- Hanny
on Video: Testimoni Pemenang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 - Hanny
on AAS 2009 - The Jakarta Globe - Hanny Kusumawati on Serba-Serbi: AAS Punya Cerita
- Revdy Iwan Syahputra
on Serba-Serbi: AAS Punya Cerita - Anugerah Adiwarta Sampoerna - on RUU Rahasia Negara: Setelah Direvisi. Masihkah Dipertanyakan?
- Adhi Kusumaputra
- Algooth
- Andi Muhyidin
- Andrew Greene
- Anugerah “Nugie” Perkasa
- Asep Setiawan
- Bagja Hidayat
- Eddy Mesakh
- Ika Maya
- Jarar Siahaan
- Jurnalis NTT
- Kelik M. Nugroho
- Manda La Mendol
- Marwan Azis
- Merry Magdalena
- Okky P. Madasari
- Pepih Nugraha
- Ratna “Atta” Ariyanti
- Samiaji Bintang
- Taufik Hidayat
- Wienda Parwitasari
- Zaky Yamani
- Zeynitta Gibbons
Pemenang kategori hardnews bidang Olahraga
Nusa Dua - Petenis AS, Lindsay Davenport mengaku sudah tidak berharap memperbaiki peringkat di percaturan tenis puteri dunia.
Usai merebut gelar juara di turnamen Commonwealth Bank Tennis Classic di Nusa Dua, Bali, Davenport mengaku semua prioritas hidupnya berubah setelah ia melahirkan puteranya, Jagger Jonathan Leach.
“Pekan depan saya masih akan mengikuti China Open. Namun untuk berikutnya saya masih herus mengikuti perkembangan Jagger,” kata Davenport. “Saya harus melihat apakah ia kuat melakukan perjalanan jauh untuk terus mengikuti saya.”
Davenport mengaku tidak ingin berpisah dulu dengan putera pertamanya tersebut. Karena itulah ia mengaku belum membuat rencana tur untuk tahun depan. “Saya memang berencana mengikuti turnamen grand slam Australia Terbuka pada Januari mendatang. Namun sekali lagi, semua tergantung kondisi anak saya. Tergantung pada kesehatannya.”
Davenport sempat beristirahat selama setahun sejak mengandung dan kemudian melahirkan anaknya, 10 Juni lalu. Hanya dalam waktu tiga bulan ia kemudian memutsukan kembali mengikuti tur dengan memilih Bali sebagai turnamennya yang pertama.
“Sangat sulit untuk memutuskan bermain kembali. Setelah turnamen di Bali ini, saya baru menyadari banyaknya perubahan pada tubuh saya setelah melahirkan. Saya merasa harus bekerja lebih keras untuk memulihkannya,” kata petenis yang kini tinggal di Laguna Beach, California, AS ini.
Namun petenis yang pernah menempati peringkat satu dunia pada 1998 ini mengaku sudah tidak berhasrat lagi masuk dalam persaingan tingkat dunia. “Saat ini permainan Serena sudah sangat sulit diikuti. Saya tidak punya hasrat lagi untuk mengejar peringkat 5 besar dunia.”
Namun ia merasa tidak menyesal dengan pilihan hidupnya saat ini. “Saya sudah merasakan semua hal di dunia tenis. Namun pengalaman memiliki anak memberi tenaga terbesar dalam hidup saya.”
Sebagai pemain, Davenport pernah meraih gelar juara turnamen grand slam AS Terbuka (1998), Wimbledon (1999) serta Australia Terbuka (2000), serta meraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996.
ia juga memperkuat tim Piala Fed AS antara 1993-2000, 2002, 2005 serta tim olimpiade AS di Atlanta 1996 serta Sydney 2000.
Bagi Davenport, hidup kini mengalir sesuai perkembangan puteranya. “Saya tetap berlatih, namun untuk melakukan tur keliling dunia saya tergantung kepada kondisi dan perkembangan Jagger.”
Dan kalau pun pada suatu saat ia akan memutuskan berhenti bermain secara total, ia mengaku sudah siap. “Saya siap dan first thing yang akan saya lakukan adalah memiliki anak lagi…”