Archives
Archive for August, 2009
-
Hadiah AAS buat Traktir Teman-Teman Satu Kantor
August 28, 2009
Hendri Firzani memang tidak pernah menyangka kalau tulisannya yang berjudul “Nelayan Asing Menjarah Laut, Menebar HIV/AIDS” bakal menang di Anugerah Adiwarta Sampoerna. Oleh karena itu, ketika tulisan yang dibuatnya melalui proses penulisan serta penyuntingan selama 2 minggu itu meraih penghargaan sebagai tulisan investigasi terbaik untuk bidang hukum pada malam penganugerahaan AAS 2008, perasaan bahagia langsung meluap dari dalam dirinya. “Saya sangat bahagia sekali malam itu,” kenangnya.
Hal lain yang menjadi faktor penambah kebahagiaannya adalah tulisan itu merupakan karya pertama yang ia lombakan di ajang AAS. “Saya tidak nyangka sama sekali pertama kali ikut bisa langsung menang,” ujar Hendri yang saat ini menjabat sebagai redaktur hukum dan olahraga di majalah mingguan Gatra.
-
Sinergi masyarakat dan jurnalis
Masih ingat kebakaran besar Depo Pertamina Plumpang? Saat itu koran Jakarta Globe mendapatkan info terbaru mengenai kebakaran tersebut melalui akun Twitter milik mereka, @jakartaglobe. Secara aktif mereka mencari informasi dari para pengguna Twitter dan memberikan laporan pandangan mata dari saksi yang berada di tempat kejadian. Sebelum berita tersebut ditampilkan di timeline Twitter @jakartaglobe, mereka melakukan cek silang dengan narasumber untuk mengecek validitasnya.Jika ada @jakartaglobe di Indonesia, di kancah internasional juga terdapat @BreakingNews (Breaking News Online). Secara berkala, mereka menampilkan berita-berita terkini yang terjadi di berbagai belahan dunia. Sumbernya tentu saja dari pemberitaan para pengguna Twitter yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Sama seperti @jakartaglobe; sebelum @BreakingNews menampilkan berita, mereka mengadakan cek silang mengenai informasi yang didapatkan kepada narasumber.
Perkembangan dunia internet memang tak lepas dari dunia jurnalistik. Kasus-kasus di atas menunjukkan bagaimana dunia jurnalistik dapat bersinergi dengan masyarakat luas. Berbagai berita dan informasi bisa menyebar lebih cepat, langsung dari narasumber lingkaran pertama. Masih ingat, kan, bagaimana Daniel Tumiwa yang berada di lokasi ledakan bom Marriot melaporkan ledakan tersebut lewat akun Twitter-nya?
-
Huru-Hara-Heboh Malaysia dan Media Indonesia
August 27, 2009
Oleh: Nena Brodjonegoro
Lagi-lagi Malaysia. Sekitar dua bulan yang lalu masih teringat ada juga huru-hara-heboh dengan negeri tetangga ini mengenai Manohara dan pertikaian Ambalat. Belum lagi masalah yang sudah cukup lama menjadi isu – TKI. Tidak cukup itu juga, kelihatannya love-and-hate-relationship ini masih terus berlanjut dengan munculnya iklan tentang budaya Malaysia yang menuai banyak kritik dan kecaman.
Iklan tersebut ditayangkan oleh Discovery Channel, dan merupakan iklan promosi program Enigmatic Malaysia, sebuah program acara dokumenter di kanal Discovery Channel yang bercerita tentang Malaysia dan budayanya. Permasalahan muncul ketika di dalam iklan tersebut terdapat sebuah footage pendek tarian Pendet yang berasal dari Bali. Indonesia pun gempar!
Kata-kata “Malaysia meng-klaim tari Pendet” menjadi sebuah jargon yang memicu rasa tersinggung sebagian besar masyarakat Indonesia. “Sudah Reog Ponorogo diklaim, lagu Rasa Sayange diklaim, sekarang tari Pendet juga diklaim. Apa-apaan ini?“, demikian mungkin yang ada di benak publik. Pembicaraan di media massa mengenai hal ini membentuk wacara publik – yang sampai ke meja makan di dalam rumah. Apakah yang sebenarnya terjadi?
Ternyata iklan promosi tersebut bukanlah iklan resmi Visit Malaysia yang dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia. Selain itu, iklan dibuat oleh pihak Discovery Channel di Singapura, dan bukan oleh produser acara dokumenter tersebut, yaitu KRU Sdn Bhd di Malaysia. Walaupun pihak Discovery Channel sudah menarik iklan program tersebut, dan mengirimkan surat klarifikasi ke Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film, tetapi kesalahpahaman sudah terlanjur terjadi.
Nah, berkaitan dengan situasi ini, apa yang bisa dilakukan oleh media untuk mengatasi hal ini?
-
Kabar Terbaru: Panitia AAS TETAP MENERIMA Karya Periode I
August 26, 2009
Hallo, rekan-rekan!
Ada kabar baik dari panitia penyelenggara Anugerah Adiwarta Sampoerna. Setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan permintaan dari rekan-rekan, maka panitia AAS MENIADAKAN PEMBATASAN TANGGAL PENGIRIMAN BERDASARKAN PERIODE PUBLIKASI. Artinya, sampai akhir penutupan penerimaan periode II yaitu 30 September 2009 nanti, AAS akan tetap menerima karya rekan-rekan jurnalis yang dipublikasikan pada periode I (2 Oktober 2008 – 31 Maret 2009), dan juga karya-karya yang dipublikasikan pada periode II (1 April 2009 – 15 September 2009).
Dengan perubahan ini, maka syarat jumlah pengiriman karya menjadi 4 buah artikel/foto per kategori bidang (masing-masing 3 kategori dalam 6 bidang).
Sedikit bocoran, kategori yang masih minim peserta adalah Liputan Investigatif untuk bidang Ekonomi & Bisnis, Politik, Hukum, dan Olahraga. Hal itu berarti bila rekan-rekan mengirimkan karya pada kategori bidang tersebut, tentu kesempatan menang akan menjadi lebih besar.
Jadi, belum terlambat untuk mengirim karya tulisan rekan-rekan.
Ayo, kirim sebelum 30 September 2009 ke:
Panitia Penyelenggara AAS
Jl. Balitung III No. 8 – Jakarta
Telepon: (021) 727 898 33
Fax: (021) 727 898 34
Email: aas@maverick.co.id
Blog: http://anugerahadiwarta.org/
Contact person: Dody Rochadi – 0811 1996 502
-
Menambah Modal Toko Lewat AAS
August 21, 2009
Keberuntungan.
Crack Palinggi yakin, inilah penentu kemenangannya dalam ajang kompetisi jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008.
”Kesempatan untuk mendapatkan momen yang tepat dalam memotret suatu peristiwa hanya terjadi dalam hitungan sepersekian detik. Telat sedikit, maka hilanglah momen itu. Disitulah faktor keberuntungan bermain,” kata pewarta foto dari kantor berita Reuters ini. (more…)


