<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anugerah Adiwarta Sampoerna</title>
	<atom:link href="http://anugerahadiwarta.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anugerahadiwarta.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Dec 2011 02:24:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Pesan dari Pemenang Anugerah Adiwarta 2011</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/27/pesan-dari-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pesan-dari-pemenang-anugerah-adiwarta-2011</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/27/pesan-dari-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 02:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[aas 2011]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalisme investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=3857</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="560" height="315"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/yN1suX4y4_U?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/v/yN1suX4y4_U?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2011/12/27/pesan-dari-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/27/pesan-dari-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta 2011 : Opini Publik Tidak Boleh Dijajah oleh Siapapun</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/14/malam-penghargaan-anugerah-adiwarta-2011-opini-publik-tidak-boleh-dijajah-oleh-siapapun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=malam-penghargaan-anugerah-adiwarta-2011-opini-publik-tidak-boleh-dijajah-oleh-siapapun</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/14/malam-penghargaan-anugerah-adiwarta-2011-opini-publik-tidak-boleh-dijajah-oleh-siapapun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 08:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=3843</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Suasana meriah terasa pada Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta 2011 yang berlangsung Kamis (8/12) di Financial Hall Ballroom, Graha Niaga, dihadiri oleh lebih dari 200 undangan, yang terdiri dari tokoh media, perwakilan organisasi pers, dan jurnalis. Selain kemeriahan dari pengisi acara, teriakan-teriakan dari para pemenang dan pendukung-pendukungnya juga turut memeriahkan suasana. Di awal-awal acara, Orasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3851" title="Malam-AA.8" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.8.jpg" alt="" width="545" height="363" /></a></p>
<p>Suasana meriah terasa pada Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta 2011 yang berlangsung Kamis (8/12) di Financial Hall Ballroom, Graha Niaga, dihadiri oleh lebih dari 200 undangan, yang terdiri dari tokoh media, perwakilan organisasi pers, dan jurnalis. Selain kemeriahan dari pengisi acara, teriakan-teriakan dari para pemenang dan pendukung-pendukungnya juga turut memeriahkan suasana.</p>
<p>Di awal-awal acara, Orasi Budaya dengan tema Monopoli Media oleh Rocky Gerung menyuarakan semangat pers untuk menjaga demokrasi. Rocky menegaskan bahwa jika ada kutukan terhadap pers, maka kutukan tersebut untuk pers. “Kita harus menjaga agar opini publik tidak boleh dijajah oleh siapapun,” ujarnya.</p>
<p>Semangat Rocky bersahut dengan laporan Dewan Juri yang disampaikan Ade Armando.  “Mulai malam ini dan tahun-tahun berikutnya, Anugerah Adiwarta Sampoerna akan dikenal sebagai Anugerah Adiwarta. Perubahan ini merupakan upaya dalam mengokohkan independensi ajang penghargaan yang telah memasuki tahun keenamnya ini, serta mengundang pihak-pihak lain untuk berpartisipasi mengembangkan Anugerah Adiwarta menjadi semakin besar dan berkualitas.