<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Anugerah Adiwarta Sampoerna</title>
	<atom:link href="http://anugerahadiwarta.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anugerahadiwarta.org</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 04:27:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hari Pers Nasional di Mata Jurnalis</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-di-mata-jurnalis/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-di-mata-jurnalis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 04:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diskusi Soal Media]]></category>

		<category><![CDATA[Bagja Hidayat]]></category>

		<category><![CDATA[Dahono Fitrianto]]></category>

		<category><![CDATA[Edy Can]]></category>

		<category><![CDATA[Hari Pers Nasional 2010]]></category>

		<category><![CDATA[hendri firzani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1841</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional yang peringatannya  dipusatkan di Palembang, Sumatera Selatan. Serangkaian agenda telah disiapkan untuk program tahun ini, diantaranya penandatanganan ratifikasi perusahaan pers, standar kompetensi wartawan, kode etik jurnalistik, dan standar perlindungan wartawan.
Organisasi jurnalistik yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta kalangan masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional yang peringatannya  dipusatkan di Palembang, Sumatera Selatan. Serangkaian agenda telah disiapkan untuk program tahun ini, diantaranya penandatanganan ratifikasi perusahaan pers, standar kompetensi wartawan, kode etik jurnalistik, dan standar perlindungan wartawan.</p>
<p>Organisasi jurnalistik yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta kalangan masyarakat pers lainnya berharap bahwa dengan <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/28/02522953/perusahaan.pers.didorong.untuk.ratifikasi.standar">penandatanganan ratifikasi perusahaan pers</a> tersebut, perusahaan-perusahaan pers akan semakin profesional. Selain itu, publik juga akan lebih mudah mengenal media mana saja yang memenuhi standar dan mana yang tidak.</p>
<p>Agenda lain sebagai rangkaian acara peringatan adalah <a href="http://inilah.com/news/read/politik/2010/01/27/309172/sambut-hari-pers-nasional-sby-jadi-dosen-jurnalistik/http://inilah.com/news/read/politik/2010/01/27/309172/sambut-hari-pers-nasional-sby-jadi-dosen-jurnalistik/">pembukaan Sekolah Jurnalistik Indonesia</a> di Jakarta, Semarang, Makasar, Samarinda, Palembang, dan Pekanbaru. Sekolah jurnalistik ini juga dibuat dalam rangka meningkatkan standar kompetensi wartawan seluruh Indonesia.</p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/02/picture-12.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1842" title="picture-12" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/02/picture-12.png" alt="picture-12" width="512" height="310" /></a></p>
<p>Terkait dengan peringatan Hari Pers Nasional, kami menanyakan beberapa rekan jurnalis mengenai pendapat mereka. Dan inilah hasil perbincangan kami:</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>BAGJA HIDAYAT (TEMPO)</strong></span></p>
<p><strong>Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?</strong><br />
Tahu. Cuma kalau menurut saya, perlu ada koreksi. Tanggal 9 Februari itu ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN) kan karena bertepatan dengan deklarasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) (PWI didirikan pada tanggal 9 Februari  1946 dan HPN pertama kali dirayakan pada tanggal 9 Februari 1985 – red). Seharusnya, HPN itu dirayakan bertepatan dengan lahirnya koran Medan Prijaji, sebagai koran pertama yang diterbitkan oleh pribumi di Indonesia. Itu kayaknya yang sekarang lagi diperjuangkan sama AJI yaitu buat mengkoreksi tanggal peringatan HPN. (Medan Prijaji adalah surat kabar yang terbit di Bandung tahun 1907. Medan Prijaji dianggap sebagai surat kabar pertama Indonesia, sebab mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli. Surat kabar ini didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo. Medan Prijaji menjadi koran pertama dikelola pribumi dengan uang dan perusahaan sendiri. Medan Prijaji berbahasa Melayu, terbit pertama kali pada Januari 1907 – wikipedia)</p>
<p><strong>Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?</strong><br />
Secara pribadi nggak ada ya. Cuma ya kayak hari-hari peringatan pada umumnya aja,  kayak hari Sumpah Pemuda, 17 Agustus, Pendidikan Nasional. Di kantor juga gak ada perayaan apa-apa tuh. Biasa aja kok semuanya..hehehe.</p>
<p><strong>Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?</strong><br />
