Archives
Archive for March, 2010
-
Yang Baru di AAS 2010 (Bagian 1)
March 30, 2010
Hai, rekan-rekan jurnalis,
Selamat datang di blog Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010!
Dalam rangka mempertahankan komitmen untuk senantiasa menyuguhkan ajang penghargaan jurnalistik yang berkualitas, kami berusaha untuk senantiasa memperbaiki diri.
Kami akan menyuguhkan dua tulisan yang masing-masing akan memberikan informasi hal-hal baru yang rekan-rekan dapat temui di tahun kelima penyelenggaraan AAS.
Di tulisan pertama kali ini, kami akan khusus menyorot soal perubahan di wajah blog AAS. Jika rekan-rekan lihat, selain dari segi warna dan wajah, kami juga menambahkan fitur-fitur baru yang kami yakin akan membuat blog AAS semakin menarik untuk dikunjungi.
-
Dua Aplikasi AAS 2010 Pertama Tiba di Meja Panitia
March 26, 2010
Kaget campur senang. Itu adalah perasaan yang langsung muncul dalam diri ketika melihat dua amplop cokelat beralamatkan “Panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010″ tergeletak di meja. Dua amplop itu berisi dua aplikasi pertama yang masuk ke panitia AAS 2010. Satu aplikasi berasal dari rekan jurnalis dari dalam kota dan yang satunya lagi berasal dari luar kota. Wow. Mudah-mudahan, ini adalah awal yang baik untuk penyelenggaraan AAS 2010. Ayo, rekan-rekan, kami tunggu karya terbaik Anda!
-
Pulitzer Prize pertama kali diadakan tahun 1917
Ya, Pulitzer Prize pertama kali dianugerahkan pada tanggal 4 Juni 1917.
Penulis Robert Frost adalah satu-satunya orang yang berhasil memenangkan Pulitzer Prize sebanyak 4 kali.
-
Polling 1
March 25, 2010
-
“Media Cetak Tidak Akan Mati”
March 24, 2010
Itulah sepenggal kesimpulan yang didapat dari acara Diskusi Media bertajuk “Media Cetak vs Media Online: Mampukah Media Cetak Bertahan?” mengawali peluncuran Anugerah Adiwarta Sampoerna 2010, Senin, 22 Maret lalu. Bukan AAS namanya kalau tidak bisa menghadirkan orang-orang yang kompeten. Hadir sebagai pembicara pada siang itu Budiono Darsono, pemimpin redaksi Detik.Com, Ninok Leksono, redaktur senior Kompas, Primus Dorimulu, pemimpin redaksi Suara Pembaruan, Ade Armando, ahli komunikasi yang juga anggota dewan juri AAS serta Andy Noya sebagai moderator.
Hadir pada siang hari itu perwakilan dewan juri AAS, diantaranya Arswendo Atmowiloto, Yoseph Adi Prasetyo, Indria Samego, dan TD Asmadi, perwakilan PT HM Sampoerna Tbk., dan media.
