Archives



  • Penjurian Final Foto Berita AAS 2009: Dominasi Foto Berita yang Semakin Dewasa

    October 30, 2009

    “Setiap foto juga harus memiliki simbolisasi yang kuat. Simbol apa yang ingin disampaikan oleh si pewartafoto harus tampak,” ujar Ray Bachtiar Drajat, juri baru untuk kategori foto berita sesaat sebelum melakukan penjurian final foto. Kemarin (29/10) bertempat di kantor panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna, berlangsung penjurian final untuk 658 karya foto yang layak untuk dinilai. Dimulai pukul 11.00 WIB, juri foto AAS 2009 hadir lengkap siang itu: Oscar Motulloh, Firman Ichsan, dan Ray Bachtiar Drajat.

    Di tahap pertama, seluruh juri memilih foto-foto berdasarkan pilihan mereka masing-masing. Tahapan ini berlangsung hampir 2 jam hingga akhirnya seluruh juri sudah memiliki ‘jagoan’ mereka untuk tiap bidang. Setelah makan siang, penjurian memasuki tahapan kedua dimana seluruh karya pilihan juri dikumpulkan untuk dinilai bersama-sama. Penilaian foto dilakukan per bidang. Disinilah terjadi perdebatan-perdebatan ringan antara tiap juri. Namun perdebatan itu masih diselingi oleh humor-humor yang tetap membuat kita semua semangat meskipun mata ini cukup lelah setelah melihat begitu banyaknya foto. Banyak dari perdebatan antara juri sebenarnya lebih menyoal kepada tekhnis fotografi. “Sebagai foto berita, temanya sudah sangat baik, hanya eksekusinya yang kurang sempurna. Sayang sekali,” ujar Oscar Motulloh.

    Kira-kira pukul 15.30 WIB, penjurian foto final selesai. Semua juri bernapas lega karena telah selesai melakukan tugas mereka. Diakhir penjurian, kami meminta beberapa komentar dari seluruh juri mengenai proses penjurian yang sudah mereka lakukan. “Tiap tahun, terjadi peningkatan kualitas karya-karya foto dan tahun ini juga demikian. Dari segi estetik, kami cukup kesulitan dalam memilih, namun karena ini foto berita, kami juga harus melihat keterkaitan foto dengan peristiwa yang terjadi,” ujar Firman Ichsan. Di sisi lain, Oscar melihat bahwa karya-karya foto yang dikirim untuk AAS 2009 ini semakin menunjukkan kedewasaan jurnalis dalam hal tekhnik pengambilan gambar disesuaikan dengan tema yang ingin ditampilkan. “Banyak karya tahun ini yang semakin dewasa dan hal ini sebuah perkembangan yang sangat baik,” ujar Oscar.

    Akhirnya, selesai juga penjurian foto final. Kami ucapkan terima kasih kepada dewan juri foto yang bersedia mencurahkan pengetahuan serta pengalaman mereka dalam memilih karya-karya foto terbaik. Juga, kami ucapkan kepada seluruh peserta AAS 2009 yang telah mengirimkan karya foto berita mereka. Sampai bertemu di malam penganugerahaan AAS 2009.

     

No Responses to “Penjurian Final Foto Berita AAS 2009: Dominasi Foto Berita yang Semakin Dewasa”

Leave a Reply

Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website