Menurut saya, pers saat ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan meningkatnya persaingan diantara media, bisa menjadi introspeksi tersendiri terhadap media masing-masing. Ajang-ajang perlombaan, seperti Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) juga penting keberadaannya untuk meningkatkan persaingan diantara jurnalis dan media. Dengan adanya persaingan, maka kualitas jurnalis dan media dalam menyajikan berita akan semakin baik. Yang beruntung dalam hal ini adalah publik. Publik menerima persaingan ini dalam bentuk semakin membaiknya kualitas pemberitaan yang mereka terima.<br />
Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?<br />
Agar kualitas pers lebih baik sehingga mampu menyajikan liputan yang mendalam serta berita yang baik.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>HENDRI FIRZANI (GATRA)</strong></span></p>
<p><strong>Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?</strong><br />
Tahu.</p>
<p><strong>Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?</strong><br />
Secara pribadi gak ada. Di kantor juga gak pernah ada perayaan apa-apa. Mungkin karena gak banyak juga teman-teman yang tahu sejarah pers kita jadi tidak merasa terlibat</p>
<p><strong>Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?</strong><br />
Pers sekarang semakin bebas, lebih bebas dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini, represi yang dialami oleh media justru bukan dalam bentuk fisik, tapi dalam bentuk ekonomi. Kayak misalnya represi dari pemilik media dan pemasang iklan.</p>
<p><strong>Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?</strong><br />
Harapan saya agar perusahaan media lebih memperhatikan kesejahteraan wartawan karena saat ini, tidak banyak perusahaan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup wartawan. Dengan meningkatnya kesejahteraan wartawan, maka kita juga dapat bekerja dengan lebih baik lagi.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>EDY CAN (KONTAN)</strong></span></p>
<p><strong>Apakah Ma</strong><strong>s tahu hari ini hari pers nasional?</strong><br />
Tahu</p>
<p><strong>Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?</strong><br />
Biasa saja. Di kantor juga tidak pernah ada perayaan apa-apa.</p>
<p><strong>Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?</strong><br />
Semakin membaik. Memang belum sempurna, tapi semakin membaik.</p>
<p><strong>Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?</strong><br />
Lebih baik kualitasnya dan juga pemerintah jangan alergi kalo dikritik.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>DAHONO FITRIANTO (KOMPAS)</strong></span></p>
<p><strong>Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?</strong><br />
Tahu, cuma saya khawatir hari pers nasional, sama seperti hari-hari peringatan nasional pada umumnya, semakin kehilangan maknanya.</p>
<p><strong>Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?</strong><br />
Biasa saja ya, dalam artian tidak memberi dampak yang signifikan. Di kantor juga tidak ada perayaan apa-apa.</p>
<p><strong>Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?</strong><br />
Pers saat ini sedang berada di simpang jalan terutama terkait dengan berkembangnya media baru di bidang internet, televisi, kemudian ada yang namanya citizen journalism. Masih banyak informasi-informasi yang pers belum ketahui dengan baik seperti arti kebebasan pers itu apa, kemudian beda antara jurnalis dengan infotainment. Kalau menurut saya jelas, kuncinya ada di etika jurnalisme. Pers itu harus tahu dan paham akan etika jurnalisme, sementara kalo yang lainnya itu mereka dalam menjalankan tugasnya tidak menggunakan etika jurnalisme. Contohnya, citizen jurnalisme. Mereka kan dalam melaksanakan kegiatannya tidak menggunakan etika-etika jurnalisme, yang penting tanya kemudian tulis aja.</p>
<p><strong>Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?</strong><br />
Semakin banyak penghargaan-penghargaan terhadap profesi wartawan. Rendahnya penghargaan terhadap wartawan dapat menjadi pemicu masalah-masalah ketidakprofesionalan wartawan.</p>
<p>Lalu, buat rekan-rekan yang lain, apakah arti Hari Pers Nasional buat Anda sendiri?</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-di-mata-jurnalis/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-di-mata-jurnalis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Pers Nasional 2010 Yang Penuh Harapan</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-2010-yang-penuh-harapan/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-2010-yang-penuh-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 04:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diskusi Soal Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1838</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Selasa, 9 Februari 2010, Indonesia kembali memperingati hari Pers Nasional ke-64. Tahun ini peringatan hari Pers Nasional rasanya lebih penuh dengan harapan, dan mengusung tema &#8220;Kemerdekaan Pers Dari dan Untuk Rakyat&#8221;.
