Archives
-
Menambah Modal Toko Lewat AAS
August 21, 2009
Keberuntungan.
Crack Palinggi yakin, inilah penentu kemenangannya dalam ajang kompetisi jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008.
”Kesempatan untuk mendapatkan momen yang tepat dalam memotret suatu peristiwa hanya terjadi dalam hitungan sepersekian detik. Telat sedikit, maka hilanglah momen itu. Disitulah faktor keberuntungan bermain,” kata pewarta foto dari kantor berita Reuters ini. Saat itu Crack baru usai meliput ajang Indonesia Open 2009 di Singapura.
Crack telah bergelut dalam dunia fotografi sejak tahun 1989. Ia memulai karir jurnalistiknya sebagai freelancer di majalah Sportif. Foto olahraga dan foto berita hardnews menjadi favoritnya. Tidak percuma, memang. Lewat jepretannya, lelaki penggemar olahraga paralayang ini menyabet gelar juara untuk dua kategori sekaligus dalam ajang AAS tahun lalu. Yang satu dalam kategori olahraga (judul karya: Untuk Indonesia) dan satu lagi di kategori sosial (judul karya: Polusi).
Crack mengaku kemenangannya dalam ajang AAS merupakan suatu kebanggaan. Pasalnya, ajang ini diikuti oleh rekan-rekan jurnalis dari seluruh Indonesia.
“Hadiahnya dipakai buat nambahin modal toko,” katanya.Crack memang penggila olahraga outdoor. Saat ini ia juga tengah mengembangkan bisnis penjualan peralatan hiking dan mountain climbing. Tokonya terletak di kawasan Saharjo.
Menurut Crack, AAS adalah ajang penghargaan jurnalistik yang paling representatif dari penghargaan lain yang sejenis. Ini karena AAS didukung sederet dewan juri yang merupakan tokoh-tokoh besar dalam dunia jurnalistik Indonesia.
Partisipasi Crack dalam ajang AAS sangat tinggi. Ia rutin mengirimkan karya-karya fotonya sejak AAS pertama kali digelar tahun 2006. Saat ini, dua fotonya sudah didaftarkan untuk mengikuti ajang AAS 2009.
“Tunggu saja, ya, Mbak karya saya berikutnya di periode II,” kata Crack.

