.
Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna ini adalah program tahunan Sampoerna yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 yang lalu.