Pada bulan lalu, beberapa orang pemimpin organisasi media serta korporasi media sudah mengadakan audiensi dengan Presiden SBY, menyampaikan berbagai rencana berkaitan dengan peringatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, Selasa, 9 Februari 2010, Indonesia kembali memperingati hari Pers Nasional ke-64. Tahun ini peringatan hari Pers Nasional rasanya lebih penuh dengan harapan, dan mengusung tema &#8220;Kemerdekaan Pers Dari dan Untuk Rakyat&#8221;.</p>
<p>Pada bulan lalu, beberapa orang pemimpin organisasi media serta korporasi media sudah mengadakan <a href="http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2010/01/27/5088.html">audiensi dengan Presiden SBY</a>, menyampaikan berbagai rencana berkaitan dengan peringatan hari Pers Nasional 2010.</p>
<p>Margiono, Ketua Umum PWI, menyatakan bahwa perayaan hari Pers Nasional 2010 ini akan lebih berusaha lagi meningkatkan kualitas pers dan jurnalistik di Indonesia. Salah satu programnya adalah dengan mendirikan sekolah Jurnalistik Indonesia di enam propinsi di Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang, Makassar, Samarinda, Palembang dan Riau. Menurut Margiono, pendirian sekolah jurnalistik ini akan dilakukan sepanjang tahun 2010 dan akan melibatkan kerja sama dengan pers, Depdiknas, UNESCO, Pemda setempat, dan kalangan perguruan tinggi.</p>
<p>Berbeda dengan <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2009/02/09/brk,20090209-159204,id.html">tahun lalu</a> yang diadakan di Jakarta, perayaan puncak <a href="http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/09/10417/Presiden-Hadiri-Hari-Pers-Nasional-di-Palembang/569">hari Pers Nasional 2010</a> akan diadakan di kota Palembang. Presiden SBY juga menghadiri perhelatan di kota pempek ini, dan akan menyampaikan pidatonya di depan para pengusaha media, jurnalis, kalangan akademisi, serta unsur pemerintah daerah.</p>
<p>Selain di Palembang, perayaan hari Pers Nasional ini juga diadakan di kota-kota lain, seperti <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/127710-hari_pers_nasional__pwi_gelar_tirakatan">Solo</a> dan <a href="http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailrubrik&amp;kid=5&amp;id=3208">Bali</a>. Bentuk perayaan ini bermacam-macam, di Bali, misalnya, Ketua Dewan Kehormatan PWI Cabang Bali, Djesna Winada, memilih untuk mengungkapkan perspektif dan harapannya ke depan atas kondisi pers di Indonesia yang dianggapnya mampu memberangus ketidakadilan. Rekan PWI di Surakarta memilih untuk melakukan tirakatan pada hari Senin, 8 Februari, kemarin.</p>
<p>Apakah yang rekan-rekan lakukan untuk merayakan hari Pers Nasional?</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-2010-yang-penuh-harapan/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/02/09/hari-pers-nasional-2010-yang-penuh-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat kepada anggota baru Dewan Pers!</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/12/selamat-kepada-anggota-baru-dewan-pers/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/12/selamat-kepada-anggota-baru-dewan-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 09:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diskusi Soal Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu, pada hari Kamis, 7 Januari 2010, Badan Pekerja Pemilihan Anggota Dewan Pers memilih 9 orang yang menjadi anggota Dewan Pers periode 2010-2013. Setelah melalui proses pemilihan selama kurang lebih sebulan, sejak akhir tahun 2009, kesembilan orang tersebut pun dipilih. Sembilan orang tersebut mewakili 3 unsur, yaitu jurnalis, pengusaha media, dan masyarakat umum.
