Archives

  • Materi Baru Kuliah Jurnalisme: Menggunakan Social Media

    July 17, 2009

    Oleh: Snezana

    Artikel yang baru saja selesai saya baca ini sungguh menarik. Ceritanya tentang apa dan bagaimana materi pengajaran di sekolah-sekolah jurnalisme mengenai penggunaan social media dalam jurnalisme. Kebutuhan untuk mengintegrasikan social media dan jurnalisme dirasa semakin perlu saat ini. Hal ini dapat dilihat dari, antara lain, penunjukan Jennifer Preston sebagai social media editor oleh The New York Times dan menjamurnya akun-akun Twitter dari berbagai media berita seperti Kompas, Jakarta Globe, dan CNN. Social media seolah menjadi the media.Karena itu, sekolah-sekolah jurnalisme di Amerika Serikat mulai mengajarkan tentang hal tersebut, dan di bawah ini adalah 10 hal yang diajarkan, diambil dari artikel yang ditulis oleh Vadim Lavrusik, mahasiswa Columbia University Graduate School of Journalism, tersebut.

    1. Mempromosikan Isi Berita – Hal ini penting bagi jurnalis untuk melibatkan audiensnya dan untuk menunjukkan pada mereka apa yang sedang Anda beritakan. Misalnya, memperbarui status Twitter Anda dengan berita yang sedang Anda liput. Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa jurnalis, antara lain oleh Anderson Cooper.

    2. Melakukan Wawancara – Wawancara bisa dilakukan melalui email, instant messanger, Facebook, atau yang paling populer di Amerika Serikat, Skype. Wawancara melalui Skype mempunyai keuntungan, yaitu dapat direkam dan ditampilkan pada situs berita, serta dapat mewawancara narasumber yang berada di lain kota atau negara.

    3. Mencari Berita dan Riset – Jurnalis harus bisa mencari berita dan breaking news dengan memanfaatkan situs-situs social media seperti Twitter dan FriendFeed yang menyediakan informasi secara real-time. Misalnya ketika Anda ingin menulis tentang peluncuran film Harry Potter terbaru, Anda bisa cari di Twitter mengenai hal ini.

    picture-1

    4. Crowdsourcing dan Membangun Daftar Narasumber – Situs social media seperti Facebook atau Twitter dapat digunakan untuk mencari narasumber, membangun daftar narasumber Anda, dan sebagai sarana untuk menjaga hubungan tersebut.

    5. Publikasi dengan Perangkat Social Media – Berita atau informasi dapat dipublikasikan dengan menggunakan Facebook, Twitter, Youtube, atau Flickr, dan informasi tersebut dapat berupa teks, video, atau foto. Anthony Bourdain, misalnya, mengunggah video acaranya, No Reservations, di Youtube dan mengintegrasikannya dengan halamannya di Facebook.

    6. Integrasi Blog dan Situs – Memadukan live-blogging atau Twitter updates dengan situs Anda dapat menjadikan situs lebih dinamis dan melibatkan Anda dan audiens Anda dalam percakapan atau conversation. Misalnya, di blog milik Enda Nasution atau Louis Gray.

    picture-21

    7. Membangun Komunitas dan Isi yang Berisi – Social media seharusnya membantu jurnalis dalam bekerja, melibatkan banyak orang dalam conversation yang bertujuan untuk membangun komunitas atau jaringan yang menguntungkan bagi para anggotanya. Selain itu, isi dan conversation tersebut harus berisi sehingga bermanfaat bagi pembacanya.

    8. Personal Brand - Istilah sehari-harinya ‘menjual diri’, dalam arti bahwa social media dapat digunakan untuk membangun brand pribadi Anda dan membangun jaringan yang nantinya dapat berguna bagi Anda. Hal ini sudah dilakukan oleh, antara lain oleh Budi Putra, yang di situsnya membangun percakapan dan jaringan lewat berbagai platform.

    9. Etika: Ingat, Anda Tetaplah Seorang Jurnalis – Walaupun saat ini tidak ada kode etik yang mengikat untuk penggunaan social media, tetapi profil dan conversation Anda tetap menunjukkan siapa Anda dan orang lain akan menilai Anda berdasarkan apa yang Anda tampilkan di sana.

    10. Eksperimen, Eksperimen, Eksperimen – Cara terbaik untuk dapat menjadi pengguna social media yang ahli adalah dengan terus bereksperimen, mencari social media yang paling sesuai untuk kebutuhan dan keinginan Anda.

    Bagaimana menurut Anda, rekan pers? Apakah pelajaran ini menurut Anda berguna? Bagaimana di Indonesia?

No Responses to “Materi Baru Kuliah Jurnalisme: Menggunakan Social Media”

Leave a Reply

Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website