<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Anugerah Adiwarta Sampoerna</title>
	<atom:link href="http://anugerahadiwarta.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anugerahadiwarta.org</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 01:31:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Selamat Jalan, Bang Iful</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/28/selamat-jalan-bang-iful/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/28/selamat-jalan-bang-iful/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 11:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diskusi Soal Media]]></category>

		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>

		<category><![CDATA[kompas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2478</guid>
		<description><![CDATA[Senin pagi (26/7), berita tidak mengenakan memenuhi timeline twitter saya. Beritanya berbunyi: “Wartawan Kompas M. Syaifullah meninggal dunia pagi ini”. Saya memang tidak mengenal bahkan belum pernah mendengar namanya, namun yang saya tahu, kematian Bang Iful, panggilan akrab M. Syaifullah, hingga hari ini masih menyisakan kesedihan dan perbincangan hangat diantara rekan-rekan jurnalis.
Yang menjadikan kematian Bang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/iful-kompas.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2491" title="iful-kompas" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/iful-kompas-300x300.jpg" alt="iful-kompas" width="300" height="300" /></a>Senin pagi (26/7), berita tidak mengenakan memenuhi timeline <em>twitter</em> saya. Beritanya berbunyi: “Wartawan <a href="http://cetak.kompas.com/">Kompas </a>M. Syaifullah meninggal dunia pagi ini”. Saya memang tidak mengenal bahkan belum pernah mendengar namanya, namun yang saya tahu, kematian Bang Iful, panggilan akrab M. Syaifullah, hingga hari ini masih menyisakan kesedihan dan perbincangan hangat diantara rekan-rekan jurnalis.</p>
<p class="MsoNormal">Yang menjadikan kematian Bang Iful ramai diperbincangkan adalah banyak rekan-rekan jurnalis yang melihat kematiannya bukan sebagai sesuatu yang wajar, meskipun pihak kepolisian yang melakukan otopsi telah menyatakan bahwa kematian Bang Iful dikarenakan penyakit yang telah lama dideritanya. Maklumlah, selama bekerja sebagai wartawan, Bang Iful dikenal aktif membuat tulisan investigasi tentang kerusakan alam di Kalimantan, termasuk bisnis ilegal batubara di Kalimantan Timur. Banyak pihak yang menduga bahwa kematiannya terkait dengan tulisan-tulisan yang dibuatnya</p>
<p class="MsoNormal">Terlepas dari semuanya itu benar atau tidak, yang pasti, kepergian Bang Iful bukan hanya sekadar meninggalkan isteri dan dua anaknya serta keluarga yang mencintainya. Saya percaya, kepergian Bang Iful juga telah meninggalkan banyak kenangan dan tulisan-tulisan yang hebat yang pernah dibuatnya semasa hidup. <span> </span>Saya juga percaya, kejadian ini tidak akan menyurutkan, namun justru semakin menghidupkan semangat rekan-rekan jurnalis untuk membuat tulisan-tulisan investigasi yang bertujuan mengungkap kasus-kasus yang selama ini tidak tampak oleh publik.</p>
<p><span>Seluruh panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas kepergian M. Syaifullah. Kami berdoa bahwa keluarga yang ditinggalkan akan diberikan kekuatan. </span></p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/wartawan-kompas-meninggal-tempo-interactive2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2481" title="wartawan-kompas-meninggal-tempo-interactive2" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/wartawan-kompas-meninggal-tempo-interactive2.jpg" alt="wartawan-kompas-meninggal-tempo-interactive2" width="653" height="659" /></a></p>
<p><span><br />
</span></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/07/28/selamat-jalan-bang-iful/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/28/selamat-jalan-bang-iful/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Penulisan Jurnalisme Investigasi AAS Kunjungi Bandung</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/26/workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-kunjungi-bandung/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/26/workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-kunjungi-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 06:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<category><![CDATA[ade armando]]></category>

