Archive for February, 2010

Suatu sore di rapat juri televisi AAS

Thursday, February 25th, 2010

rapat-juri-televisi11Hari Rabu sore kemarin berlangung rapat juri untuk kategori televisi AAS. Perwakilan dari dewan juri televisi yang hadir adalah Arswendo Atmowiloto, Marselli Sumarno, dan Niken Rahmad, sekaligus perwakilan dari Sampoerna. Sayangnya, dua juri lainnya, George Kamarullah dan Bambang Harimurty berhalangan hadir. Sementara dari Sampoerna yang hadir sore hari itu selain ibu Niken Rahmad adalah Meta Rostianawati dan Dimas Novriandi. (more…)

RPM Konten: SIUPP Online?

Wednesday, February 24th, 2010

rpm-konten4Belakangan ini, dunia maya dan jurnalistik tanah air kembali dibuat heboh oleh munculnya Rancangan Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia atau yang disingkat RPM Konten. Tidak hanya mereka yang selama ini menggunakan dunia maya sebagai ruang kegiatan mereka sehari-hari, media konvensional pun cukup kritis dalam menyikapi hal ini. Beberapa melihat RPM Konten ini sebagai bentuk baru sensor pemerintah dan semakin mengancam kebebasan berekspresi setelah sebelumnya muncul UU ITE, kemudian RUU Kerahasiaan Negara, dan kini RPM Konten. (more…)

Rapat Juri Sepakat Adanya Perubahan untuk AAS 2010

Thursday, February 18th, 2010

Minggu lalu, tanggal 12 Februari 2010 bertempat di kantor PT HM Sampoerna Tbk., berlangsung rapat juri semi final dan final untuk kategori cetak dan online. Hadir pada malam itu Yosep Adi Prasetyo, atau yang lebih dikenal dengan Stanley, Rocky Gerung, Effendi Gazali, Seno Gumira, Ade Armando, Veven SP Wardhana, Atal Depari, dan Indria Samego. Dari Sampoerna yang hadir pada malam itu adalah Meta Rostiawati, Dimas Novriandi, dan Mochammad Yoso.

Perdebatan seru berlangsung ketika rapat sampai ke pembahasan apakah perlu adanya perubahan untuk AAS 2010. Dan jawabannya: PERLU. Seluruh juri sepakat bahwa untuk membuat AAS ke depan sebagai ajang yang lebih berkualitas, perlu dilakukan beberapa perubahan, termasuk dari sisi kategori dan bidang yang akan dilombakan.

Mau tau perubahan-perubahan apa saja yang akan terjadi di AAS 2010? Tunggu tanggal mainnya…

Anugerah PFI, Semarakkan Ajang Penghargaan bagi Jurnalis

Wednesday, February 17th, 2010

Setelah kesuksesan beberapa ajang penghargaan yang ditujukan bagi perkembangan dunia jurnalistik tanah air, seperti misalnya Anugerah Adiwarta Sampoerna yang tahun ini memasuki penyelenggaraannya yang kelima, satu lagi ajang penghargaan bagi jurnalis muncul ke permukaan. Namanya Anugerah Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Di tahun pertama penyelenggaraannya, ajang ini diminati oleh tak kurang dari 300 fotografer dari beragam media di seluruh Indonesia. Tak kurang dari 10.000 karya foto, baik yang telah dipublikasikan di media mereka masing-masing maupun yang belum, masuk ke meja panitia yang seluruhnya adalah anggota Pewarta Foto Indonesia.

Hadiah yang diperebutkan tak kalah menariknya. Trophi dan uang tunai sebesar Rp. 7 juta untuk pemenang pertama, Rp. 6 juta untuk pemenang kedua, dan Rp. 5 juta untuk pemenang ketiga siap untuk digondol oleh pemenang, diluar satu hadiah khusus yaitu Foto Terbaik yang akan mendapatkan satu buah kamera digital lengkap.

