dsc_1191.jpg
dsc_1341.jpg
dsc_1287.jpg
dsc_1274.jpg
img_1479.jpg
img_1543.jpg
img_9312.jpg
img_9308.jpg
img_9281.jpg
img_9280.jpg
img_9252.jpg
img_9239.jpg
img_9236.jpg
img_9225.jpg
2.jpg
1.jpg
img_9312.jpg
img_9312_0.jpg
dsc_1134.jpg
dsc_1123.jpg
dsc_1192.jpg
dsc_1189.jpg
dsc_1236.jpg
dsc_1211.jpg
dsc_1269.jpg
dsc_1266.jpg
dsc_1245.jpg
dsc_1280.jpg
dsc_1274.jpg
dsc_1299.jpg
dsc_1289.jpg
dsc_1319.jpg
dsc_1314.jpg
dsc_1353.jpg
dsc_1340.jpg
dsc_1335.jpg
dsc_0979.jpg
picture-7.png
 
 
Info

Panitia Penyelenggara AAS 2009 dapat dihubungi melalui telepon 021-72789833 atau melalui email di aas@maverick.co.id

KomunitasSudah jadi anggota?
Login
Login dengan Facebook:
Pengunjung terakhir
Powered by Sociable!

Berlangganan info AAS

Ketik alamat email Anda:

Delivered by FeedBurner

Shout!



Video: Finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 dari Femina 30/11/09 Comments (0)

Video: Finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 dari majalah Tempo 26/11/09 Comments (0)

Profil finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 dari Majalah Tempo. Kurie Suditomo dan Bagja Hidayat.

Video: Finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 dari Kompas Comments (0)

Profil finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 dari Kompas. Yuniadhi Agung.

Video: Finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 dari majalah Gatra Comments (0)

Profil finalis Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 dari majalah Gatra. Rohmat Haryadi, Hendri Firzani dan Abdul Malik.

Siaran Pers - FINALIS AAS 2009 KATEGORI CETAK DAN ONLINE AKHIRNYA RESMI DIUMUMKAN 25/11/09 Comments (0)

FINALIS AAS 2009 KATEGORI CETAK DAN ONLINE AKHIRNYA RESMI DIUMUMKAN
Persaingan ketat yang terjadi di masing-masing bidang menyebabkan tertundanya pengumuman finalis kategori cetak dan online

Jakarta, 25 November 2009 – Dewan juri final Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 untuk kategori Cetak dan Online membutuhkan waktu lebih dari dua hari untuk akhirnya pada hari ini (25/11) memberikan keputusan nama-nama jurnalis yang menjadi finalis AAS 2009.

Dari ketigapuluhenam bidang untuk dua kategori yaitu Investigatif dan Kemanusiaan, 13 finalis diantaranya adalah jurnalis yang berasal dari luar kota, seperti: Bandung, Bali, Surabaya, Pontianak, Makasar, Aceh, serta Padang, kota yang kemarin baru saja tertimpa musibah gempa.

Salah satu alasan kesulitan dewan juri dalam memilih finalis adalah karena adanya peningkatan dari sisi kualitas untuk karya-karya yang masuk tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Secara umum, terjadi peningkatan kualitas karya dan kami sebagai dewan juri berusaha betul bahwa yang terlahir dari AAS ini adalah tulisan-tulisan yang lebih baik dan lebih baik,” demikian dikatakan Effendi Gazali, salah satu anggota dewan juri final Cetak dan Online.

Baca selengkapnya …

FINALIS AAS 2009 KATEGORI FOTO BERITA DAN TELEVISI RESMI DIUMUMKAN HARI INI 24/11/09 Comments (0)

FINALIS AAS 2009 KATEGORI FOTO BERITA DAN TELEVISI RESMI DIUMUMKAN HARI INI
Karya yang semakin berkualitas menyulitkan juri Cetak/Online dalam memilih finalis

Jakarta, 24 November 2009 – Setelah melalui rapat penjurian akhirnya juri final Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2009 sepakat untuk meloloskan 24 karya sebagai finalis khusus untuk dua kategori yaitu Televisi dan Foto Berita.