		<category><![CDATA[investigatif]]></category>

		<category><![CDATA[jurnalisme]]></category>

		<category><![CDATA[kompas.com]]></category>

		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2448</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses di tiga kota sebelumnya, yaitu Medan, Padang, dan Jogjakarta, workshop penulisan jurnalisme investigasi yang diadakan oleh Anugerah Adiwarta Sampoerna kembali akan digelar untuk keempat kalinya dan kali ini kota yang dituju adalah Bandung. Workshop yang ditujukan bagi media cetak dan online tersebut akan diadakan pada tanggal 29 Juli 2010 dan bertempat di Hotel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/handwriting31.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2451" title="handwriting31" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/handwriting31-300x240.jpg" alt="handwriting31" width="300" height="240" /></a>Setelah sukses di tiga kota sebelumnya, yaitu Medan, Padang, dan Jogjakarta, workshop penulisan jurnalisme investigasi yang diadakan oleh Anugerah Adiwarta Sampoerna kembali akan digelar untuk keempat kalinya dan kali ini kota yang dituju adalah Bandung. Workshop yang ditujukan bagi media cetak dan online tersebut akan diadakan pada tanggal 29 Juli 2010 dan bertempat di Hotel Golden Flower.</span></p>
<p class="MsoNormal">Ade Armando, salah satu ahli komunikasi di Indonesia yang juga Juri Semifinal Komunikasi AAS 2010, akan memberikan pelatihan didampingi oleh Tjahjo Sasongko, jurnalis <a href="http://www.kompas.com/">Kompas.Com</a> yang pada AAS tahun lalu salah satu karyanya menjadi pemenang untuk Kategori Cetak/Online Investigatif bidang Olahraga.</p>
<p class="MsoNormal">Tujuan diadakannya workshop ini adalah sebagai bentuk kepedulian AAS untuk mendorong tumbuhnya karya-karya jurnalistik investigasi yang berkualitas baik di media nasional, maupun lokal. “Menurunnya antusiasme penulisan jurnalisme investigatif ini patut disayangkan, apalagi bila ditilik dari betapa besarnya perhatian masyarakat akan dinamika negeri ini serta betapa besarnya potensi media di Indonesia sebagai penggerak pembangunan,” ujar Niken Rachmad, Direktur Komunikasi <a href="http://www.sampoerna.com/">PT HM Sampoerna Tbk</a>.</p>
<p>Beliau melanjutkan, “Oleh karena itu, AAS kini menggelar workshop di lima kota yang khusus menyoroti topik jurnalisme investigatif. Hal ini pertama kalinya kami lakukan sepanjang penyelenggaraan AAS selama lima tahun belakangan sebagai bentuk kepedulian AAS terhadap pertumbuhan karya jurnalistik investigasi berkualitas di tanah air.”</p>
<p>Bagi rekan-rekan jurnalis yang ada di kota Bandung dan sekitarnya, baik media cetak maupun online, kami undang untuk dapat hadir di acara workshop ini. Jika tertarik, silakan kirim email ke <a href="mailto:aas@maverick.co.id">aas@maverick.co.id</a>.</p>
<p>Kami tunggu partisipasi rekan-rekan.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/07/26/workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-kunjungi-bandung/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/26/workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-kunjungi-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tempo Raih Dua Penghargaan di Mochtar Lubis Award</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/23/tempo-raih-dua-penghargaan-di-mochtar-lubis-award/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/23/tempo-raih-dua-penghargaan-di-mochtar-lubis-award/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 08:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2438</guid>
		<description><![CDATA[Media langganan peraih penghargaan untuk karya-karya investigatif di Anugerah Adiwarta Sampoerna, Tempo, kembali menyabet penghargaan lain juga untuk kategori investigatif di ajang Mochtar Lubis Award. Tidak main-main, empat tulisan Tempo masuk menjadi finalis dan dua diantaranya keluar sebagai pemenang untuk Kategori Investigatif dan Kategori Berita terkait Pelayanan Publik.
Masing-masing karya yang menyabet dua penghargaan tersebut berjudul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/logo-mochtar-lubis-award.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2439" title="logo-mochtar-lubis-award" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/logo-mochtar-lubis-award.gif" alt="logo-mochtar-lubis-award" width="200" height="207" /></a>Media langganan peraih penghargaan untuk karya-karya investigatif di Anugerah Adiwarta Sampoerna, <a href="http://www.tempointeraktif.com/">Tempo</a>, kembali menyabet penghargaan lain juga untuk kategori investigatif di ajang <a href="http://www.lspp.org/mochtarlubisaward/">Mochtar Lubis Award</a>. Tidak main-main, empat tulisan Tempo masuk menjadi finalis dan dua diantaranya keluar sebagai pemenang untuk Kategori Investigatif dan Kategori Berita terkait Pelayanan Publik.</p>
<p class="MsoNormal">Masing-masing karya yang menyabet dua penghargaan tersebut berjudul ‘Pondok Bambu Rasa Istana’ pemenang Kategori Liputan Investigasi dan ‘Jebol Fulus di Jalur Busway’ pemenang Kategori Berita terkait Pelayanan Publik.</p>
