dsc_1191.jpg
dsc_1341.jpg
dsc_1287.jpg
dsc_1274.jpg
img_1479.jpg
img_1543.jpg
img_9312.jpg
img_9308.jpg
img_9281.jpg
img_9280.jpg
img_9252.jpg
img_9239.jpg
img_9236.jpg
img_9225.jpg
2.jpg
1.jpg
img_9312.jpg
img_9312_0.jpg
dsc_1134.jpg
dsc_1123.jpg
dsc_1192.jpg
dsc_1189.jpg
dsc_1236.jpg
dsc_1211.jpg
dsc_1269.jpg
dsc_1266.jpg
dsc_1245.jpg
dsc_1280.jpg
dsc_1274.jpg
dsc_1299.jpg
dsc_1289.jpg
dsc_1319.jpg
dsc_1314.jpg
dsc_1353.jpg
dsc_1340.jpg
dsc_1335.jpg
dsc_0979.jpg
picture-7.png
 
 
Info

Panitia Penyelenggara AAS 2009 dapat dihubungi melalui telepon 021-72789833 atau melalui email di aas@maverick.co.id

KomunitasSudah jadi anggota?
Login
Login dengan Facebook:
Pengunjung terakhir
Powered by Sociable!

Berlangganan info AAS

Ketik alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

Shout!



Bandung Ekspor Alat Pengolah Sampah - Rana Akbari Fitrawan, Tempo 14/03/08

 

Pemenang kategori hardnews bidang Ekonomi dan Bisnis

 

Dua pengusaha dari Brunei Darussalam dan Malaysia tertarik membeli alat pengolah sampah menjadi kompos yang diproduksi di Bandung. “Hari ini kami menandatangani perjanjian untuk mulai mengekspor alat itu kepada mereka,” ujar Ketua Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia Sonson Garsoni di Bandung kemarin.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Sonson, yang juga pengusaha di bidang pupuk, dengan Zainudin Hj. Tuah dari Syarikat Undang Jaya Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam serta Saiful Bahri A. Hadi dari Konsorsium Melayu Selayang Berhad asal Malaysia.

Untuk tahap pertama, kata Sonson, dikirim satu kontainer pengolah sampah tersebut kepada pemesan. “Kontainer berisi dua unit alat pengolah berukuran besar dan 5 unit pengolah kompos berukuran sedang,” papar Sonson.

Pengiriman barang ekspor itu juga dilengkapi bahan-bahan campuran pengolah sampah menjadi kompos, seperti mikroorganisme yang sudah dalam kemasan.

Alat pengolah kompos berukuran besar, kata dia, dinamakan rotary clean. Benda ini bisa digunakan untuk mengolah kompos secara kolektif di perumahan.

“Sedangkan yang ukuran sedang dan kecil biasanya dipakai mengolah sampah menjadi kompos di rumah-rumah,” kata dia.

Sonson menambahkan di beberapa kota di Malaysia saat ini tengah menghadapi persoalan sampah, seperti di Kota Bandung. Dari pantauannya di Kuala Lumpur beberapa hari lalu, sejumlah warga menolak lingkungannya dijadikan tempat pembuangan sampah.

Sonson optimistis alat pengolah sampah menjadi kompos memiliki pasar yang cukup luas. Di Bandung sendiri, kata dia, pihaknya telah memasarkan alat ini sekitar 1.120 unit. “Pembelinya antara lain Pemerintah Kota Cimahi,” kata Sonson.

Optimisme ini juga dikatakan Iman Suratman, pengelola usaha kecil dan menengah pada bidang pengolahan sampah menjadi pupuk di Cibiru, Bandung. “Saat ini penghasilan kami mencapai Rp 4 juta per bulan,” ujar Iman.