Archives
-
Siaran Pers – FINALIS AAS 2009 KATEGORI CETAK DAN ONLINE AKHIRNYA RESMI DIUMUMKAN
November 25, 2009
FINALIS AAS 2009 KATEGORI CETAK DAN ONLINE AKHIRNYA RESMI DIUMUMKAN
Persaingan ketat yang terjadi di masing-masing bidang menyebabkan tertundanya pengumuman finalis kategori cetak dan onlineJakarta, 25 November 2009 – Dewan juri final Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 untuk kategori Cetak dan Online membutuhkan waktu lebih dari dua hari untuk akhirnya pada hari ini (25/11) memberikan keputusan nama-nama jurnalis yang menjadi finalis AAS 2009.
Dari ketigapuluhenam bidang untuk dua kategori yaitu Investigatif dan Kemanusiaan, 13 finalis diantaranya adalah jurnalis yang berasal dari luar kota, seperti: Bandung, Bali, Surabaya, Pontianak, Makasar, Aceh, serta Padang, kota yang kemarin baru saja tertimpa musibah gempa.
Salah satu alasan kesulitan dewan juri dalam memilih finalis adalah karena adanya peningkatan dari sisi kualitas untuk karya-karya yang masuk tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Secara umum, terjadi peningkatan kualitas karya dan kami sebagai dewan juri berusaha betul bahwa yang terlahir dari AAS ini adalah tulisan-tulisan yang lebih baik dan lebih baik,” demikian dikatakan Effendi Gazali, salah satu anggota dewan juri final Cetak dan Online.
Selain itu, Effendi juga mengakui bahwa di AAS 2009 ini lebih banyak karya-karya yang berani masuk ke berbagai bidang yang pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah dibahas. “Misalnya untuk bidang politik, banyak karya yang membahas soal intelijen seperti kasus Munir, dan itu merupakan perkembangan yang menarik,” tambahnya.
Mendukung pernyataan Effendi, Seno Gumira, salah satu anggota dewan juri mengatakan untuk karya-karya AAS 2009 bidang Seni Budaya, pengertian budaya tidak lagi sempit hanya pada kesenian saja namun sudah meluas ke hal-hal seperti tradisi dan pendidikan. “Ini membuat kami kami harus melakukan banyak pertimbangan dan sangat tidak mudah untuk memilih finalis,” ujarnya.
Secara statistik, dalam penyelenggaraannya yang keempat, terjadi peningkatan dari segi jumlah karya sebanyak 122 yang diterima panitia AAS 2009 dibandingkan AAS 2008. Pada AAS 2008, total karya yang diterima sebanyak 1.014 sementara untuk AAS 2009 sebanyak 1.136 karya. Dari segi jumlah peserta, AAS 2009 diikuti oleh 193 jurnalis dimana diantaranya banyak wajah-wajah jurnalis yang baru pertama kali ikut.
Pengumuman pemenang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 sendiri akan diselenggarakan di Gran Ballroom XXI Djakarta Theater pada hari Kamis, 3 Desember 2009 mendatang. Ratusan tokoh pers dan pelaku media direncanakan hadir pada puncak penghargaan bagi insan media di Indonesia ini.