<p class="MsoNormal">Menurut Bagja Hidayat, salah seorang jurnalis Tempo, keempat tulisan yang masuk sebagai finalis ditulis oleh tim yang terdiri dari 4 orang, yaitu: Bagja Hidayat, Muchamad Nafi, Iliawati, dan Budi Riza. Namun, karena ajang tersebut hanya memperbolehkan satu jurnalis untuk mengirim satu karya, maka keempat karya dikirim menggunakan masing-masing nama jurnalis. “<a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/07/22/brk,20100722-265647,id.html">Yang menang adalah karya ‘Pondok Bambu Rasa Istana’ </a>yang menggunakan nama Muhammad Nafi dan karya ‘Jebol Fulus di Jalur Busway’ yang menggunakan nama Budi Riza,” ujar Bagja, jurnalis yang juga beberapa kali memenangkan penghargaan kategori liputan investigatif di Anugerah Adiwarta Sampoerna.</p>
<p class="MsoNormal">Lalu, apakah arti dari penghargaan-penghargaan yang diperoleh bagi Tempo sendiri? “Penghargaan yang diperoleh merupakan sumbangsih Tempo bagi kemajuan jurnalistik di tanah air,” ujar Bagja. “Sebagai <span> </span>media yang memiliki semboyan ‘<em>Go Investigasi’</em>, Tempo senantiasa berusaha menghasilkan karya-karya investigasi yang bermutu dengan memenuhi standar, prosedur, dan kode etik yang telah ditetapkan, termasuk senantiasa mengandalkan cek dan ricek serta verifikasi data. Kami berharap, standar yang sudah bagus ini paling tidak dapat menular ke rekan-rekan jurnalis lain yang ada di majalah Tempo, namun kalau dapat menular ke rekan jurnalis yang ada di media lain, <em>Alhamdulillah</em>,” tambahnya.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/tempo-sabet-dua-penghargaan-mochtar-lubis1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2442" title="tempo-sabet-dua-penghargaan-mochtar-lubis1" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/tempo-sabet-dua-penghargaan-mochtar-lubis1.jpg" alt="tempo-sabet-dua-penghargaan-mochtar-lubis1" width="654" height="588" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/07/23/tempo-raih-dua-penghargaan-di-mochtar-lubis-award/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/23/tempo-raih-dua-penghargaan-di-mochtar-lubis-award/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AAS Gelar Workshop TV Pertama di Surabaya</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/06/aas-gelar-workshop-tv-pertama-di-surabaya/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/06/aas-gelar-workshop-tv-pertama-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 09:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2425</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pertamakalinya, Anugerah Adiwarta Sampoerna menggelar workshop bagi jurnalis televisi dengan tema “Membuat Karya Televisi yang Berkualitas”. Workshop ini terutama bertujuan untuk mendorong jurnalis televisi untuk dapat menghasilkan karya televisi yang berkualitas.
Pada penyelenggaraan pertamanya, AAS akan mengunjungi Surabaya pada hari Kamis, 8 Juli 2010 dan menampilkan Marselli Sumarno, seorang kritikus dan penulis skenario film yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/cameraman.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2428" title="cameraman" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/cameraman-213x300.jpg" alt="cameraman" width="213" height="300" /></a>Untuk pertamakalinya, Anugerah Adiwarta Sampoerna menggelar workshop bagi jurnalis televisi dengan tema “Membuat Karya Televisi yang Berkualitas”. Workshop ini terutama bertujuan untuk mendorong jurnalis televisi untuk dapat menghasilkan karya televisi yang berkualitas.</p>
<p>Pada penyelenggaraan pertamanya, AAS akan mengunjungi Surabaya pada hari Kamis, 8 Juli 2010 dan menampilkan Marselli Sumarno, seorang kritikus dan penulis skenario film yang juga salah satu anggota Komite Film Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Sejak AAS 2009, Marselli telah duduk di deretan kursi juri-juri AAS untuk karya televisi berdampingan dengan Arswendo Atmowiloto, George Kamarullah, dan Bambang Harimurty.</p>
<p>Acara workshop yang digelar di Hotel Mercure, Surabaya, mengundang jurnalis televisi baik dari stasiun televisi nasional maupun lokal yang ada di Surabaya dan kota-kota sekitarnya. “Workshop ini diadakan gratis bagi jurnalis televisi yang ada di kota Surabaya dan sekitarnya sebagai bentuk kepedulian AAS untuk mendorong tumbuhnya karya televisi yang berkualitas,” ujar Meta Rostiawati, External Relations Manager PT HM Sampoerna Tbk.</p>
<p>Kegiatan workshop sendiri akan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dibuka dengan acara diskusi bersama pembicara dan seluruh peserta serta perwakilan dari PT HM Sampoerna Tbk. Setelah diskusi, seluruh peserta akan memasuki ruangan workshop untuk mengikuti kegiatan.<br />
Bagi rekan-rekan jurnalis televisi yang berada di Surabaya dan kota-kota sekitarnya, silakan hadir pada acara workshop ini dengan cara mendaftarkan diri pada email AAS: aas@maverick.co.id.<br />
Kami tunggu kehadiran rekan-rekan.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/07/06/aas-gelar-workshop-tv-pertama-di-surabaya/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/06/aas-gelar-workshop-tv-pertama-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Putusan PK Mahkamah Agung Pelajaran bagi Pers</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/putusan-pk-mahkamah-agung-pelajaran-bagi-pers/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/putusan-pk-mahkamah-agung-pelajaran-bagi-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 07:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogger Tamu]]></category>