Dewan juri Foto Berita dan Televisi Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 mengakui bahwa tahun ini terjadi peningkatan dari sisi kualitas dibandingkan karya-karya sebelumnya. Firman Ichsan, selaku salah satu dewan juri berita foto, mengatakan, “Setiap tahunnya, selalu terjadi peningkatan kualitas untuk karya foto yang masuk, demikian juga untuk tahun ini. Dari sisi estetika terjadi kemajuan yang cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Yang perlu mendapat catatan adalah karena yang dilombakan adalah foto berita, saya melihat jurnalis seringkali kesulitan untuk mendapatkan kesempatan serta waktu yang tepat untuk mengambil momen, dan hal ini berpengaruh pada kualitas foto itu sendiri. Namun, secara rata-rata, seluruh foto yang masuk untuk AAS tahun ini sangat baik.”

Baca selengkapnya …

Guyonan Khas Mas Wendo Penuhi Suasana Penjurian Final TV AAS 2009 19/11/09 Comments (0)

Setelah melalui diskusi yang alot selama lebih dari 2 jam, akhirnya dewan juri final Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 untuk karya televisi berhasil memilih 2 finalis dan 1 karya pemenang masing-masing untuk kategori Dokumenter dan Investigatif.

Bertempat di kantor PT HM Sampoerna pada hari Senin (16/11), lima orang dewan juri final televisi yaitu Arswendo Atmowiloto, George Kamarullah, Marseli Sumarno, Fetty Fajriati, serta Niken Rachmad (mewakili PT HM Sampoerna) hadir pada penjurian terakhir ini. Bambang Harymurti yang juga merupakan anggota dewan juri berhalangan hadir, namun beliau bersedia melakukan penjurian lewat telepon; sehingga lengkaplah sudah seluruh dewan juri hari itu.

picture-7

Dimulai pukul 15.00 WIB, penjurian pada awalnya berlangsung lancar tanpa hambatan. Hampir seluruh dewan juri sepakat tanpa perdebatan yang berarti dalam memilih lima terbaik dari masing-masing kategori. Perdebatan mulai terlihat ketika dewan juri harus memilih 3 karya terbaik dari masing-masing kategori. Sungguh pengalaman yang tidak ada duanya bisa berada di tengah orang-orang yang kompeten dan berpengalaman.

Baca selengkapnya …

Serba-Serbi: AAS Punya Cerita 09/11/09 Comments (2)

Tak terasa, malam penganugerahan Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 semakin dekat. Hal ini menimbulkan flashback akan peristiwa-peristiwa yang terjadi di belakang. Memang, setiap tahunnya, penyelenggaraan AAS selalu diwarnai oleh berbagai hal yang berbeda dan itu yang memberi nuansa tersendiri baik bagi panitia, juri, maupun peserta.

Dari sisi karya yang dikirim peserta, misalnya, selalu ada peserta yang mengirimkan karyanya secara kreatif sehingga memunculkan senyum di wajah para panitia. Selain karya, ada beberapa peserta yang juga mengirimkan CV mereka dengan gaya yang berbeda-beda.

Bukan hanya peserta, panitia penyelenggara pun mempunyai segudang pengalaman unik dalam penyelenggaraan AAS 2009 ini. Salah satu contoh adalah pada saat penjurian foto. Hampir setiap tahunnya panitia akan bersiap-siap untuk pulang larut malam dari sekretariat pada hari sebelum penjurian foto final karena banyaknya karya foto yang dikirim. Selain itu kami juga harus ekstra hati-hati menyusunnya agar tidak merusak foto dan memudahkan penjurian.

Tahun ini panitia memutuskan untuk menggunakan lembar papan dan styrofoam sebagai tempat untuk menampilkan foto ketimbang dinding. Namun, saking banyaknya foto, kaca jendela pun tak luput dari sasaran penempelan.

picture-1

Baca selengkapnya …