Tiga orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu lalu, pada hari Kamis, 7 Januari 2010, Badan Pekerja Pemilihan Anggota Dewan Pers memilih <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/01/07/brk,20100107-217884,id.html">9 orang yang menjadi anggota Dewan Per</a><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/01/07/brk,20100107-217884,id.html">s</a> periode 2010-2013. Setelah melalui proses pemilihan selama kurang lebih sebulan, sejak akhir tahun 2009, kesembilan orang tersebut pun dipilih. Sembilan orang tersebut mewakili 3 unsur, yaitu jurnalis, pengusaha media, dan masyarakat umum.</p>
<p>Tiga orang yang terpilih mewakili pengusaha media adalah Bambang Harymurti, Margiono, dan Bekti Nugroho. Dari perwakilan masyarakat umum yang terpilih adalah Bagir Manan, Agus Sudibyo dan Wina Armada Sukardi. Sementara itu dari perwakilan pengusaha media ada ABG Satria Naradha, M. Ridlo Eisy, dan Zulfiana Lubis.</p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/01/picture-91.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1833" title="picture-91" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/01/picture-91.png" alt="picture-91" width="472" height="222" /></a></p>
<p>Para anggota Dewan Pers berharap agar anggota yang baru terpilih ini dapat semakin membawa aspirasi pers ke arah yang lebih baik. Hadirnya Bagir Manan yang juga adalah mantan Ketua Mahkamah Agung turut memberikan harapan agar konflik yang berhubungan dengan pers tidak diproses secara hukum pidana, tetapi dengan berdasarkan pada UU Pers.</p>
<p>Atas terpilihnya kesembilan orang anggota baru Dewan Pers, Anugerah Adiwarta Sampoerna mengucapkan selamat! Semoga pers di Indonesia akan terus meningkat kualitasnya.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/01/12/selamat-kepada-anggota-baru-dewan-pers/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/12/selamat-kepada-anggota-baru-dewan-pers/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kekerasan terhadap Pers Meningkat Drastis</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/06/kekerasan-terhadap-pers-meningkat-drastis/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/06/kekerasan-terhadap-pers-meningkat-drastis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 07:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1828</guid>
		<description><![CDATA[Menyedihkan. Itu kalimat pertama yang muncul di benak saya ketika membaca catatan akhir tahun 2009 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers di Jakarta, Rabu (30/12/2009) yang menyatakan telah terjadinya peningkatan drastis pada jumlah tindakan kekerasan terhadap pers di tahun 2009 dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Eksekutif LBH Pers Hendrayana menyatakan bahwa sepanjang tahun 2008, tercatat bentuk kekerasan fisik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyedihkan. Itu kalimat pertama yang muncul di benak saya ketika membaca catatan akhir tahun 2009 <a href="http://www.lbhpers.org/">Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers</a> di Jakarta, Rabu (30/12/2009) yang menyatakan telah terjadinya peningkatan drastis pada jumlah tindakan kekerasan terhadap pers di tahun 2009 dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Direktur Eksekutif LBH Pers Hendrayana <a href="naik berkali-kali lipat sebanyak 33 kasus dan nonfisik sebanyak 38 kasus. http://nasional.kompas.com/read/2009/12/30/13160975/lbh.pers.pers.indonesia.masih.rawan.ancaman.kekerasan">menyatakan</a> bahwa sepanjang tahun 2008, tercatat bentuk kekerasan fisik terhadap jurnalis sebanyak 10 kasus dan nonfisik sebanyak 7 kasus. Sementara pada 2009, bentuk kekerasan fisik yang menimpa jurnalis</p>
<p>Beberapa kejadian tekanan baik secara fisik maupun nonfisik terhadap pers yang masih kita ingat diantaranya adalah kasus wartawan Makassar, Upi Asmaradhana, yang terancam masuk penjara setelah melakukan kritik terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh pejabat kepolisian setempat.</p>