		<category><![CDATA[jurnalisme]]></category>

		<category><![CDATA[pers]]></category>

		<category><![CDATA[time]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2400</guid>
		<description><![CDATA[Ketetapan Mahkamah Agung—yang membenarkan konstruksi laporan majalah Time edisi Asia—dalam putusan peninjauan kembali perkara gugatan pencemaran nama baik dari almarhum mantan presiden Soeharto bukan hanya dapat menjadi rujukan bagi para penegak hukum dalam menghadapi kasus-kasus yang serupa pada masa depan. Melainkan, juga merupakan pelajaran yang penting bagi pers tentang karya jurnalistik seperti apa yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="FI"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/ladyjustice1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2402" title="ladyjustice1" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/ladyjustice1-150x150.jpg" alt="ladyjustice1" width="150" height="150" /></a>Ketetapan Mahkamah Agung—yang membenarkan konstruksi laporan majalah <em>Time</em> edisi Asia—dalam putusan peninjauan kembali perkara gugatan<span> pencemaran nama baik dari</span> almarhum mantan presiden Soeharto bukan hanya dapat menjadi rujukan bagi para penegak hukum dalam menghadapi kasus-kasus yang serupa pada masa depan. Melainkan, juga merupakan pelajaran yang penting bagi pers tentang karya jurnalistik seperti apa yang lebih dihargai oleh para penegak hukum.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Putusan tiga anggota Majelis Hakim Peninjauan Kembali, yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Harifin A. Tumpa, dalam sidang 16 April 2009 menyatakan bahwa laporan hasil peliputan para wartawan <em>Time</em> tentang kekayaan keluarga H.M. Soeharto tidak melanggar prinsip kode etik pers sehingga tidak memenuhi unsur perbuatan melawan hukum. <span>Karya jurnalistik yang digugat ini dimuat sebagai liputan utama <em>(cover story)</em> <em>Time</em> edisi</span> Asia 24 Mei 1999 berjudul &#8220;Soeharto Inc. – How Indonesia’s Longtime Boss Built a Family Fortune&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Putusan peninjauan kembali ini, dengan demikian, membatalkan putusan kasasi Majelis Hakim Agung, yang diketuai oleh <span>Ketua Muda Mahkamah Agung Bidang Militer, Mayor Jenderal (purnawirawan) German Hoediarto. Putusan kasasi itu </span>memenangkan gugatan Soeharto<span> hampir dua tahun sebelumnya, pada 30 Agustus 2007</span>. <span>Terbitan pers Amerika Serikat ini dalam ketetapan kasasi harus membayar ganti rugi immaterial senilai satu triliun rupiah serta meminta maaf melalui tiga kali publikasi di media pers cetak Indonesia dan beberapa edisi <em>Time</em>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Putusan kasasi Mahkamah Agung itu sangat merisaukan bagi para pendukung kebebasan pers dan demokrasi. Malahan membingungkan<span> karena substansi ketetapan hukum itu mengandung pola pikir yang menyimpang dari paradigma sejumlah putusan yang serupa pada masa-masa sebelumnya, baik di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi maupun di Mahkamah Agung.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Kajian Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBHPers) dalam buku <em>Hasil Eksaminasi Publik Perkara Perdata Soeharto vs Time, Inc.</em>, yang diterbitkan tahun 2008, mencatat bahwa putusan kasasi yang memenangkan gugatan Soeharto menyimpang dari konsistensi visi para hakim selama ini dalam menilai makna karya jurnalistik </span><span lang="FI">yang dipublikasikan oleh media pers. Walaupun, mungkin ketetapan kasasi itu tidak akan mengherankan seandainya ada argumentasi baru yang sedemikian kuat sehingga mampu melumpuhkan rasionalitas pandangan para hakim selama ini tentang arti karya jurnalistik bagi kepentingan umum agar publik memperoleh informasi yang seluas-luasnya dan dapat mempertukarkan pendapat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Menurut putusan kasasi itu, ”gambar dan tulisan dalam majalah <em>Time</em> Edisi Asia tanggal 24 Mei 1999 Vol. 153 No. 20 &#8230; telah tersiar secara luas, dan telah ternyata melampaui batas kepatutan, ketelitian dan sikap hati-hati, sehingga sebagai perbuatan melawan hukum yang mencemarkan nama baik dan kehormatan Penggugat sebagai Jenderal Besar TNI (Purnawirawan) dan mantan Presiden RI &#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><strong><span lang="FI">Meluruskan Penyimpangan </span></strong><strong><span lang="FI">Visi dan Paradigma Para Hakim</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Dengan dikabulkannya peninjauan kembali perkara ini, yang membenarkan konstruksi penyajian karya jurnalistik <em>Time</em>, maka penyimpangan visi dan paradigma para hakim selama ini tentang standar jurnalistik profesional sekarang diluruskan kembali oleh Majelis Hakim Agung yang berbeda dalam lembaga yang sama.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Mahkamah Agung pada akhirnya mendukung pandangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bahwa laporan <em>Time</em> tentang kekayaan Soeharto sudah memenuhi tuntutan kode etik jurnalistik yang mensyaratkan objektivitas dan keberimbangan. Karena itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diketuai oleh Sihol Sitompul, dalam putusannya pada 6 Juni 2000 menolak gugatan ini. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Tiga hakim di pengadilan itu mengutarakan bahwa berita utama <em>Time</em> edisi Asia ini selain menyajikan tulisannya berdasarkan bahan-bahan yang diperoleh dari sumber-sumbernya sendiri, juga sudah berusaha mengonfirmasikan berita itu kepada pihak yang dilibatkan dalam pemberitaan ini. Hanya saja, baik Soeharto maupun anak-anaknya yang menjadi objek pemberitaan ini tidak menanggapi permintaan para wartawan majalah itu untuk mewawancarai mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Akan tetapi, walaupun gagal ketika meminta klarifikasi kepada keluarga Soeharto, <em>Time</em> masih berusaha menghubungi dan dapat mewawancarai dua pengacara mereka, O.C. Kaligis dan Juan Felix Tampubolon. Para hakim mengatakan bahwa kedua pengacara itu &#8220;menurut hukum dapat dianggap bertindak untuk dan atas nama serta mewakili kepentingan penggugat (Soeharto).&#8221; Oleh karena itu, para hakim menganggap keterangan kedua pengacara yang dikutip majalah ini sudah memadai untuk mewakili Soeharto dan keluarganya. <em>Time</em>, misalnya, mengutip keterangan Kaligis tentang bantahan Soeharto terhadap sangkaan bahwa ia memiliki dan memindahkan uang sejumlah US$9 juta dolar dari suatu bank di Swiss ke bank yang lain di Austria. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Ketiga hakim itu berpendapat bahwa berita ini mungkin tetap perlu disiarkan demi kepentingan umum, lebih-lebih bila menyangkut seorang tokoh publik (<em>public figure</em>) yang harus mempertanggungjawabkan tindakannya kepada masyarakat. </span><span lang="SV">Umpamanya, masyarakat perlu mengetahui kebenaran di balik tuduhan bahwa Soeharto selama 32 tahun masa pemerintahannya telah menyalahgunakan kekuasaan dan, bersama keluarganya, terlibat dalam korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Para hakim itu menegaskan bahwa tokoh publik, seperti mantan presiden Soeharto, &#8220;harus terbuka untuk menerima penilaian dari masyarakat.&#8221; Media massa, kata mereka, &#8220;biasanya merupakan saluran yang paling relevan&#8221; untuk mewakili masyarakat karena memiliki &#8220;ciri yang disebut publisitas, terbuka untuk umum.&#8221; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Para hakim itu mengatakan bahwa &#8220;tugas pemerintah untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN tidak akan mungkin tercapai apabila tidak didukung oleh peran serta masyarakat, terutama dunia pers, dengan memberikan informasi.&#8221; Informasi itu dapat berupa dugaan adanya praktik-praktik KKN atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan, terutama, oleh pejabat negara, keluarga, dan kroninya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini diperkuat oleh putusan Pengadilan Tinggi Jakarta pada 16 Maret 2001. </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Pelajaran Penting bagi Pers</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Bila dicermati, maka pertimbangan yang membenarkan publikasi hasil peliputan <em>Time,</em> baik dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat maupun dalam putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung, bukanlah tanpa syarat. Keduanya mensyaratkan karya jurnalistik yang sejalan dengan kode etik jurnalistik, dengan melakukan peliputan terhadap semua pihak yang dilibatkan dalam suatu pemberitaan. Dengan demikian, laporan itu mengandung keadilan atau <em>fairness,</em> dan akurasi pemberitaan ini dapat lebih mendekati kebenaran karena memuat informasi dari semua pihak yang terlibat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mahkamah Agung bahkan mensiratkan penghargaan kepada pemuatan ”hak jawab” para pengacara Soeharto—yang secara serentak ditampilkan dalam satu edisi bersama-sama informasi yang diperoleh para wartawan <em>Time </em>dari para narasumber yang lain. ”Hak jawab” seperti ini dalam istilah jurnalistik lebih lazim disebut ”klarifikasi” karena hak jawab adalah reaksi subjek berita yang biasanya barulah dipublikasikan dalam edisi berikut. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dengan memuat ”hak jawab” atau ”klarifikasi” pada edisi yang sama dengan penampilan berita awal, dan bukan menyajikannya pada edisi berikut, maka publik lebih dapat memahami seluruh persoalan secara komprehensif, bukan sepotong-sepotong. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dari kedua putusan ini, baik dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat maupun dari Mahkamah Agung, pers mendapat pelajaran yang penting tentang konstruksi karya jurnalistik yang lebih dihargai oleh para penegak hukum. </span></p>
<p class="MsoNormal" align="right"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><span lang="SV">ATMAKUSUMAH ASTRAATMADJA </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;">Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan  ketua Dewan Pengurus Voice of Human Rights (VHR) News Centre di Jakarta</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: left;"><strong><span lang="EN-US"><em>Versi lebih singkat dimuat Kompas, 28 April 2009, halaman 7</em></span></strong></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/putusan-pk-mahkamah-agung-pelajaran-bagi-pers/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/putusan-pk-mahkamah-agung-pelajaran-bagi-pers/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>“Kebebasan pers adalah landasan tempat penulisan laporan penyidikan berpijak”</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/%e2%80%9ckebebasan-pers-adalah-landasan-tempat-penulisan-laporan-penyidikan-berpijak%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/%e2%80%9ckebebasan-pers-adalah-landasan-tempat-penulisan-laporan-penyidikan-berpijak%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 06:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<category><![CDATA[AAS]]></category>