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3850" title="Malam-AA.7" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.7.jpg" alt="" width="545" height="363" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3852" title="Malam-AA.9" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.9.jpg" alt="" width="560" height="373" /></a></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p>Dalam laporannya, Ade, mewakili dewan juri AA 2011, mengatakan bahwa pada kali ke-6 penyelenggaraan Anugerah Adiwarta,  1.264 karya terkumpul dan 357 jurnalis serta 135 media berpartisipasi. Seluruhnya meningkat dari tahun sebelumnya. Selain peningkatan karya dan peserta, tahun ini, partisipasi media lokal juga meningkat dan berbanding hampir sama dengan media nasional, yakni 60 berbanding 62 karya. “Angka ini menunjukkan adanya perkembangan pada media-media daerah, yang sebetulnya menjadi harapan kita bersama,” ujarnya.</p>
<p>Dari berbagai sudut ruangan tampak dan terdengar sorak dukungan pada saat nominator dan pemenang diumumkan. Total 23 penghargaan untuk Kategori Cetak/Online, Foto Berita, dan Televisi serta penghargaan khusus yang dianugerahkan pada malam itu. Beberapa rekan-rekan jurnalis bahkan beranjak dari kursinya untuk memberikan salam atas keberhasilan rekannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3849" title="Malam-AA.6" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.6.jpg" alt="" width="547" height="378" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3845" title="Malam-AA.2" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.2.jpg" alt="" width="545" height="363" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3847" title="Malam-AA.4" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Malam-AA.4.jpg" alt="" width="550" height="414" /></a></p>
<p>Di penghujung acara, Faisal Basri yang sudah tergabung menjadi Dewan Juri Anugerah Adiwarta selama 6 tahun, menyampaikan pentingnya jurnalisme investigatif bagi masyarakat serta menceritakan bagaimana proses penentuan pemenang untuk Kategori Liputan Investigatif, sebuah penghargaan tertinggi di Anugerah Adiwarta. “Dewan juri final terbagi menjadi dua kubu,” jelasnya, “satu kubu memilih untuk mempertahankan standar ideal jurnalisme investigative dan memutuskan tidak ada pemenang, kubu lain menyatakan bahwa tetap harus ada pemenang.” Menjelang tengah malam, dewan juri memutuskan harus ada pemenang untuk kategori jurnalisme investigatif. Pengumuman nama pemenang kategori ini oleh Faisal Basri sekaligus menutup rangkaian acara Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta 2011.</p>
<p>Anugerah Adiwarta akan diadakan kembali pada tahun-tahun berikutnya tentunya dengan menjaga independensi serta melibatkan masyarakat secara lebih luas, sebagai bentuk penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Sampai jumpa pada Anugerah Adiwarta 2012!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2011/12/14/malam-penghargaan-anugerah-adiwarta-2011-opini-publik-tidak-boleh-dijajah-oleh-siapapun/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/14/malam-penghargaan-anugerah-adiwarta-2011-opini-publik-tidak-boleh-dijajah-oleh-siapapun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Dia Nama-Nama Pemenang Anugerah Adiwarta 2011!</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/09/inilah-dia-nama-nama-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=inilah-dia-nama-nama-pemenang-anugerah-adiwarta-2011</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/09/inilah-dia-nama-nama-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 02:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=3832</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di Financial Hall Ballroom, Graha Financial tadi malam (8/12), Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta 2011 digelar. Dari 60 finalis yang lolos, 23 pemenang dipilih oleh dewan juri Kategori Cetak/Online, Foto Berita dan Televisi. Inilah nama-nama pemenang Anugerah Adiwarta 2011: I. PENGHARGAAN KHUSUS 1. JURNALIS MUDA BERBAKAT Nama :  Delvi Yandra Media :  Haluan Riau Judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Anugerah-Adiwarta.jpg"><img class="size-full wp-image-3834 aligncenter" title="Anugerah-Adiwarta" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2011/12/Anugerah-Adiwarta.jpg" alt="" width="636" height="391" /></a></p>
