Archives

Archive for October, 2009

  • Hari Terakhir Pengiriman Karya AAS 2009

    October 16, 2009

    Kemarin adalah hari terakhir pengiriman karya Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009. Saking banyaknya karya yang diterima di hari terakhir, Panitia AAS membutuhkan waktu beberapa hari untuk menghitung berapa jumlah karya yang masuk secara keseluruhan. Namun, yang pasti, Panitia sangat terharu melihat keantusiasan rekan-rekan dalam mengikuti ajang AAS. Betapa tidak, dari mulai siang hingga malam, kantor panitia yang ada di jalan balitung kebayoran baru tidak berhenti-henti menerima rekan-rekan jurnalis yang datang khusus untuk mengantarkan karya mereka. Bahkan, menurut penjaga kantor, hingga menjelang pukul 12 malam, masih ada juga beberapa yang datang. Atas segala jerih payah rekan-rekan untuk ikut dalam AAS, panitia mengucapkan banyak terima kasih dan semoga panitia dapat terus memperbaiki performa sehingga mampu memberikan ajang yang terbaik. Sampai jumpa di Malam Penganugerahaan AAS 2009!

  • Hari Terakhir Pengumpulan Karya AAS 2009

    October 15, 2009

    img00066-20091015-1307
    Di hari terakhir batas waktu pengiriman karya Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009, panitia kebanjiran karya. Lihat saja tumpukan karya-karya yang ada di meja panitia. Melihat pemandangan tumpukan karya membuat kami justru tambah semangat karena berarti rekan-rekan sangat antusias untuk ikut serta dalam ajang AAS. Kami yakin, tumpukan-tumpukan itu akan terus bertambah hingga malam penutupan nanti seiring bertambahnya antusiasme kami juga.

    Jangan lupa kirimkan hasil karya anda! Hari ini adalah hari terakhir pengumpulan karya AAS 2009!

  • Menuju Era Jurnalisme Watchdog di Indonesia?

    October 14, 2009

    Bagi Anda yang akrab dengan dunia pers dan jurnalisme pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah jurnalisme watchdog atau watchdog journalism. Seperti namanya, jurnalisme watchdog dapat diartikan sebagai jurnalisme yang ditujukan untuk ‘mengawasi’ tokoh dan institusi publik yang fungsinya mempengaruhi  kehidupan sosial dan politik, serta untuk mengawasi akuntabilitas mereka.

    The Associated Press (AP), di videonya mengenai bagaimana menjalani jurnalisme watchdog, menyatakan bahwa pers harus mampu menjalankan jurnalisme watchdog bagi para tokoh publik, termasuk presiden. Tugas pers adalah untuk mengkritisi dan menuliskan berita secara lengkap bagi masyarakat. Menurut Ron Fournier, Kepala Biro AP Washington, mengkritisi bukan berarti memihak ke salah satu sisi.

    Editor Akuntabilitas AP, Jim Drinkard, menambahkan bahwa untuk melakukan hal ini ada dua hal yang perlu dilakukan oleh seorang jurnalis, yaitu mendengarkan dan mengawasi. Kemudian memeriksa kecocokan di antara keduanya. Apakah janji yang diucapkan oleh presiden tersebut benar-benar ditepati? Jika tidak, maka pers harus berani menyatakan bahwa presiden melanggar janjinya.

    Walaupun masih terhambat oleh berbagai hal, jurnalisme di Indonesia saat ini kelihatannya pun semakin menuju ke arah jurnalisme watchdog. Pers semakin memegang peranan sebagai the fourth estate di Indonesia, dan hal ini bisa dilihat di Indonesia, dan hal ini bisa dilihat dari pemberitaan-pemberitaan yang ada.

    Salah satu contohnya adalah menyoal kasus Bank Century yang sekarang sedang ramai diperbincangkan. Membahas kasus tersebut tidak akan pernah terlepas dari sisi politis yang saat ini masih menjadi rumor di banyak kalangan. Kita katakan rumor karena memang banyak diantara berita-berita yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya.

    Yang kita tahu pasti adalah sejak bergulirnya kasus tersebut, media sudah memantau secara intensif dalam rangka memberikan informasi yang benar dan, tentu saja, obyektif kepada masyarakat. Inilah salah satu contoh fungsi jurnalisme watchdog yang dijalankan oleh media.

    Dan jika menurut Fournier jurnalisme watchdog seharusnya tidak memihak ke salah satu sisi, hal ini tampaknya masih kurang tepat karena media memiliki publik sebagai pemangku kepentingan dimana hak-haknya perlu media penuhi yaitu mendapatkan informasi yang obyektif dari setiap permasalahan yang ada.

    Apakah menurut rekan-rekan media di Indonesia sudah benar-benar menjalankan fungsi jurnalisme watchdog?

  • 750 karya!

    October 09, 2009

    dsc00101

    Kumpulan karya peserta AAS 2009

    Hingga saat ini, Panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009 telah menerima lebih dari 750 karya jurnalis dari seluruh Indonesia dengan jumlah pengirim kurang lebih 200 jurnalis. Untuk Liputan Kemanusiaan Cetak dan Online didominasi oleh bidang Sosial dengan 95 karya, sementara untuk Liputan Investigatif juga didominasi oleh bidang yang sama dengan 25 karya. Untuk foto, terjadi persaingan ketat dalam hal jumlah karya yang masuk antara bidang-bidang Politik, Ekonomi & Bisnis, serta Seni dan Budaya dengan karya terbanyak dicapai oleh Seni dan Budaya dengan 65 karya. Sementara untuk televisi, total 27 karya sudah masuk ke meja panitia yang sebagian besar adalah Liputan Investigatif dan TPI, saat ini, sebagai stasiun televisi pengirim karya terbanyak.

    Ayo rekan-rekan, kami masih tunggu karya Anda hingga 15 Oktober 2009!

  • Perlunya Ekstra Hati-hati di Era Web 2.0

    October 06, 2009

    Oleh: Nena Brodjonegoro

    Salah satu ciri khas dari Web 2.0, yang juga adalah kekuatan terbesarnya, adalah interaktivitasnya. Salah satu contohnya adalah platform wiki yang memungkinkan penggunanya berkontribusi terhadap isi suatu halaman situs, seperti Wikipedia. (more…)