		<category><![CDATA[asrori karni]]></category>

		<category><![CDATA[atmakusumah]]></category>

		<category><![CDATA[gudeg.net]]></category>

		<category><![CDATA[jogjakarta]]></category>

		<category><![CDATA[jurnalisme investigasi]]></category>

		<category><![CDATA[kedaulatan rakyat]]></category>

		<category><![CDATA[radar jogja]]></category>

		<category><![CDATA[workshop jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2386</guid>
		<description><![CDATA[“Liputan investigasi semata-mata ditujukan untuk kepentingan umum yaitu membongkar keburukan agar berubah menjadi kebaikan. Oleh sebab itu, landasan penulisan laporan penyidikan adakan kebebasan pers.” Itulah sekelumit pernyataan yang disampaikan Atmakusumah, mantan ketua Dewan Pers yang juga Juri Final Jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010 ketika memberikan materi pada kegiatan workshop AAS yang berlangsung di Jogjakarta hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>“Liputan investigasi semata-mata ditujukan untuk kepentingan umum yaitu membongkar keburukan agar berubah menjadi kebaikan. Oleh sebab itu, landasan penulisan laporan penyidikan adakan kebebasan pers.” Itulah sekelumit pernyataan yang disampaikan Atmakusumah, mantan ketua Dewan Pers yang juga Juri Final Jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010 ketika memberikan materi pada kegiatan workshop AAS yang berlangsung di Jogjakarta hari Rabu (30/6).</span></p>
<p class="MsoNormal">Dihadiri oleh 14 jurnalis dari 9 media Jogjakarta, diantaranya Kedaulatan Rakyat, Radar Jogja, Harian Jogja, Koran Merapi, Harian Joglosemar, dan Gudeg.Net, workshop tersebut merupakan kali ketiga dari rangkaian workshop untuk media cetak dan online AAS yang rencananya akan digelar di 5 kota, yaitu Medan, Padang, Jogjakarta, Bandung, dan Makasar.</p>
<p class="MsoNormal">Antusiasme ditunjukkan oleh sebagian besar peserta mulai dari acara diskusi yang diadakan sebelum acara workshop hingga acara workshop selesai. Hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan respon yang diberikan oleh peserta workshop kepada kedua pembicara, Atmakusumah yang didampingi oleh Asrori Karni, jurnalis Gatra. Tidak sedikit juga peserta yang mewawancarai Atmakusumah untuk keperluan pemberitaan di media mereka mengingat Atmakusumah adalah salah satu tokoh senior pers Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal">Asrori, sebagai salah satu perwakilan dari pemenang AAS, selain membagi pengalamannya dalam menulis karya jurnalistik investigasi dan ikut AAS, juga mendorong peserta untuk mengikuti AAS. “Dengan mengikuti AAS, kita bisa mengukur kemampuan kita sebagai seorang jurnalis dan ini penting sekali bagi kita,” ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal">Acara workshop kemudian ditutup dengan berfoto bersama seluruh peserta dengan pembicara. Terima kasih buat rekan-rekan jurnalis Jogjakarta yang sudah mau hadir di acara workshop AAS kemarin.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/workshop-jogja12.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2393" title="workshop-jogja12" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/workshop-jogja12-300x225.jpg" alt="workshop-jogja12" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/workshop-jogja31.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2394" title="workshop-jogja31" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/07/workshop-jogja31-300x225.jpg" alt="workshop-jogja31" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/%e2%80%9ckebebasan-pers-adalah-landasan-tempat-penulisan-laporan-penyidikan-berpijak%e2%80%9d/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/07/05/%e2%80%9ckebebasan-pers-adalah-landasan-tempat-penulisan-laporan-penyidikan-berpijak%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Testimoni Peserta Workshop AAS 2010 - Padang</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/29/testimoni-peserta-workshop-aas-2010-padang/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/29/testimoni-peserta-workshop-aas-2010-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 08:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nenave</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2382</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="350" height="275" data="http://www.youtube.com/v/1CQvKqeS53A&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/1CQvKqeS53A&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/06/29/testimoni-peserta-workshop-aas-2010-padang/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/29/testimoni-peserta-workshop-aas-2010-padang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Penulisan AAS Kunjungi Jogjakarta</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/28/workshop-penulisan-aas-kunjungi-jogjakarta/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/28/workshop-penulisan-aas-kunjungi-jogjakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 03:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diskusi Soal Media]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<category><![CDATA[AAS]]></category>

		<category><![CDATA[asrori karni]]></category>

		<category><![CDATA[atmakusumah]]></category>

		<category><![CDATA[gatra]]></category>

		<category><![CDATA[jurnalistik investigasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2372</guid>
		<description><![CDATA[Menyusul kesuksesan pelaksanaan workshop bertema “Penulisan Jurnalisme Investigatif” yang diselenggarakan oleh Anugerah Adiwarta Sampoerna di kota Medan dan Padang, kali ini tim AAS akan mengunjungi kota Jogjakarta pada tanggal 30 Juni 2010.
Bertujuan untuk mendorong tumbuhnya karya-karya jurnalistik investigasi di kalangan jurnalis tanah air, workshop ketiga ini akan menyuguhkan pembicara yang sudah sangat terkenal di kalangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/typewriter4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2373" title="typewriter4" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/typewriter4-300x240.jpg" alt="typewriter4" width="300" height="240" /></a>Menyusul kesuksesan pelaksanaan workshop bertema “Penulisan Jurnalisme Investigatif” yang diselenggarakan oleh Anugerah Adiwarta Sampoerna di kota Medan dan Padang, kali ini tim AAS akan mengunjungi kota Jogjakarta pada tanggal 30 Juni 2010.</p>
<p class="MsoNormal">Bertujuan untuk mendorong tumbuhnya karya-karya jurnalistik investigasi di kalangan jurnalis tanah air, workshop ketiga ini akan menyuguhkan pembicara yang sudah sangat terkenal di kalangan jurnalis Indonesia, Atmakusumah Astraatmaja, mantan wartawan senior, yang untuk tahun ini bersedia menjadi Juri Final Jurnalistik AAS 2010. Beliau akan didampingi oleh Asrori Karni, jurnalis dari Majalah Berita Mingguan Gatra yang pada AAS 2009 lalu berhasil menggondol, tidak tanggung-tanggung, 3 penghargaan sekaligus, yaitu Kategori Liputan Investigatif dan Kemanusiaan bidang Politik, serta Liputan Kemanusiaan bidang Hukum.</p>
<p class="MsoNormal">Berlangsung di Hotel Santika Jogjakarta, workshop tidak hanya sekadar memberikan informasi mengenai perkembangan jurnalistik investigasi di tanah air, namun juga akan memberikan tips-tips yang praktis bagaimana seorang jurnalis dapat menghasilkan karya jurnalistik investigasi yang baik langsung dari ahlinya. “Ini merupakan kali pertama AAS mengadakan workshop penulisan. Hal ini kami lakukan seagai bentuk kepedulian AAS terhadap pertumbuhan karya jurnalistik investigasi berkualitas di tanah air,” ujar Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk.</p>
<p class="MsoNormal">Pada penyelenggaraan workshop di kota Padang, tidak kurang dari 15 jurnalis hadir mewakili 10 media, baik cetak maupun online, yang ada di kota tersebut. Hal ini menunjukkan betapa besar antusiasme rekan-rekan jurnalis di kota Padang terhadap penulisan karya jurnalistik investigasi. “Kami yakin antusiasme yang sama akan ditunjukkan oleh rekan-rekan jurnalis Jogjakarta,” ujar Niken.</p>
<p class="MsoNormal">Sugeng pinanggih wonten ing workshop AAS.. (Sampai berjumpa di workshop AAS)</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/06/28/workshop-penulisan-aas-kunjungi-jogjakarta/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/28/workshop-penulisan-aas-kunjungi-jogjakarta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jurnalisme Investigasi adalah Induk dari Jurnalistik</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/17/jurnalisme-investigasi-adalah-induk-dari-jurnalistik-sebuah-catatan-dari-workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-2010/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/17/jurnalisme-investigasi-adalah-induk-dari-jurnalistik-sebuah-catatan-dari-workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 04:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<category><![CDATA[AAS]]></category>