<p>Bertempat di Financial Hall Ballroom, Graha Financial tadi malam (8/12), Malam Penghargaan Anugerah Adiwarta 2011 digelar. Dari 60 finalis yang lolos, 23 pemenang dipilih oleh dewan juri Kategori Cetak/Online, Foto Berita dan Televisi. Inilah nama-nama pemenang Anugerah Adiwarta 2011:</p>
</p>
<p><strong>I.	PENGHARGAAN KHUSUS</strong></p>
<p><strong>1.	JURNALIS MUDA BERBAKAT</strong></p>
<p>Nama	:  Delvi Yandra</p>
<p>Media	:  Haluan Riau</p>
<p>Judul	:  Menarilah Mun, Tegakkan Kepalamu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2.	ANUGERAH HERAWATI DIAH</strong></p>
<p>Nama	:  Theresia Junita Christy</p>
<p>Media	:  Majalah Her World</p>
<p>Judul	:  Wujud Rasa Syukurku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3.	FOTO TERBAIK</strong></p>
<p>Nama	:  Fanny Octavianus</p>
<p>Media	:  LKBN Antara</p>
<p>Judul	:  Keterangan Chandra</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4.	PENGHARGAAN JURI TELEVISI ANUGERAH ADIWARTA 2011</strong></p>
<p>Nama	:  Nanang Purwono dan Ari Prasetyo</p>
<p>Media	:  JTV</p>
<p>Judul	:  Jejak Benteng Lodewijk</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>II.	KATEGORI FOTO BERITA</strong></p>
<p><strong>Bidang Politik</strong></p>
<p>Nama	:  Fanny Octavianus</p>
<p>Media	:  LKBN Antara</p>
<p>Judul	:  Keterangan Chandra</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Ekonomi dan Bisnis</strong></p>
<p>Nama	:  Rosa Panggabean</p>
<p>Media	:  Antara Foto</p>
<p>Judul	:  Buruh Kopi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Hukum</strong></p>
<p>Nama	:  Sumaryanto</p>
<p>Media	:  Media Indonesia/Kick Andy Magazine</p>
<p>Judul	:  Mencari Terang Keadilan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Sosial</strong></p>
<p>Nama	:  Aditia Noviansyah</p>
<p>Media	:  Majalah Tempo</p>
<p>Judul	:  Tawuran</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Seni Budaya</strong></p>
<p>Nama	:  Sumaryanto</p>
<p>Media	:  Media Indonesia/Kick Andy Magazine</p>
<p>Judul	:  Lima Wajah Miroto</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Olahraga</strong></p>
<p>Nama	:  Mast Irham</p>
<p>Media	:  European Pressphoto Agency</p>
<p>Judul	:  Menari</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Lingkungan</strong></p>
<p>Nama	:  Desmunyoto P Gunadi</p>
<p>Media	:  Jurnal Nasional</p>
<p>Judul	:  Topeng Monyet</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>III.	KATEGORI CETAK DAN ONLINE</strong></p>
<p><strong> A.	LIPUTAN KEMANUSIAAN</strong></p>
<p><strong> Bidang Politik</strong></p>
<p>Nama	:  Suryadi</p>
<p>Media	:  Tabloid Modus Aceh</p>
<p>Judul	:  Pak Ketua ‘Alergi’ Perempuan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Ekonomi dan Bisnis</strong></p>
<p>Nama	:  Andina Dian Dwi Fatma</p>
<p>Media	:  Majalah Fortune</p>
<p>Judul	:  Si Bodoh dari Solo: Joko Widodo</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Hukum</strong></p>
<p>Nama	:  Asrori S. Karni</p>
<p>Media	:  Majalah Gatra</p>
<p>Judul	:  Sisi Gelap Penegakan Qanun Syariat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Sosial</strong></p>
<p>Nama	:  Andri Mediansyah</p>
<p>Media	:  Harian Pos Metro Batam/Tabloid Dia</p>
<p>Judul	:  Jangan Putus Sekolah karena Sampan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Seni Budaya</strong></p>
<p>Nama	:  Delvi Yandra</p>
<p>Media	:  Haluan Riau</p>
<p>Judul	:  Menarilah Mun, Tegakkan Kepalamu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Olahraga</strong></p>
<p>Nama	:  Haorrahman Dwi Saputra</p>
<p>Media	:  Harian Surya</p>
<p>Judul	:  Hatta Roeslan, Tokoh Olahraga yang Mulai Terlupakan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bidang Lingkungan</strong></p>
<p>Nama	:  Febrianto Budi Anggoro</p>
<p>Media	:  LKBN Antara</p>
