Archives

Archive for September, 2009

  • Makna Anugerah Herawati Diah Untuk Jurnalis Perempuan

    September 08, 2009

    Oleh: Nena Brodjonegoro

    Beberapa waktu yang lalu panitia Anugerah Adiwarta mengumumkan adanya sebuah anugerah khusus bagi jurnalis perempuan dalam ajang Anugerah Adiwarta, yaitu Anugerah Herawati Diah. Anugerah Herawati Diah sebenarnya pertama kali diselenggarakan tahun 2008 oleh Yayasan Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP), dengan mengangkat tema lingkungan hidup. Tahun ini, Anugerah Adiwarta bekerja sama dengan Yayasan GPSP dan bersama-sama menyelenggarakan Anugerah Herawati Diah.

    Adanya anugerah khusus bagi jurnalis perempuan mempunya makna tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kiprah jurnalis perempuan sudah semakin meningkat dan semakin terlihat di konstelasi pers dan jurnalistik Indonesia. Selain itu, kehadiran para jurnalis perempuan juga berarti bahwa perempuan juga mampu berkarya di bidang pekerjaan yang sebelumnya dianggap ranah “laki-laki”, yang membutuhkan ketahanan fisik dan rentan terhadap kekerasan. (more…)

  • Media dapat bantu menekan jumlah korban bencana

    September 04, 2009

    Oleh: Retno Nindya Prastiwi

    Bencana kadang dapat membuat kita mengulas kembali langkah kita selama ini dan apa yang bisa kita perbaiki di masa yang akan datang. Dari sudut pandang media massa, bencana kerap mengingatkan kita betapa pentingnya peran jurnalisme dan media massa sebagai penyedia informasi bagi khalayak luas. Informasi ini mencakup berita berkenaan dengan dampak bencana maupun, yang tak kalah penting, informasi tentang sosialisasi sistem peringatan dini–yang sangat mungkin dapat membantu menekan dampak dan jumlah korban suatu bencana.

    Masih segar dalam ingatan kita kita bagaimana Jakarta diguncang gempa pada hari Rabu (2 September 2009) lalu di mana pusat gempa ternyata terletak di Tasikmalaya dan berkekuatan 7.3 SR dan gempa susulan yang berkekuatan 6 SR melanda Bandung. Gempa itu sendiri mengakibatkan kerusakan besar dan bertambahnya daftar korban jiwa.

    Dari begitu banyak berita duka yang terdapat di media massa, terbersit satu artikel mengenai keprihatinan akan minimnya sosialisasi Sistem Peringatan Dini di website Kompas.

    aas1

    (more…)

  • Akankah RUU Rahasia Negara Membelenggu Kebebasan Pers?

    September 03, 2009

    Oleh: Nena Brodjonegoro

    Salah satu alasan Anda membaca tulisan ini saat ini, di blog milik Anugerah Adiwarta Sampoerna, mungkin adalah karena Anda percaya dengan kebebasan informasi. Banyaknya blog, dan situs berita online yang menawarkan berita terkini, juga termasuk penerapan dari kebebasan informasi ini. Seiring dengan dijunjungnya kebebasan informasi, kebebasan pers pun turut menjadi satu hal yang penting di masyarakat Indonesia, bahkan adalah salah satu hal yang membuat Indonesia lebih unggul dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

    picture-20

    Kebebasan pers di Indonesia memang masih berada dalam tahap “pembentukan diri”, masih mencari bentuk yang pas, yang bisa mengakomodir banyak pihak – pemerintah, masyarakat, dan pekerja pers sendiri. Pemerintah melakukan bagiannya dengan meniadakan SIUPP di tahun 1998, dan merancang berbagai undang-undang seperti UU Pers, UU Keterbukaan Informasi Publik, dan yang terbaru, UU Rahasia Negara yang menuai banyak protes.

    UU Rahasia Negara yang sedang digodok oleh pemerintah dan direncanakan untuk ditetapkan pada bulan Oktober 2009 ini dianggap berpotensi menghambat kebebasan pers. Hal ini karena UU tersebut membatasi media dan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai hal-hal tertentu yang dianggap sebagai rahasia negara. Kekhawatiran yang muncul adalah bahwa dengan berlakunya UU ini, maka pers dan masyarakat umum tidak lagi dapat mengakses informasi tertentu yang sebenarnya perlu untuk diketahui publik. Misalnya, anggaran belanja daerah, yang dapat menjadi panduan masyarakat untuk mengontrol penggunaan dana oleh pemerintah.

    (more…)

  • Anugerah Herawati Diah di AAS 2009

    September 02, 2009

    Di tahun keempat, ajang kompetisi jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) melakukan terobosan baru. AAS menggandeng tokoh jurnalis senior Indonesia, Ibu Herawati Diah.

    Ibu Herawati memiliki kepedulian tinggi atas perkembangan, eksistensi dan kualitas karya jurnalistik Tanah Air. Semangat ini sama dengan semangat yang juga diusung oleh AAS. Kehadiran beliau menghadirkan satu lagi penghargaan baru, khusus bagi jurnalis perempuan Indonesia. Namanya “Anugerah Herawati Diah”.

    *photo credit to Jaya Photography

    *photo credit to Jaya Photography

    “Kami menyambut baik dan menghargai keikutsertaan Yayasan Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) yang memberikan penghargaan khusus bagi jurnalis perempuan melalui ajang AAS,” kata Niken Rachmad, Communications Director PT HM Sampoerna Tbk.  “Melalui penghargaan ’Anugerah Herawati Diah’, diharapkan akan lebih banyak lagi perempuan Indonesia yang dapat menyumbangkan pikirannya melalui karya-karya jurnalisme. Kami juga berharap jurnalis perempuan generasi kini dapat terinspirasi oleh semangat dan kerja keras Ibu Herawati Diah yang tak kenal lelah.”

    (more…)