<p>Kemudian, juga ada kasus penganiayaan jurnalis Sinar Harapan di Papua, Odeo Data Julia Vanduk ketika sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Tindakan kekerasan terhadap pers yang paling tragis justru terjadi di awal tahun 2009 ketika wartawan Radar Bali, AA Narendra Prabangsa, terungkap dibunuh terkait dengan pemberitaannya atas sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ajiindonesia.org/"></a><a href="http://gendovara.com/wp-content/uploads/2009/10/karikatur-kebebasan-pers.jpg"><img class="size-full wp-image-1829 aligncenter" title="picture-16" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/01/picture-16.png" alt="picture-16" width="252" height="365" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Aliansi Jurnalis Independen Indonesia juga sebelumnya mengeluarkan <a href="http://www.ajiindonesia.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=155:kekerasan-dan-defamasi-hantui-pers-indonesia&amp;catid=14:alert-bahasa-indonesia&amp;Itemid=287">catatan serupa</a>. AJI mencatat bahwa ada beberapa motivasi terjadinya kekerasan terhadap pers diantaranya yang paling banyak adalah karena pelaku tidak ingin jurnalis meliput suatu peristiwa tertentu, kemudian motivasi lain adalah karena pelaku kecewa dengan hasil liputan jurnalis serta ingin jurnalis mengungkap identitas narasumber yang dirahasiakan.</p>
<p>Sangat disesali memang ketika tahun 2009 memberikan catatan buruk terhadap dunia jurnalistik tanah air justru ketika masih hangat di ingatan kita awal tahun ini Presiden SBY <a href="http://www.gatra.com/2009-01-06/artikel.php?id=121746">menyatakan bahwa pers Indonesia paling bebas di Asia</a>.</p>
<p>Kekecewaan atas meningkatnya tekanan terhadap kebebasan pers sempat juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara di medio tahun 2009. Ia menyatakan banyak kasus yang terjadi dimana dalam pelaksanaannya, sejumlah pers dan wartawan diancam pidana penjara.</p>
<p>Hal tersebut justru bertolak belakang dengan kenyataan bahwa  Undang-Undang Pers yang ada telah memberi amanat bagi pers untuk memberikan fungsi kontrol sosial dan melakukan fungsi pengawasan. Lalu, ketika tekanan semakin diberikan kepada pers, maka akan sulit sekali bagi mereka untuk dapat menjalankan fungsi-fungsinya tersebut.</p>
<p>Selain itu juga, ia mencatat peringkat <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/55036-kriminalisasi_pers_cenderung_makin_meningkat">kemerdekaan pers Indonesia justru semakin memburuk dari tahun ke tahun</a>. Bayangkan, jika pada tahun 2001 Indonesia sempat menempati urutan pertama sebagai negara dengan kondisi pers terbebas dibandingkan seluruh negara di Asia, pada tahun 2008, Indonesia hanya menempati posisi 111 dari 173 negara untuk kategori kebebasan pers.</p>
<p>Menyedihkan bukan? Lalu, apakah kita semua akan membiarkan keadaan ini berlarut-larut? Sebagai bagian dari insan jurnalistik, apakah rekan-rekan memiliki pendapat sendiri terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap pers?</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/01/06/kekerasan-terhadap-pers-meningkat-drastis/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/06/kekerasan-terhadap-pers-meningkat-drastis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 2010</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/04/selamat-tahun-baru-2010/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/04/selamat-tahun-baru-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 03:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1823</guid>
		<description><![CDATA[Waktu terus berlalu, lembaran demi lembaran telah dilalui. Coretan demi coretan telah memenuhi, kadang bergitu berarti, kadang tanpa makna, atau hanya sedikit makna.
Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, dan setiap lembaran bermanfaat.