		<category><![CDATA[Bagja Hidayat]]></category>

		<category><![CDATA[jurnalisme investigasi]]></category>

		<category><![CDATA[Padang]]></category>

		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<category><![CDATA[yosep adi prasetyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2358</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu, kota Padang terasa begitu cerah ketika pesawat kami menyentuh landasan Bandar Udara Internasional Minangkabau. Meski hari masih pagi, namun suasana bandara sudah cukup ramai dipenuhi oleh orang-orang yang akan bepergian keluar kota. Berangkat bersama saya hari itu, Yosep Adi Prasetyo, atau yang kerap dipanggil Stanley, mantan wartawan senior yang saat ini menjabat sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Pagi itu, kota Padang terasa begitu cerah ketika pesawat kami menyentuh landasan Bandar Udara Internasional Minangkabau. Meski hari masih pagi, namun suasana bandara sudah cukup ramai dipenuhi oleh orang-orang yang akan bepergian keluar kota. Berangkat bersama saya hari itu, Yosep Adi Prasetyo, atau yang kerap dipanggil Stanley, mantan wartawan senior yang saat ini menjabat sebagai anggota Komnas HAM dan juga Juri Semifinal Jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna, serta Bagja Hidayat, jurnalis Majalah Tempo, pemenang 2 kategori liputan investigatif AAS 2009. Keduanya akan bertindak sebagai pemberi materi dalam kegiatan workshop penulisan bertema “Penulisan Jurnalisme Investigatif” yang diselenggarakan oleh Anugerah Adiwarta Sampoerna. Padang adalah kota kedua dalam rangkaian penyelenggaraan workshop AAS yang rencananya akan berlangsung di 5 kota: Medan, Padang, Jogjakarta, Surabaya, dan Makasar.</span></p>
<p class="MsoNormal">Acara yang dihadiri oleh 15 jurnalis dari 10 media berbeda di Sumatera Barat pagi itu diawali dengan diskusi media, menghadirkan kedua pembicara workshop didampingi oleh Mochammad Yoso, perwakilan dari PT HM Sampoerna Tbk. Obrolan hangat membahas seputar kegiatan AAS, perubahan-perubahan apa saja yang ada di AAS 2010, dan bagaimana rekan-rekan jurnalis di Padang selama ini sudah cukup aktif terlibat dalam AAS. Panitia mencatat beberapa nama jurnalis “langganan” AAS, bahkan dari kali pertama ajang penghargaan ini diselenggarakan.</p>
<p class="MsoNormal">Topik lain, tentu saja, soal pandangan rekan-rekan mengenai penulisan investigasi. Kendala terbesar selama ini dalam menulis liputan investigasi biaya. Liputan investigasi tidak terlepas dari biaya yang cukup tinggi karena, berbeda dengan liputan biasa, proses pencarian berita yang mendalam dan panjang sangat berperan bagi liputan investigasi, dan ini tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.</p>
<p class="MsoNormal">Merespon masalah ini, Stanley memberi contoh salah seorang jurnalis dari Borneo Tribun, Muhlis Suhaeri, yang pernah melakukan liputan investigasi menggunakan biaya sendiri. Liputan yang ditulisnya selama 18 hari berturut-turut di medianya, membuahkan hasil cemerlang. Dia berhasil memenangkan penghargaan Mochtar Lubis Award dan juga Anugerah Adiwarta Sampoerna. Intinya, menurut Stanley, jangan pernah membatasi diri kita untuk menulis karena, kembali lagi, tugas jurnalis adalah menyampaikan informasi bagi kepentingan publik.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah hampir 2 jam, diskusi terpaksa harus dihentikan karena akan dilanjutkan dengan makan siang dan workshop. Sekitar pukul 1 siang, workshop dimulai dengan materi yang disampaikan oleh Stanley. Dalam salah satu pemaparannya, Stanley menyampaikan bahwa jurnalisme investigasi adalah induk dari jurnalistik itu sendiri. “Dalam jurnalisme investigasi, dibutuhkan usaha yang jauh lebih besar ketimbang tulisan jurnalistik lainnya,” ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal">Pemaparan Stanley sangat informatif, berisi bukan hanya teori-teori, namun juga tips-tips bagaimana mencari berita dalam penulisan jurnalisme investigasi melalui cerita-cerita pengalaman beliau ketika sebagai jurnalis. Pemaparan tersebut kemudian juga ditunjang oleh <em>sharing</em> pengalaman Bagja selama lebih kurang 10 tahun ia bekerja sebagai jurnalis di Tempo. Bagja juga bercerita bagaimana Tempo akhirnya muncul dengan dua tulisan investigasi yang membawanya menang di AAS tahun lalu.</p>
<p class="MsoNormal">Selesai workshop, hampir sebagian jurnalis yang hadir mengatakan bahwa mereka puas dengan hasil workshop hari itu. Tidak jarang juga diantaranya yang sudah mulai ‘gatal’ untuk langsung segera mempraktekkan apa yang mereka dapat.</p>