<p>Judul	:  Ping Pong Gajah di Balai Raja</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> B.	LIPUTAN INVESTIGATIF</strong></p>
<p>Nama	:  Sunudyantoro</p>
<p>Media	:  Majalah Tempo</p>
<p>Judul	:  Partai Putih di Pusaran Impor Daging</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>IV.	KATEGORI TELEVISI</strong></p>
<p><strong> 1.	TELEVISI LOKAL</strong></p>
<p><strong>A.	LIPUTAN DOKUMENTER</strong></p>
<p>Nama	:  Nima Grafina Sirait</p>
<p>Media	:  DAAI TV</p>
<p>Judul	:  Jangan Tinggalkan Mereka</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B.	LIPUTAN INVESTIGATIF</strong></p>
<p>Nama	:  Pani Letahit</p>
<p>Media	:  Molluca TV</p>
<p>Judul	:  Menelusuri Jejak Keadilan untuk Sang Jurnalis</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> 2.	TELEVISI NASIONAL</strong></p>
<p><strong> A.	LIPUTAN DOKUMENTER</strong></p>
<p>Nama	:  Siska Dewi Arini</p>
<p>Media	:  TV One</p>
<p>Judul	:  Cerita Dokter di Perbatasan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B.	LIPUTAN INVESTIGATIF</strong></p>
<p>Nama	:  Johan Heru Wibowo</p>
<p>Media	:  Metro TV</p>
<p>Judul	:  Perang Mafia Tambang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selamat kami ucapkan kepada seluruh pemenang. Semoga kemenangan ini memacu semangat jurnalis-jurnalis lain untuk ikut serta berlomba menghasilkan karya-karya berkualitas. Sampai bertemu di Anugerah Adiwarta 2012!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2011/12/09/inilah-dia-nama-nama-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/09/inilah-dia-nama-nama-pemenang-anugerah-adiwarta-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers 5 Desember 2011</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/siaran-pers-5-desember-2011/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=siaran-pers-5-desember-2011</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/siaran-pers-5-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 12:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=3825</guid>
		<description><![CDATA[Siaran Pers Finalis Kategori Foto Berita dan Cetak/Online Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 Diumumkan Hari Ini Karya Liputan Investigatif Banyak yang Belum Memenuhi Kriteria &#160; JAKARTA, 2 Desember 2011 – Setelah melalui proses penjurian yang cukup memakan waktu serta melibatkan perdebatan yang panjang, mulai dari penjurian semi final hingga final, dewan juri Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Siaran Pers</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Finalis Kategori Foto Berita dan Cetak/Online Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 Diumumkan Hari Ini</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Karya Liputan Investigatif Banyak yang Belum Memenuhi Kriteria</strong></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p>JAKARTA, 2 Desember 2011 – Setelah melalui proses penjurian yang cukup memakan waktu serta melibatkan perdebatan yang panjang, mulai dari penjurian semi final hingga final, dewan juri Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2011 berhasil menentukan 48 finalis untuk Kategori Foto Berita dan Cetak/Online.</p>
<p>Tahun ini, meskipun jumlah media nasional yang berpartisipasi berada di bawah jumlah media lokal, namun media nasional mendominasi perolehan tempat. Dari 48 finalis, 35 diantaranya diduduki oleh jurnalis dari media nasional dan koresponden media internasional, sementara 13 sisanya berasal dari media lokal.</p>
<p>Ada beberapa catatan dari anggota dewan juri AAS 2011. Oscar Motulloh, anggota dewan juri untuk Kategori Foto Berita mengatakan bahwa tahun ini, karya-karya yang masuk memiliki kekuatan pada caption (judul foto). ”Banyak partisipan yang berhasil merancang judul foto yang menggugah pada karyanya, disamping komposisi, warna, teknik, dan kekinian adalah beberapa indikator yang juga mereka gunakan sebagai dasar penilaian,” ujarnya.</p>