Selamat tahun baru 2010. Semoga tahun ini membawa lebih banyak sukses untuk kita semua.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu terus berlalu, lembaran demi lembaran telah dilalui. Coretan demi coretan telah memenuhi, kadang bergitu berarti, kadang tanpa makna, atau hanya sedikit makna.</p>
<p>Semoga di tahun ini setiap lembaran memiliki makna, dan setiap lembaran bermanfaat.</p>
<p>Selamat tahun baru 2010. Semoga tahun ini membawa lebih banyak sukses untuk kita semua.</p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/01/picture-9.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1825" title="picture-9" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2010/01/picture-9.png" alt="picture-9" width="459" height="326" /></a></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2010/01/04/selamat-tahun-baru-2010/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2010/01/04/selamat-tahun-baru-2010/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Garis Abu-Abu Bernama “Infotainment”</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/28/garis-abu-abu-bernama-%e2%80%9cinfotainment%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/28/garis-abu-abu-bernama-%e2%80%9cinfotainment%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 07:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Diskusi Soal Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1815</guid>
		<description><![CDATA[Perdebatan menyoal apakah infotainment dapat disebut sebagai pekerjaan jurnalistik atau bukan sebenarnya sudah ada sejak lama. Pada tanggal 21 November 2005, Dewan Pers bersama Program the European Initiative for Democracy and Human Right (EIDHR) European Commission sempat membuat diskusi dengan pertanyaan utama &#8220;Apakah infotainment termasuk jurnalistik atau bukan?&#8221;. Setahun kemudian, Universitas Paramadina Jakarta menggelar seminar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perdebatan menyoal apakah infotainment dapat disebut sebagai pekerjaan jurnalistik atau bukan sebenarnya sudah ada sejak lama. Pada tanggal 21 November 2005, Dewan Pers bersama Program the European Initiative for Democracy and Human Right (EIDHR) European Commission sempat membuat diskusi dengan pertanyaan utama &#8220;Apakah infotainment termasuk jurnalistik atau bukan?&#8221;. Setahun kemudian, Universitas Paramadina Jakarta menggelar seminar dengan tema serupa.</p>
<p>Langkah drastis langsung diambil oleh <a href="http://pwi.or.id/">Persatuan Wartawan Indonesia</a> (PWI). Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan setelah serangkaian diskusi tersebut, pada akhir Desember 2005, PWI mengakui bahwa infotainment masuk sebagai kategori pekerjaan jurnalistik, sehingga PWI mengakomodasi jurnalis infotainment yang mendaftarkan diri ke dalam organisasi ini dan masuk menjadi bagian dari Departemen Infotainment.</p>
<p>Pengakuan pekerja infotainment sebagai bagian dari pekerjaan jurnalistik oleh PWI tidak semerta-merta menyelesaikan perdebatan. Disana-sini, baik dalam bentuk diskusi formal maupun lewat tulisan di beragam medium, pertanyaan apakah infotainment dapat dikategorikan sebagai pekerjaan jurnalistik masih terus menjadi wacana luas.</p>
<p>Setelah tenang untuk beberapa saat, kasus tersebut kini kembali mencuat ke permukaan menyusul peristiwa <a href="http://thejakartaglobe.com/home/indonesian-celebrity-luna-maya-shuts-twitter-account-after-infotainment-prostitute-slur/347750">marah-marahnya Luna Maya</a> di sebuah situs jejaring sosial bernama Twitter akibat ketidaksukaannya secara pribadi atas sikap pekerja infotainment. Sontak, peristiwa tersebut kembali memancing perdebatan yang hangat antara beragam pihak hingga salah satu akibatnya membawa Luna Maya pada kasus hukum.</p>
<p><a href="http://farm1.static.flickr.com/177/416723989_db1172a3a4.jpg?v=0"><img class="aligncenter size-full wp-image-1818" title="picture-41" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/picture-41.png" alt="picture-41" width="220" height="162" /></a></p>
<p>Dari sisi pekerja infotainment, mereka menganggap bahwa cap yang diberikan kepada pekerja infotainment yang dinilai bekerja di luar norma jurnalistik terlalu terburu-buru. Meskipun kecil peranannya, namun profesi pekerja infotainment selama ini telah mendukung kinerja jurnalisme konvensional dalam menciptakan perubahan dalam masyarakat melalui pemberitaan-pemberitaannya.</p>
<p>Pandangan lain juga menyatakan bahwa tidak selamanya infotainment identik dengan gosip yang tidak patut diperbincangkan karena infotainment tetap memiliki kebijakan redaksional yang tidak saja membahas hal-hal buruk dalam kehidupan selebriti, tetapi mencurahkan perhatian penuh pada keseluruhan hidup selebriti.</p>
<p>Selain itu, dalam kinerjanya, infotainment juga turut mengedepankan wacana-wacana yang terkait dengan kepentingan publik, seperti pada waktu Angelina Sondakh didaulat sebagai Duta Orang Utan, infotainment memainkan peran besar dalam mensosialisasikannya. Selain itu, infotainment juga berperan dan turut memberi ruang penolakan terhadap RUU Pornografi dan Pornoaksi ketika didiskusikan oleh Komisi XI DPR RI.</p>