<p class="MsoNormal">Terima kasih rekan-rekan jurnalis di Padang atas sambutannya yang hangat. Kami tunggu karya Anda di AAS 2010.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/diskusi-media11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2362" title="diskusi-media11" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/diskusi-media11-300x224.jpg" alt="diskusi-media11" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/workshop1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2363" title="workshop1" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/workshop1-300x224.jpg" alt="workshop1" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/workshop2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2364" title="workshop2" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/workshop2-300x224.jpg" alt="workshop2" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/workshop3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2365" title="workshop3" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/06/workshop3-300x224.jpg" alt="workshop3" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/06/17/jurnalisme-investigasi-adalah-induk-dari-jurnalistik-sebuah-catatan-dari-workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-2010/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/17/jurnalisme-investigasi-adalah-induk-dari-jurnalistik-sebuah-catatan-dari-workshop-penulisan-jurnalisme-investigasi-aas-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Penulisan AAS II Kunjungi Padang</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/11/workshop-penulisan-aas-ii-kunjungi-padang/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/11/workshop-penulisan-aas-ii-kunjungi-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 09:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=2352</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka sosialisasi kegiatan AAS, tiap tahunnya panitia melakukan kegiatan roadshowke beberapa daerah di Indonesia. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, panitia akan memberikan pelatihan jurnalistik kepada rekan-rekan jurnalis di daerah.
Tema seluruh rangkaian pelatihan adalah “Penulisan Jurnalisme Investigatif” sebagai bentuk kepedulian AAS untuk peningkatan kualitas dan kuantitas tulisan-tulisan investigatif jurnalisme di media massa. Yang akan memberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Dalam rangka sosialisasi kegiatan AAS, tiap tahunnya panitia melakukan kegiatan <em>roadshow</em>ke beberapa daerah di Indonesia. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, panitia akan memberikan pelatihan jurnalistik kepada rekan-rekan jurnalis di daerah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tema seluruh rangkaian pelatihan adalah “Penulisan Jurnalisme Investigatif” sebagai bentuk kepedulian AAS untuk peningkatan kualitas dan kuantitas tulisan-tulisan investigatif jurnalisme di media massa. Yang akan memberikan pelatihan adalah juri-juri cetak/online AAS 2010, diantaranya Atmakusumah, Ade Armando, Yoseph Adi Prasetyo, dan Seno Gumira. Selain juri, panitia juga akan mengundang rekan-rekan jurnalis yang karyanya pernah menang di AAS.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam penyelenggaraan keduanya, panitia AAS dan PT HM Sampoerna Tbk. akan mengunjungi kota Padang pada tanggal 16 Juni 2010 bertempat di Hotel Best Western Premiere Basko yang berada di jalan Prof. Dr. Hamka No. 2A, Padang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sebagai pemberi materi pada workshop II ini adalah Yosep Adi Prasetyo, salah satu pendiri ISAI (Institut Studi Arus Informasi) dan juga anggota Komnas HAM yang saat ini menjabat sebagai Juri Semifinal bidang Jurnalistik AAS 2010 didampingi oleh Asrori Karni dari Majalah Gatra, pemenang tiga penghargaan sekaligus untuk kategori investigatif bidang politik dan kategori kemanusiaan masing-masing untuk bidang hukum dan politik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Diharapkan, pengalaman serta pengetahuan yang diberikan oleh AAS dapat mendorong rekan-rekan jurnalis untuk ikut serta dalam ajang penganugerahaan AAS 2010 serta dapat menghasilkan karya-karya investigasi yang bermanfaat bagi masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jika Anda tertarik untuk hadir dalam workshop ini, silakan hubungi kami atau kirim email ke <a href="mailto:aas@maverick.co.id"><span>aas@maverick.co.id</span></a></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/06/11/workshop-penulisan-aas-ii-kunjungi-padang/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/06/11/workshop-penulisan-aas-ii-kunjungi-padang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