<p>Secara khusus, Atmakusumah Astraatmadja, anggota dewan juri final AAS 2011, menyoroti perkembangan yang terjadi di Kategori Cetak dan Online Liputan Investigatif. Menurut Atmakusumah, yang tahun ini adalah tahun keduanya menjabat sebagai juri final bidang jurnalistik, bahwa dari seluruh liputan investigatif yang masuk, sedikit sekali yang benar-benar bisa dikatakan karya investigatif. ”Beberapa syarat utama liputan investigatif diantaranya harus ada skandal yang diungkap bagi kepentingan masyarakat umum dan juga ada proses penelusuran yang dilakukan oleh jurnalis atau media itu sendiri. Hal ini yang masih jarang saya dapatkan walaupun tahun ini jumlah keseluruhan karya liputan investigatif yang masuk ke panitia meningkat dibanding tahun lalu,” ujar Atmakusumah.</p>
<p>Faisal Basri, anggota dewan juri final untuk bidang Ekonomi dan Bisnis melihat dari sisi yang lain. Dia melihat banyak karya Kategori Cetak dan Online, khususnya untuk bidang Ekonomi dan Bisnis, yang menggambarkan keoptimismean. ”Hal ini seakan mendobrak tesis yang ada selama ini bahwa bagi media, bad news is good news,” ujarnya.</p>
<p>Berikut adalah daftar nama finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011 untuk Kategori Foto Berita dan Cetak/Online:</p>
<p><strong>KATEGORI FOTO BERITA</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Politik</p>
<p>•	Afriadi Hikmal dari Harian Jakarta Globe dengan judul karya ”Celebrating in A Modern Nation”</p>
<p>•	Tony Hartawan dari Majalah Tempo dengan judul karya ”Berkat Moratorium, Kami Pulang”</p>
<p>•	Fanny Octavianus dari LKBN Antara dengan judul karya ”Keterangan Chandra”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Ekonomi dan Bisnis</p>
<p>•	Jurnasyanto Sukarno dari Harian Jakarta Globe dengan judul karya ”Maid in Hong Kong”</p>
<p>•	Rosa Panggabean dari LKBN Antara dengan judul karya ”Buruh Kopi”</p>
<p>•	Maman Sukirman dari Harian Seputar Indonesia dengan judul karya ”Sisa Dagangan Korban Kebakaran”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Hukum</p>
<p>•	Sumaryanto dari Media Indonesia/Kick Andy Magazine dengan judul karya ”Mencari Terang Keadilan”</p>
<p>•	Edwin Dwi Putranto dari Harian Republika dengan judul karya ”Penahanan Nazaruddin”</p>
<p>•	Lucky Pransiska dari Harian Kompas dengan judul karya ”Kesaksian Miranda”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Sosial</p>
<p>•	Agung Kuncahya dari Harian Jurnal Nasional dengan judul karya ”Mulai Beraktivitas”</p>
<p>•	Aditia Noviansyah dari Majalah Tempo dengan judul karya ”Tawuran”</p>
<p>•	Yudhi Sukma Wijaya dari Harian Jakarta Globe dengan judul karya ”Parents for Wardens”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Seni Budaya</p>
<p>•	Totok Wijayanto dari Harian Kompas dengan judul karya ”Teater Mandiri Pentas”</p>
<p>•	Mast Irham dari European Pressphoto Agency (EPA) dengan judul karya ”Berjaga-jaga”</p>
<p>•	Sumaryanto dari Media Indonesia/Kick Andy Magazine dengan judul karya ”Lima Wajah Miroto”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Olahraga</p>
<p>•	Rommy Pujianto dari Harian Media Indonesia dengan judul karya ”Pukulan Telak”</p>
<p>•	Ismar Patrizki dari LKBN Antara dengan judul karya ”Tumbang di Kandang”</p>
<p>•	Mast Irham dari European Pressphoto Agency dengan judul karya ”Menari”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Lingkungan</p>
<p>•	Desmunyoto P. Gunadi dari Harian Jurnal Nasional dengan judul karya ”Topeng Monyet”</p>
<p>•	Rosa Panggabean dari LKBN Antara dengan judul karya ”Pemanasan Global”</p>
<p>•	Dadang Trimulyanto dari Bloomberg dengan judul karya ”Tambang Emas Newmont Batu Hijau”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>KATEGORI CETAK DAN ONLINE</strong></p>
<p><strong>LIPUTAN KEMANUSIAAN</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Politik</p>
<p>•	Mustaqim Adamrah dari Harian The Jakarta Post dengan judul karya ”Another Indonesian Maid Dies in S. Arabia”</p>