<p>Pendapat-pendapat tersebut berbeda dengan sebagian pihak lainnya. Terkait dengan kasus Luna Maya, sebagai contoh, puluhan jurnalis yang mengatasnamakan <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/12/24/brk,20091224-215513,id.html">Aliansi Jurnalis Surabaya menolak</a> penyebutan pekerja infotainment sebagai jurnalis.</p>
<p>Mereka berpendapat, seorang jurnalis dalam menjalankan pekerjaannya selalu dalam koridor kode etik jurnalistik dan dilindungi serta diatur oleh <a href="www.pdat.co.id/hg/reference_pdat/2004/09/15/uu-pres.pdf">UU No. 40 tahun 1999</a>. Sementara, pekerja infotainment selama ini seringkali melanggar pasal 2 <a href="http://www.dewankehormatanpwi.com/V.03/aktifitas.php?Subject=1">Kode Etik Jurnalistik</a> yang menyebutkan, “Wartawan Indonesia dalam menjalankan tugasnya harus profesional jika berkaitan dengan privasi narasumber.”</p>
<p>Infotainment juga dianggap selalu melanggar pasal 9 Kode Etik yang menyebutkan, “Wartawan Indonesia harus menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya kecuali jika itu berkaitan dengan pejabat publik penyelenggara negara.”</p>
<p>Abdullah Alamudi, salah seorang anggota <a href="http://www.dewanpers.org/">Dewan Pers</a>, berpendapat bahwa lembaganya mengakui infotainment sebagai bagian dari pekerjaan jurnalistik hanya ketika mereka mentaati kode etik jurnalistik. “Ketika pekerja infotainment melindungi privasi narasumber serta berorientasi pada kepentingan publik, maka Dewan Pers mengakuinya sebagai bagian dari pekerjaan jurnalistik,” tambahnya.</p>
<p>Namun, dia juga menyesalkan banyak infotainment yang tidak bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik. “Banyak infotainment yang hanya memberitakan soal gosip dan tidak melindungi privasi narasumber, dan itu bukan pekerjaan jurnalistik,” ujar Abdullah yang juga menjadi anggota Dewan Juri Final <a href="http://anugerahadiwarta.org/">Anugerah Adiwarta Sampoerna</a>.</p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/picture-32.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1817" title="picture-32" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/picture-32.png" alt="picture-32" width="535" height="247" /></a></p>
<p>Dia memberikan contoh salah satu program yang infotainment yang baik adalah <a href="http://www.kickandy.com/">Kick Andy</a> di <a href="http://www.metrotvnews.com/">Metro TV</a>. Program tersebut selain memberikan hiburan kepada masyarakat, juga senantiasa berorientasi pada kepentingan publik. “Informasi-informasi yang ditampilkan pada program Kick Andy tidak melulu bersifat hiburan, namun juga memberikan inspirasi kepada publik. Misalnya, dalam salah satu tayangannya, program Kick Andy menampilkan orang cacat yang dapat berhasil dalam pekerjaannya dan itu menurut kami patut untuk ditampilkan,” ujarnya.</p>
<p>Dari sekian banyak pendapat yang muncul mengenai profesi jurnalisme dan infotainment, toh tidak serta merta membawa perdebatan pada keputusan akhir. Posisi pekerja infotainment hingga saat ini masih saja berpijak pada garis abu-abu.</p>
<p><em>Bagaimana dengan pendapat rekan-rekan sendiri?</em></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2009/12/28/garis-abu-abu-bernama-%e2%80%9cinfotainment%e2%80%9d/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/28/garis-abu-abu-bernama-%e2%80%9cinfotainment%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 di TV One</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009-di-tv-one/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009-di-tv-one/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 10:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dari Dewan Juri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1767</guid>
		<description><![CDATA[Jangan lupa saksikan Malam Penganugerahan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 pada hari Sabtu, 12 Desember 2009, pukul 19.30 WIB di TV One
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;"><strong>Jangan lupa saksikan Malam Penganugerahan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 pada hari Sabtu, 12 Desember 2009, pukul 19.30 WIB di TV One</strong></h2>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009-di-tv-one/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009-di-tv-one/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Foto-foto Penjurian Final dan Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/foto-foto-penjurian-final-dan-malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/foto-foto-penjurian-final-dan-malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 07:13:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dari Dewan Juri]]></category>

		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1747</guid>
		<description><![CDATA[Suasana penjurian final Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 -


Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 -



