AAS 2007

Lihat karya para pemenang

Anggota Dewan Juri AAS 2007

Siaran Pers:

17 PEMENANG ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2007
Dominasi Wartawan Kompas untuk Kategori Foto Berita Hingga Majalah Playboy yang Peduli Akan Seni dan Budaya

JAKARTA, 7 Desember 2007 — Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 baru saja berlangsung dengan sukses. Acara yang berakhir pada pukul 22:00 WIB ini secara resmi mengumumkan tujuh belas (17) nama pemenang dari 6 bidang di masing-masing kategori. Mereka adalah:

  1. Totok Wijayanto dari Kompas untuk kategori foto berita politik
  2. Yuniadhi Agung dari Kompas untuk kategori foto berita berita ekonomi/bisnis
  3. Mahdi Muhammad dari Kompas Medan untuk kategori foto berita hukum
  4. Taufan Wijaya dari Jawa Pos untuk kategori foto berita sosial
  5. Danu Kusworo dari Kompas untuk kategori foto berita olahraga
  6. Arie Basuki dari majalah Tempo untuk kategori foto berita seni dan budaya
  7. Bambang Sulistyo dari Gatra untuk kategori hardnews seni dan budaya
  8. Tjahjo Sasongko dari Kompas Cyber Media untuk kategori hardnews olahraga
  9. Henny Primasari dari Berita Pagi untuk kategori hardnews sosial
  10. M. Yamin Panca dari Jurnal Nasional untuk kategori hardnews politik
  11. Kuncarsono Prasetya dari Surya untuk kategori harndews hukum
  12. Irawan Santoso dari Ombudsman untuk kategori feature hukum
  13. Budi Setyarso dari majalah Tempo untuk kategori feature politik
  14. Rusman dari Jurnal Nasional untuk kategori feature sosial
  15. Juanita Roesma dari Femina untuk kategori feature ekonomi/bisnis
  16. Titik Qomariyah dari Surabaya Pos untuk kategori feature olahraga
  17. Soleh Solihun dari Playboy untuk kategori feature seni dan budaya

Sesuai dengan banyaknya masukan pada pelaksanaan tahun 2006, Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 menambah 2 bidang baru, yaitu Hukum dan Politik.

Bidang ekonomi/bisnis untuk tahun ini kembali harus kehilangan kesempatan memenangkan salah satu dari tiga kategori yang diperlombakan, yaitu hardnews. Dewan Juri Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 berpendapat dan memutuskan bahwa dari ketiga finalis yang terpilih belum cukup memenuhi syarat untuk disebut sebagai yang terbaik dalam kategori ini, walaupun hingga babak penyisihan, mereka adalah yang terbaik karena berhasil menyisihkan 117 pesaingnya. Dengan demikian, jumlah pemenang yang sedianya adalah 18, hanya berjumlah 17 orang.

Bambang Sulistyo yang tahun lalu memenangkan kategori feature seni dan budaya, tahun ini kembali memenangkan bidang yang sama untuk kategori hardnews. Sedangkan wartawan foto harian Kompas mendominasi kategori foto berita bidang hukum, politik, ekonomi dan olahraga.

Berbeda dari tahun lalu, tahun ini banyak dari pemenang pertama merupakan wartawan dari media daerah. Setidaknya 5 bidang dari ketiga kategori dimenangkan oleh wartawan daerah, diantaranya dari Palembang dan Surabaya. Ini membuktikan, bahwa kemampuan wartawan daerah tidak kalah hebat dari rekan-rekannya yang bekerja untuk media-media di Jakarta.

Menurut Firman Ichsan selaku salah satu dewan juri berita foto, “Melihat karya-karya yang dikirimkan, awalnya kami merasa sedikit ada kesulitan karena karya-karya tersebut memiliki mutu yang sangat baik dan sangat kompetitif sehingga membuat kami para juri sulit untuk memutuskan yang terbaik. Tetapi kembali pada kriteria-kriteria penilaian, akhirnya kami berhasil memutuskan karya-karya yang terbaik”.

“Kesulitannya justru pada kenyataan bahwa apa yang sudah diputuskan oleh teman-teman dewan juri sebelum kami, sangat baik sekali. Sehingga menyulitkan kami memberikan penilaian karena perbedaan angka yang tipis sekali. Terkecuali  kategori hardnews bidang ekonomi, yang dengan penuh kesabaran akhirnya kami sepakat memutuskan bahwa tahun ini tidak ada pemenang pertama. Namun secara keseluruhan, kualitas sudah merata dan jauh lebih baik,” tutur Effendi Ghazali salah satu juri final bidang komunikasi.

Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT. HM Sampoerna Tbk., yang ditemui setelah acara berlangsung menjelaskan, “kami menyadari betapa pentingnya peran serta insan pers Indonesia dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat sekaligus mendidik bagi dan kepada masyarakat luas. Dengan ajang ini, Sampoerna ingin terus mendorong rekan-rekan wartawan Indonesia agar tetap menghasilkan karya yang terbaik, tanpa melupakan nilai-nilai terpenting yang menjadi esensi pemberitaan”.

Seperti tahun lalu, Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 menghadiahkan uang tunai senilai masing-masing Rp.18 juta kepada seluruh pemenang pertama di tiap bidang. Mereka juga mendapatkan piala serta sertifikat Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007. Finalis yang menempati urutan kedua dan ketiga, masing-masing menerima uang tunai sebesar Rp 3 juta dan sertifikat.

Dibandingkan dengan tahun lalu, Anugerah Adiwarta Sampoerna 2007 kali ini mengalami peningkatan yang cukup luar biasa. Total karya yang diterima oleh panitia adalah sebanyak 2.117 untuk semua kategori, dengan diikuti oleh lebih dari 70 media di Indonesia.

Sampoerna untuk Media

Sampoerna untuk Media merupakan program kepedulian sosial PT HM Sampoerna Tbk. yang bertujuan untuk mendukung perkembangan media di Indonesia.  PT HM Sampoerna Tbk. melihat bahwa media adalah salah satu bagian penting dari berkembangnya masyarakat madani yang demokratis. Media merupakan ujung tombak dari peradaban modern; karena melalui media, publik dapat memperoleh berbagai informasi yang penting dan berguna bagi kehidupan mereka sehari-hari.  Melalui media pula perusahaan mendapatkan informasi dan berkomunikasi dengan publik secara luas.

Anugerah Adiwarta Sampoerna adalah sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi jurnalis Indonesia. Ajang yang diadakan oleh Sampoerna sejak tahun 2006 ini bertujuan untuk menghargai karya-karya jurnalistik yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis dan pewarta foto untuk meningkatkan kualitas karya mereka.

Leave a Reply

[back to top]