Galeri Nasional pun menjadi saksi malam penganugerahan Anugerah PFI pada tanggal 13 Februari silam. Total ada 8 kategori yang dilombakan, yaitu Seni & Budaya, Sosial, Olahraga, Hukum, Ekonomi, Politik, Foto Esai, serta Foto Terbaik.

pfi

(more…)

Hari Pers Nasional di Mata Jurnalis

Tuesday, February 9th, 2010

Hari ini, 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional yang peringatannya dipusatkan di Palembang, Sumatera Selatan. Serangkaian agenda telah disiapkan untuk program tahun ini, diantaranya penandatanganan ratifikasi perusahaan pers, standar kompetensi wartawan, kode etik jurnalistik, dan standar perlindungan wartawan.

Organisasi jurnalistik yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta kalangan masyarakat pers lainnya berharap bahwa dengan penandatanganan ratifikasi perusahaan pers tersebut, perusahaan-perusahaan pers akan semakin profesional. Selain itu, publik juga akan lebih mudah mengenal media mana saja yang memenuhi standar dan mana yang tidak.

Agenda lain sebagai rangkaian acara peringatan adalah pembukaan Sekolah Jurnalistik Indonesia di Jakarta, Semarang, Makasar, Samarinda, Palembang, dan Pekanbaru. Sekolah jurnalistik ini juga dibuat dalam rangka meningkatkan standar kompetensi wartawan seluruh Indonesia.

picture-12

Terkait dengan peringatan Hari Pers Nasional, kami menanyakan beberapa rekan jurnalis mengenai pendapat mereka. Dan inilah hasil perbincangan kami:

BAGJA HIDAYAT (TEMPO)

Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu. Cuma kalau menurut saya, perlu ada koreksi. Tanggal 9 Februari itu ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN) kan karena bertepatan dengan deklarasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) (PWI didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 dan HPN pertama kali dirayakan pada tanggal 9 Februari 1985 – red). Seharusnya, HPN itu dirayakan bertepatan dengan lahirnya koran Medan Prijaji, sebagai koran pertama yang diterbitkan oleh pribumi di Indonesia. Itu kayaknya yang sekarang lagi diperjuangkan sama AJI yaitu buat mengkoreksi tanggal peringatan HPN. (Medan Prijaji adalah surat kabar yang terbit di Bandung tahun 1907. Medan Prijaji dianggap sebagai surat kabar pertama Indonesia, sebab mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli. Surat kabar ini didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo. Medan Prijaji menjadi koran pertama dikelola pribumi dengan uang dan perusahaan sendiri. Medan Prijaji berbahasa Melayu, terbit pertama kali pada Januari 1907 – wikipedia)

Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Secara pribadi nggak ada ya. Cuma ya kayak hari-hari peringatan pada umumnya aja, kayak hari Sumpah Pemuda, 17 Agustus, Pendidikan Nasional. Di kantor juga gak ada perayaan apa-apa tuh. Biasa aja kok semuanya..hehehe.

Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Menurut saya, pers saat ini sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan meningkatnya persaingan diantara media, bisa menjadi introspeksi tersendiri terhadap media masing-masing. Ajang-ajang perlombaan, seperti Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) juga penting keberadaannya untuk meningkatkan persaingan diantara jurnalis dan media. Dengan adanya persaingan, maka kualitas jurnalis dan media dalam menyajikan berita akan semakin baik. Yang beruntung dalam hal ini adalah publik. Publik menerima persaingan ini dalam bentuk semakin membaiknya kualitas pemberitaan yang mereka terima.
Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Agar kualitas pers lebih baik sehingga mampu menyajikan liputan yang mendalam serta berita yang baik.

HENDRI FIRZANI (GATRA)

Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu.

Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Secara pribadi gak ada. Di kantor juga gak pernah ada perayaan apa-apa. Mungkin karena gak banyak juga teman-teman yang tahu sejarah pers kita jadi tidak merasa terlibat

Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Pers sekarang semakin bebas, lebih bebas dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini, represi yang dialami oleh media justru bukan dalam bentuk fisik, tapi dalam bentuk ekonomi. Kayak misalnya represi dari pemilik media dan pemasang iklan.

Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Harapan saya agar perusahaan media lebih memperhatikan kesejahteraan wartawan karena saat ini, tidak banyak perusahaan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup wartawan. Dengan meningkatnya kesejahteraan wartawan, maka kita juga dapat bekerja dengan lebih baik lagi.

EDY CAN (KONTAN)

Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu

Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Biasa saja. Di kantor juga tidak pernah ada perayaan apa-apa.

Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Semakin membaik. Memang belum sempurna, tapi semakin membaik.

Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Lebih baik kualitasnya dan juga pemerintah jangan alergi kalo dikritik.

DAHONO FITRIANTO (KOMPAS)

Apakah Mas tahu hari ini hari pers nasional?
Tahu, cuma saya khawatir hari pers nasional, sama seperti hari-hari peringatan nasional pada umumnya, semakin kehilangan maknanya.

Apakah arti Hari Pers Nasional buat Mas?
Biasa saja ya, dalam artian tidak memberi dampak yang signifikan. Di kantor juga tidak ada perayaan apa-apa.

Bagaimana menurut pendapat Mas kondisi pers saat ini?
Pers saat ini sedang berada di simpang jalan terutama terkait dengan berkembangnya media baru di bidang internet, televisi, kemudian ada yang namanya citizen journalism. Masih banyak informasi-informasi yang pers belum ketahui dengan baik seperti arti kebebasan pers itu apa, kemudian beda antara jurnalis dengan infotainment. Kalau menurut saya jelas, kuncinya ada di etika jurnalisme. Pers itu harus tahu dan paham akan etika jurnalisme, sementara kalo yang lainnya itu mereka dalam menjalankan tugasnya tidak menggunakan etika jurnalisme. Contohnya, citizen jurnalisme. Mereka kan dalam melaksanakan kegiatannya tidak menggunakan etika-etika jurnalisme, yang penting tanya kemudian tulis aja.

Apa harapan Mas terhadap pers Indonesia di masa mendatang?
Semakin banyak penghargaan-penghargaan terhadap profesi wartawan. Rendahnya penghargaan terhadap wartawan dapat menjadi pemicu masalah-masalah ketidakprofesionalan wartawan.

Lalu, buat rekan-rekan yang lain, apakah arti Hari Pers Nasional buat Anda sendiri?

Hari Pers Nasional 2010 Yang Penuh Harapan

Tuesday, February 9th, 2010

Hari ini, Selasa, 9 Februari 2010, Indonesia kembali memperingati hari Pers Nasional ke-64. Tahun ini peringatan hari Pers Nasional rasanya lebih penuh dengan harapan, dan mengusung tema “Kemerdekaan Pers Dari dan Untuk Rakyat”.

Pada bulan lalu, beberapa orang pemimpin organisasi media serta korporasi media sudah mengadakan audiensi dengan Presiden SBY, menyampaikan berbagai rencana berkaitan dengan peringatan hari Pers Nasional 2010.

Margiono, Ketua Umum PWI, menyatakan bahwa perayaan hari Pers Nasional 2010 ini akan lebih berusaha lagi meningkatkan kualitas pers dan jurnalistik di Indonesia. Salah satu programnya adalah dengan mendirikan sekolah Jurnalistik Indonesia di enam propinsi di Indonesia, yaitu Jakarta, Semarang, Makassar, Samarinda, Palembang dan Riau. Menurut Margiono, pendirian sekolah jurnalistik ini akan dilakukan sepanjang tahun 2010 dan akan melibatkan kerja sama dengan pers, Depdiknas, UNESCO, Pemda setempat, dan kalangan perguruan tinggi.

Berbeda dengan tahun lalu yang diadakan di Jakarta, perayaan puncak hari Pers Nasional 2010 akan diadakan di kota Palembang. Presiden SBY juga menghadiri perhelatan di kota pempek ini, dan akan menyampaikan pidatonya di depan para pengusaha media, jurnalis, kalangan akademisi, serta unsur pemerintah daerah.

Selain di Palembang, perayaan hari Pers Nasional ini juga diadakan di kota-kota lain, seperti Solo dan Bali. Bentuk perayaan ini bermacam-macam, di Bali, misalnya, Ketua Dewan Kehormatan PWI Cabang Bali, Djesna Winada, memilih untuk mengungkapkan perspektif dan harapannya ke depan atas kondisi pers di Indonesia yang dianggapnya mampu memberangus ketidakadilan. Rekan PWI di Surakarta memilih untuk melakukan tirakatan pada hari Senin, 8 Februari, kemarin.

Apakah yang rekan-rekan lakukan untuk merayakan hari Pers Nasional?

[back to top]