Foto-foto lainnya dapat dilihat di akun Facebook Group Anugerah Adiwarta Sampoerna.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suasana penjurian final Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 -</p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/img_9236.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1742" title="img_9236" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/img_9236-300x200.jpg" alt="img_9236" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/img_9229.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1746" title="img_9229" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/img_9229-300x200.jpg" alt="img_9229" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 -</p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/_small_img_4716.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1745" title="_small_img_4716" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/_small_img_4716-300x200.jpg" alt="_small_img_4716" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/_small_img_4487.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1743" title="_small_img_4487" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/_small_img_4487-300x200.jpg" alt="_small_img_4487" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/_small_img_4631.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1744" title="_small_img_4631" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/_small_img_4631-300x200.jpg" alt="_small_img_4631" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Foto-foto lainnya dapat dilihat di akun <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=20584829352&amp;ref=ts">Facebook Group Anugerah Adiwarta Sampoerna</a>.</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/foto-foto-penjurian-final-dan-malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/10/foto-foto-penjurian-final-dan-malam-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Malam Penganugerahan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/08/sekilas-malam-penganugerahan-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/08/sekilas-malam-penganugerahan-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 08:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1734</guid>
		<description><![CDATA[Hai rekan-rekan sekalian!
Sambil menunggu foto lengkap dari acara Malam Penganugerahan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009, coba dilihat apakah wajah Anda atau rekan Anda ada di bawah ini? 



]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai rekan-rekan sekalian!</p>
<p>Sambil menunggu foto lengkap dari acara Malam Penganugerahan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009, coba dilihat apakah wajah Anda atau rekan Anda ada di bawah ini? <img src='http://anugerahadiwarta.org/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/dsc_0031w.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1736" title="dsc_0031w" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/dsc_0031w-1024x680.jpg" alt="dsc_0031w" width="498" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/dsc_0031w.jpg"></a><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/dsc_0023w.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1737" title="dsc_0023w" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/dsc_0023w-1024x681.jpg" alt="dsc_0023w" width="498" height="330" /></a></p>
<p><a href="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/dsc_0019w.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1739" title="dsc_0019w" src="http://anugerahadiwarta.org/wp-content/uploads/2009/12/dsc_0019w-1024x680.jpg" alt="dsc_0019w" width="495" height="327" /></a></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2009/12/08/sekilas-malam-penganugerahan-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/08/sekilas-malam-penganugerahan-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Video: Testimoni Pemenang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009</title>
		<link>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/04/video-testimoni-pemenang-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/</link>
		<comments>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/04/video-testimoni-pemenang-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 04:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanny</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tentang AAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anugerahadiwarta.org/?p=1729</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah testimoni dari sebagian rekan-rekan jurnalis yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009.
Selamat, dan sampai jumpa tahun depan!

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah testimoni dari sebagian rekan-rekan jurnalis yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009.</p>
<p>Selamat, dan sampai jumpa tahun depan!</p>
<p><object width="480" height="295" data="http://www.youtube.com/v/ZzBlt_ceknY&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/ZzBlt_ceknY&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://anugerahadiwarta.org/2009/12/04/video-testimoni-pemenang-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anugerahadiwarta.org/2009/12/04/video-testimoni-pemenang-anugerah-adiwarta-sampoerna-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