NAMA-NAMA FINALIS ANUGERAH ADIWARTA SAMPOERNA 2009
– KATEGORI CETAK/ONLINEKEMANUSIAAN
Bidang Ekonomi & Bisnis:
• Prilia Herawati – Femina. Judul Karya: “Taklukan Krisis dengan Potensi Lokal”
• Dili Istimora Eyato – Seputar Indonesia Biro Jawa Timur. Judul Karya: “Kreatif Terjepit Lahan yang Menyempit, Tumpang Sari hingga Internet untuk Bertani (Seri)”
• Muhlis Suhaeri – Borneo Tribune. Judul Karya: “Sembelit di Pelabuhan Dwikora Pontianak”Bidang Politik:
• Irawan Santoso – Majalah Mahkamah. Judul Karya: “Demo Maut di Sumut”
• Asrori Karni – Majalah Gatra. Judul Karya: “Belajar Curang Sejak Kanak-Kanak”
• Martha Andival – Aceh Feature. Judul Karya: “Hukum Rajam di Aceh”Bidang Hukum:
• Andri Saubani – Harian Republika. Judul Karya: “Jangan Ambil Pengadilan Tipikor”
• Hamdani – Tabloid Modus Aceh. Judul Karya: “Mengenang Tragedi Simpang KKA: Sewindu Menunggu Tanpa Kepastian Hukum”
• Asrori Karni – Majalah Gatra. Judul Karya: “Ketika Murid Memerkarakan Kiai”Bidang Sosial:
• Marta Nurfaidah – Harian Surya. Judul Karya: “Geliat Asa di Liponos Ex Penderita Kusta Surabaya (Seri)”
• Dewi Kurniawati – Jakarta Globe. Judul Karya: “Misseries of Our Migrant Workers: A world of Peril, Crime, and Crushed Dreams”
• Ratna Hidayati – Koran Tokoh. Judul Karya: “60 Ribu Anak Korban Wisatawan Seks di Asia Tenggara”Bidang Seni & Budaya:
• Rusman – Majalah Art-i. Judul Karya: “Membangun Seni untuk Rakyat”
• Rustika Herlambang – Majalah Dewi. Judul Karya: “Tarian Kehidupan Eko Supriyanto”
• Kurniasih Suditomo – Majalah Tempo. Judul Karya: “Amir, Sang Maestro”Bidang Olahraga:
• Rochmat Haryadi – Majalah Gatra. Judul Karya: “Sang Naga Siap Taklukan Las Vegas”
• Hendri Firzani – Majalah Gatra. Judul Karya: “Piranha Pemangsa Juara Dunia”
• Muhammad Iqbal – Harian Batam Pos. Judul Karya: “Juru Masak di Brooklyn, Pencetak Juara Tinju di Batam”INVESTIGATIF
Bidang Ekonomi & Bisnis:
• Ratna Sahara – Mitra Bisnis. Judul Karya: “Merambah Pasar Internasional Melaui Sulam dan Tenun Minangkabau”
• Veronica Wahyuningkintarsih – Femina. Judul Karya: “Money Game, Bukan Sulap Bukan Sihir”
• Bagja Hidayat – Majalah Tempo. Judul Karya: “Akal-Akalan Biaya Admin Listrik”Bidang Politik:
• Irawan Santoso – Majalah Mahkamah. Judul Karya: “Ada Judi di Balik Pergantian Kapolri?”
• Asrori Karni – Majalah Gatra. Judul Karya: “Waspada Rekayasa Sistemik Pemilih Efektif”
• Amiruddin – Harian Fajar. Judul Karya: “Jaminkan Mobil Demi Kursi”Bidang Hukum:
• Kuncarsono Prasetya – Harian Surya. Judul Karya: “Carut Marut Penataan Reklame Surabaya”
• Agus Wahyuni – Borneo Tribune. Judul Karya: “Sengketa Batas Berujung Konflik”
• Muhammad Zuhri – Tribun Batam. Judul Karya: “Mudahnya Beli Ekstasi di Batam (Seri)”Bidang Sosial:
• Muhlis Suhaeri – Borneo Tribune. Judul Karya: “Ketika Lingkungan Terkoyak”
• Zaky Yamani – Pikiran Rakyat. Judul Karya: “Menggadaikan Citarum untuk Jakarta”
• Hera Diani – Jakarta Globe. Judul Karya: “Cost of Smoking (Series)”Bidang Seni & Budaya:
• Muhlis Suhaeri – Borneo Tribune. Judul Karya: “Tato Bagi Masyarakat Dayak”
• Bagja Hidayat – Majalah Tempo. Judul Karya: “Lambang dalam Pusaran Mafia Purbakala”
• Aan Haryono – Seputar Indonesia Biro Jawa Timur. Judul Karya: “Artefak Orba yang Berkarat”Bidang Olahraga:
• Didik Kusbiantoro – Antara Biro Jawa Timur. Judul Karya: “Rasionalisasi atau Mati”
• Tjahjo Sasongko – Kompas.Com. Judul Karya: “Regenerasi Tidak Bisa Dipaksakan”
• Tjahjo Sasongko – Kompas.Com. Judul Karya: “Disini Kita Bukan Serumpun”