<p>•	Suryadi dari Tabloid Modus Aceh dengan judul karya ”Pak Ketua ’Alergi’ Perempuan?”</p>
<p>•	Theresia Junita Christy dari Majalah Her World dengan judul karya ”Wujud Rasa Syukur”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Ekonomi dan Bisnis</p>
<p>•	Rio F. Rachman dari Harian Jawa Pos dengan judul karya ”Hanya Butuh Modal Rp1 Juta, Versi Pabrik Rp10 Juta”</p>
<p>•	Andina Dian Dwi Fatma dari Majalah Fortune dengan judul karya ”Si Bodoh dari Solo: Joko Widodo”</p>
<p>•	Masuki M. Astro dari LKBN Antara dengan judul karya ”Penjaja Pulsa di Senja Kuta”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Hukum</p>
<p>•	Asrori S. Karni dari Majalah Gatra dengan judul karya ”Sisi Gelap Penegakan Qanun Syariat”</p>
<p>•	Yulvianus Marjono dari Harian Kompas dengan judul karya ”Roli dan Wandi ’Sengkon Karta’ Lampung”</p>
<p>•	Nurdin Hasan dari <a href="http://www.acehkita.com">www.acehkita.com</a> dengan judul karya ”Sosok Algojo di Balik Jubah”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Sosial</p>
<p>•	Rusman dari Harian Jurnal Nasional dengan judul karya ”Sakit Abadi di Perasingan”</p>
<p>•	Andri Mediansyah dari Harian Pos Metro Batam/Tabloid Dia dengan judul karya ”Jangan Putus Sekolah karena Sampan”</p>
<p>•	Nuraini Faiq dari Harian Surya dengan judul karya ”Ny. Siami, Si Jujur yang Malah Ajur”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Seni Budaya</p>
<p>•	Teguh Wicaksono dari Majalah National Geographic Traveler dengan judul karya ”Kenanga Pantai Utara”</p>
<p>•	Rustika Herlambang dari Majalah Dewi dengan judul karya ”Mencari Ruh Tari Fajar Satriadi”</p>
<p>•	Delvi Yandra dari Harian Haluan Riau dengan judul karya ”Menarilah Mun, Tegakkan Kepalamu”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Olahraga</p>
<p>•	Adi Prinantyo dari Harian Kompas dengan judul karya ”Senja Temaram Para Legenda”</p>
<p>•	Haorrahman Dwi Saputra dari Harian Surya dengan judul karya ”Hatta Roeslan, Tokoh Olahraga yang Mulai Terlupakan”</p>
<p>•	Eka Prasetya Kusuma Negara dari Harian Radar Bali dengan judul karya ”Sering Dianggap Orang Gila, Tak Ingin Diremehkan Walau Cacat”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bidang Lingkungan</p>
<p>•	Undang Sudrajat dari Harian Pikiran Rakyat dengan judul karya ”Menanam Kesadaran Lewat Sekolah Hijau”</p>
<p>•	Febrianto Budi Anggoro dari LKBN Antara dengan judul karya ”Ping Pong Gajah di Balai Raja”</p>
<p>•	Olivia Lewi Pramesti dari Tabloid Intisari dengan judul karya ”Menteri Kehutanan Gunung Kidul”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>LIPUTAN INVESTIGATIF</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>•	Irawan Santoso dari Majalah Imperium dengan judul karya ”Membongkar Peradilan Sesat Pollycarpus. Mengapa Harus Polly?”</p>
<p>•	Aries Kelana dari Majalah Gatra dengan judul karya ”Jatah Orang Miskin Dimainkan”</p>
<p>•	Eka Januwati dari Majalah Femina dengan judul karya ”Bahaya Obat Palsu Terus Mengintai. Siaga Satu Obat Palsu”</p>
<p>•	Muhlis Suhaeri dari Voice of Human Rights dengan judul karya ”Pembalakan Liar di Kalimantan Barat”</p>
<p>•	Irwan Andri Atmanto dari Majalah Gatra dengan judul karya ”Menelusuri Teka-Teki Pelicin 100 Miliar”</p>
<p>•	Sunudyantoro dari Majalah Tempo dengan judul karya ”Partai Putih di Pusaran Impor Daging”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>*****</p>
<p>Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna</p>
<p>Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna merupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2010 hingga 15 Oktober 2011.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:</p>
<p><strong>PANITIA PENYELENGGARA ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2011</strong></p>
