Archives



  • Profil: Yeni Simanjuntak

    October 19, 2009

    yeni-simanjuntak-1Yeni Simanjuntak memulai penulusurannya atas kasus dana BKPM pada bulan Agustus 2007. Dengan berbekal data-data yang menurutnya sangat tidak real, ia mencoba mencari alamat sebuah perusahaan yang disebut-sebut sebagai investor dana BKPM senilai 17,13 triliun rupiah. Perjalanannya siang itu tidak membawa hasil karena ternyata alamat yang tertera pada data BKPM yang ia miliki adalah alamat kosong.

    Itulah sekelumit cerita dibalik artikel berjudul Menyoal Data Investasi yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008 untuk kategori liputan investigatif. Sang penulis, Yeni Simanjuntak, mengatakan pengalaman dalam menulis artikel tersebut sebagai sesuatu yang berharga dan belum pernah ia lakukan sebelumnya. Selama beberapa hari ia turun ke lapangan menyusuri daerah Menteng Jakarta Pusat untuk mencari alamat perusahaan itu. Bahkan ia mengaku sebagai seorang calon karyawan yang mendapatkan panggilan wawancara kerja.

    “Itu merupakan pengalaman baru buat saya. Rasa penasaran dalam diri saya juga menjadi faktor mengapa saya ingin terus melakukannya,” ujar Yeni ketika ditanyakan tentang proses penulisan artikelnya.

    Karir Yeni di harian Bisnis Indonesia telah menginjak tahun keenam pada bulan September kemarin. Mulai tahun lalu, ia mengemban tugas baru sebagai asisten editor. Dunia jurnalistik memang sudah menjadi ketertarikannya sejak masa kuliah dulu.

    Yeni menilai AAS sebagai ajang penghargaan jurnalistik yang bergengsi. Alasannya antara lain karena tidak adanya pembatasan tema tertentu dalam penilaian. Belum lagi dengan sederet nama besar yang berdiri sebagai dewan juri AAS. Ditanya tentang hadiah, Yeni bercerita bahwa hadiah itu ia gunakan untuk mentraktir teman-teman satu kantor dan juga ibunda tercintanya. Ia juga menyisihkan sebagian hadiahnya ke panti asuhan.

     

No Responses to “Profil: Yeni Simanjuntak”

Leave a Reply

Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website