Hari ini, 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional yang peringatannya dipusatkan di Palembang, Sumatera Selatan. Serangkaian agenda telah disiapkan untuk program tahun ini, diantaranya penandatanganan ratifikasi perusahaan pers, standar kompetensi wartawan, kode etik jurnalistik, dan standar perlindungan wartawan.
Organisasi jurnalistik yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta kalangan masyarakat pers lainnya berharap bahwa dengan penandatanganan ratifikasi perusahaan pers tersebut, perusahaan-perusahaan pers akan semakin profesional. Selain itu, publik juga akan lebih mudah mengenal media mana saja yang memenuhi standar dan mana yang tidak.
Agenda lain sebagai rangkaian acara peringatan adalah pembukaan Sekolah Jurnalistik Indonesia di Jakarta, Semarang, Makasar, Samarinda, Palembang, dan Pekanbaru. Sekolah jurnalistik ini juga dibuat dalam rangka meningkatkan standar kompetensi wartawan seluruh Indonesia.

Terkait dengan peringatan Hari Pers Nasional, kami menanyakan beberapa rekan jurnalis mengenai pendapat mereka. Dan inilah hasil perbincangan kami:
BAGJA HIDAYAT (TEMPO)
Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu. Cuma kalau menurut saya, perlu ada koreksi. Tanggal 9 Februari itu ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN) kan karena bertepatan dengan deklarasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) (PWI didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 dan HPN pertama kali dirayakan pada tanggal 9 Februari 1985 – red). Seharusnya, HPN itu dirayakan bertepatan dengan lahirnya koran Medan Prijaji, sebagai koran pertama yang diterbitkan oleh pribumi di Indonesia. Itu kayaknya yang sekarang lagi diperjuangkan sama AJI yaitu buat mengkoreksi tanggal peringatan HPN. (Medan Prijaji adalah surat kabar yang terbit di Bandung tahun 1907. Medan Prijaji dianggap sebagai surat kabar pertama Indonesia, sebab mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli. Surat kabar ini didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo. Medan Prijaji menjadi koran pertama dikelola pribumi dengan uang dan perusahaan sendiri. Medan Prijaji berbahasa Melayu, terbit pertama kali pada Januari 1907 – wikipedia)
Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Secara pribadi nggak ada ya. Cuma ya kayak hari-hari peringatan pada umumnya aja, kayak hari Sumpah Pemuda, 17 Agustus, Pendidikan Nasional. Di kantor juga gak ada perayaan apa-apa tuh. Biasa aja kok semuanya..hehehe.
Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Menurut saya, pers saat ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan meningkatnya persaingan diantara media, bisa menjadi introspeksi tersendiri terhadap media masing-masing. Ajang-ajang perlombaan, seperti Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) juga penting keberadaannya untuk meningkatkan persaingan diantara jurnalis dan media. Dengan adanya persaingan, maka kualitas jurnalis dan media dalam menyajikan berita akan semakin baik. Yang beruntung dalam hal ini adalah publik. Publik menerima persaingan ini dalam bentuk semakin membaiknya kualitas pemberitaan yang mereka terima.
Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Agar kualitas pers lebih baik sehingga mampu menyajikan liputan yang mendalam serta berita yang baik.
HENDRI FIRZANI (GATRA)
Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu.
Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Secara pribadi gak ada. Di kantor juga gak pernah ada perayaan apa-apa. Mungkin karena gak banyak juga teman-teman yang tahu sejarah pers kita jadi tidak merasa terlibat
Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Pers sekarang semakin bebas, lebih bebas dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini, represi yang dialami oleh media justru bukan dalam bentuk fisik, tapi dalam bentuk ekonomi. Kayak misalnya represi dari pemilik media dan pemasang iklan.
Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Harapan saya agar perusahaan media lebih memperhatikan kesejahteraan wartawan karena saat ini, tidak banyak perusahaan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup wartawan. Dengan meningkatnya kesejahteraan wartawan, maka kita juga dapat bekerja dengan lebih baik lagi.
EDY CAN (KONTAN)
Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu
Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Biasa saja. Di kantor juga tidak pernah ada perayaan apa-apa.
Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Semakin membaik. Memang belum sempurna, tapi semakin membaik.
Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Lebih baik kualitasnya dan juga pemerintah jangan alergi kalo dikritik.
DAHONO FITRIANTO (KOMPAS)
Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu, cuma saya khawatir hari pers nasional, sama seperti hari-hari peringatan nasional pada umumnya, semakin kehilangan maknanya.
Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Biasa saja ya, dalam artian tidak memberi dampak yang signifikan. Di kantor juga tidak ada perayaan apa-apa.
Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Pers saat ini sedang berada di simpang jalan terutama terkait dengan berkembangnya media baru di bidang internet, televisi, kemudian ada yang namanya citizen journalism. Masih banyak informasi-informasi yang pers belum ketahui dengan baik seperti arti kebebasan pers itu apa, kemudian beda antara jurnalis dengan infotainment. Kalau menurut saya jelas, kuncinya ada di etika jurnalisme. Pers itu harus tahu dan paham akan etika jurnalisme, sementara kalo yang lainnya itu mereka dalam menjalankan tugasnya tidak menggunakan etika jurnalisme. Contohnya, citizen jurnalisme. Mereka kan dalam melaksanakan kegiatannya tidak menggunakan etika-etika jurnalisme, yang penting tanya kemudian tulis aja.
Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Semakin banyak penghargaan-penghargaan terhadap profesi wartawan. Rendahnya penghargaan terhadap wartawan dapat menjadi pemicu masalah-masalah ketidakprofesionalan wartawan.
Lalu, buat rekan-rekan yang lain, apakah arti Hari Pers Nasional buat Anda sendiri?