<p>Maverick ? Jl. Balitung III Nomor 8 Kebayoran Baru – Jakarta 12110 ? Tel. (021) 727 898 33 ? Fax. (021) 727 898 34 ?Email: <a href="mailto:aas@maverick.co.id">aas@maverick.co.id</a> ?Blog: http://anugerahadiwarta.org/</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/siaran-pers-5-desember-2011/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/siaran-pers-5-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Finalis Kategori Televisi Anugerah Adiwarta Sampoerna 2011!</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/inilah-finalis-kategori-televisi-anugerah-adiwarta-sampoerna-2011/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=inilah-finalis-kategori-televisi-anugerah-adiwarta-sampoerna-2011</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/inilah-finalis-kategori-televisi-anugerah-adiwarta-sampoerna-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 10:36:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Dewan Juri]]></category>
		<category><![CDATA[aas 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=3819</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini, Anugerah Adiwarta Sampoerna menerima total 100 karya untuk Kategori Televisi, terdiri dari 27 karya TV nasional liputan dokumenter, 19 karya TV nasional liputan investigatif, 37 karya TV lokal liputan dokumenter, dan 17 karya TV lokal liputan investigatif. Dari 100 karya, dewan juri Kategori Televisi AAS 2011 telah memilih total 12 finalis. “Tahun ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ini, Anugerah Adiwarta Sampoerna menerima total 100 karya untuk Kategori Televisi, terdiri dari 27 karya TV nasional liputan dokumenter, 19 karya TV nasional liputan investigatif, 37 karya TV lokal liputan dokumenter, dan 17 karya TV lokal liputan investigatif. Dari 100 karya, dewan juri Kategori Televisi AAS 2011 telah memilih total 12 finalis.</p>
<p>“Tahun ini, karya-karya televisi lokal kualitasnya justru melebihi televisi nasional. Terlihat sekali bahwa lebih ada upaya dari televisi lokal untuk menghasilkan karya-karya berkualitas. Sementara televisi nasional justru kualitasnya menurun, malah berkesan hanya sekadar kejar tayang.” Demikian pendapat umum seluruh juri televisi AAS 2011 ketika melakukan penilaian terhadap seluruh karya yang berlangsung hari ini, 5 Desember 2011.</p>
<p>Inilah daftar nama finalis Kategori Televisi AAS 2011:</p>
<p><strong>Kategori TV Lokal</strong></p>
<p><strong> Liputan Dokumenter</strong></p>
<p>•	Oki Budhi Priambodo dari Kompas TV dengan judul karya “Wulla Poddu”</p>
<p>•	Yoga Nugraha dari Kompas TV dengan judul karya “Trowulan, Pusat Imperium Majapahit”</p>
<p>•	Nima Grafina Sirait dari Daai TV dengan judul karya “Jangan Tinggalkan Mereka”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Liputan Investigatif </strong></p>
<p>•	Veronica Hervy Puspitasari dan Akbar Berno dari Kompas TV dengan judul karya “Surat Miskin bagi yang Tidak Miskin”</p>
<p>•	Widiyaningsih dari Kompas TV dengan judul karya “Hidup di Republik Pungli”</p>
<p>•	Pani Letahit dari Molluca TV dengan judul karya “Menelusuri Jejak Keadilan untuk Sang Jurnalis”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> Kategori TV Nasional</strong></p>
<p><strong>Liputan Dokumenter</strong></p>
<p>•	Rina Rahmadani dan Popo Nurakhman dari Metro TV dengan judul karya “Kartini di Tengah Rimba”</p>
<p>•	Siska Dewi Arini dari TV One dengan judul karya “Cerita Dokter di Perbatasan”</p>
<p>•	Nurul Qoyimah dari Trans 7 dengan judul karya “Sang Juara dari Bantaran Rel”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Liputan Investigatif</strong></p>
<p>•	Johan Heru Wibowo dari Metro TV dengan judul karya “Perang Mafia Tambang”</p>
<p>•	Lukman Achmad Mirza Sudarbo dari TV One dengan judul karya “Di Jual di Negeri Orang”</p>
<p>•	Amanda Valani dan Murianto Djaluis dari Metro TV dengan judul karya “Balada Guru Honorer”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/inilah-finalis-kategori-televisi-anugerah-adiwarta-sampoerna-2011/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2011/12/05/inilah-finalis-kategori-televisi-anugerah-adiwarta-sampoerna-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

