Archives

  • Siaran Pers 6 Juni 2007

    April 24, 2009

    Minat Jurnalis dan Fotojurnalis terhadap Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna Masih Tinggi

    Sebanyak 1,287 karya telah diterima oleh panitia AAS 2007 dalam paruh pertama penyelenggaraan ajang kompetisi jurnalistik bergengsi ini.

    Jakarta, 6 Juni 2007—Sejak diluncurkan secara resmi pada 16 Februari 2007, minat para jurnalis dan fotojurnalis Indonesia untuk mengikuti ajang kompetisi jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) masih cukup tinggi. Hingga tanggal 31 April 2007—yang merupakan batas penutupan periode pertama ajang AAS 2007, telah tercatat 1,287 karya jurnalistik berupa feature, hardnews, maupun foto berita didaftarkan untuk menjadi juara AAS tahun ini.

    Tingginya minat untuk mengikuti ajang AAS tahun ini membuktikan bahwa sejak penyelenggaraan pertamanya tahun lalu, ajang ini telah disambut baik oleh jurnalis dan fotojurnalis Indonesia. Sebagai perbandingan, total hasil karya jurnalistik yang diterima oleh panitia AAS 2006 tahun lalu adalah 641 hasil karya; sedangkan pada periode pertama AAS 2007 tahun ini, jumlah karya yang didaftarkan sudah hampir mencapai dua kali lipat; padahal penutupan AAS 2007 baru akan berlangsung pada 31 Oktober mendatang.

    Saat ini, panitia tengah mempersiapkan proses penjurian tahap pertama (hasil karya yang telah dipublikasikan mulai 1 November 2006 hingga 31 Maret 2007). Persiapan ini diawali dengan menggelar pertemuan dewan juri AAS 2007 di Plaza Bapindo pada hari Senin (4/6) lalu, untuk membahas mengenai mekanisme dan kriteria penilaian bagi karya-karya feature, hardnews, dan foto berita.

    Dalam rapat tersebut, Rosihan Anwar yang menjadi juri final bidang jurnalistik menyatakan bahwa karya-karya jurnalistik yang bermutu sebenarnya sudah dapat dikenali dari judul berita dan alinea pertamanya (lead/kepala berita). “Berdasarkan pengalaman saya selama 64 tahun ini, secara sense atau naluriah, jika judul berita dan lead berhubungan dan menarik; maka bisa dipastikan hasil karya jurnalistik tersebut juga mempunyai kualitas yang baik.”

    Dalam AAS 2007 tahun ini, 2 bidang topik baru dalam kategori feature, hardnews, dan foto berita ditawarkan kepada para jurnalis dan fotojurnalis, yakni bidang politik dan hukum.

    Juri semifinal bidang politik, Rocky Gerung, mengharapkan karya-karya yang keluar sebagai pemenang nantinya adalah karya-karya jurnalistik yang benar-benar berkualitas. “Sesuai dengan arti harfiah dari kata ‘adiwarta’, ini berarti karya pemenang nantinya bukan hanya sekedar berita—tetapi berita yang bisa memberikan kontribusi penting bagi kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Ini dapat dilihat dari sejauh mana hasil karya tersebut mampu memberikan inspirasi bagi para pembacanya,” katanya.

    Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati bahwa terdapat 3 kriteria penilaian untuk karya feature, yaitu: memiliki teknik dan gaya penulisan yang baik, memberikan inspirasi atau kritik yang membangun, serta memberikan reportase yang akurat dan berimbang. Untuk kategori hardnews, 3 kriteria penilaian yang ditetapkan adalah aktualitas, akurasi, dan kelengkapan informasi. Untuk kategori foto berita, teknik fotografi dan isi (content) dari foto tersebut juga menjadi faktor yang penting untuk dinilai.

    Juri kehormatan AAS 2007, Niken Rachmad, mengharapkan agar karya-karya jurnalistik yang diikutsertakan dalam ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 kali ini lebih berbobot jika dibandingkan dengan tahun lalu. “Tujuan diadakannya ajang ini adalah untuk memotivasi para jurnalis dan fotojurnalis agar terus berusaha meningkatkan kualitas hasil karyanya. Semoga ajang AAS ini bisa terus mendapatkan respon positif; dan pada akhirnya tujuan utama penyelenggaraan AAS dapat tercapai.”

    Lima belas (15) anggota dewan juri yang hadir dalam pertemuan kemarin selain Rosihan Anwar dan Rocky Gerung adalah Yosep Adi Prasetyo (jurnalistik), Firman Ichsan (foto), Oscar Motuloh (foto), Suka Hardjana (seni/musik), Bens Leo (seni/musik), Sam Lantang (olah raga), Sumohadi Marsis (olah raga), Raksaka Mahi (ekonomi),

    Faisal Basri (ekonomi), Yenny Abdisuryaningati (sosial), Adrianus Meilala (hukum), Indria Samego (politik), dan Niken Rachmad (juri kehormatan dari PT HM Sampoerna Tbk.). Sedangkan empat juri yang berhalangan hadir adalah Deddy Nur Hidayat (komunikasi), Effendi Gazali (komunikasi), Francisia Seda (sosial), dan Harkristuti Harkirsnowo (hukum).

    ***

    Tentang Anugerah Adiwarta Sampoerna

    Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) adalah sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi jurnalis Indonesia. Di bawah Sampoerna untuk Media, ajang ini diadakan oleh Sampoerna untuk menghargai karya-karya jurnalistik yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis dan fotojurnalis untuk meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang AAS merupakan program tahunan Sampoerna yang diluncurkan untuk pertama kali pada Februari 2006 lalu.

    Informasi mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 bisa didapatkan dengan melayangkan email ke aas@maverick.co.id atau melalui halaman khusus AAS di http://maverickid.com/anugerah-adiwarta-sampoerna/

Comments are closed.