Archives
-
Berkualitas Belum Tentu Meraih Popularitas
June 24, 2009
Oleh: Dody
Berkualitas belum tentu meraih popularitas. Inilah salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil rating publik IV yang diselenggarakan Yayasan Sains dan Estetika (SET), Yayasan TIFA, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, dan Komunitas Pemerhati Televisi. Survei ini melibatkan 212 responden dan berlangsung selama April-Mei 2009 di 11 kota di Indonesia.
Dalam sebuah artikel di Koran Tempo, Deputi Direktur Yayasan Sains dan Estetika (SET) Agus Sudibyo menyatakan bahwa responden menganggap program talk show dan program berita reguler di setiap stasiun televisi sebagai program yang paling berkualitas. Sayangnya, mereka tetap lebih memilih menonton tayangan hiburan seperti film, sinema elektronik, lawak, dan komedi. Padahal mereka menyadari bahwa tayangan hiburan tersebut berkualitas rendah. Lebih jelasnya seperti yang diungkapkan Agus kepada The Jakarta Post:
Hasil survei ini menurut saya tidak terlalu mengejutkan. Seperti halnya film-film pemenang Academy Awards atau peraih Piala Citra yang belum tentu laku di pasaran, nasib yang sama agaknya memang berlaku terhadap program televisi. Yang belum terungkap dari hasil rating publik tersebut, paling tidak dari liputan-liputan di media, adalah alasan apa yang mendorong para responden untuk lebih memilih acara hiburan yang berkualitas buruk dibandingkan acara berita berkualitas. Apakah karena mereka sudah jenuh dengan topik-topik yang diangkat oleh program-program berita tersebut, karena kemasan acara yang terlalu berat, atau karena memang mereka pada dasarnya lebih suka acara-acara hiburan?
Bagaimana menurut rekan-rekan?

