Archives
-
Reputasi Media & Narasumber Yang Jelas: The Wall Street Journal & Steve Jobs
June 22, 2009
Oleh: Dody
Nama besar dan reputasi yang terhormat kadang tidak cukup untuk memastikan terpenuhinya standar-standar jurnalistik. Upaya mempertahankan, dan bahkan meningkatkan standar jurnalistik ini harus dilakukan secara rutin dan terus-menerus, karena tanpa kontrol yang ketat dari dalam maupun luar industri media, kualitas karya jurnalistik dapat menurun. Misalnya yang terjadi pada surat kabar The Wall Street Journal (WSJ). Surat kabar tersebut baru-baru ini menurunkan artikel “Jobs Had Liver Transplant” oleh Yukari Iwatani Kane dan Joann S. Lublin yang menyatakan bahwa Steve Jobs, CEO Apple yang sejak Januari 2009 lalu mengambil cuti sakit, telah menjalani operasi pencangkokan hati di Tennesse dua bulan lalu.
Dalam artikel ini WSJ agaknya ‘kepeleset’, karena melupakan salah satu faktor penting dalam penulisan berita, yaitu kejelasan narasumber. Masalah ini diungkapkan, dibahas dan dianalisa oleh John Gruber dalam blognya, Daring Fireball. Menurut Gruber, artikel tersebut ternyata sama sekali tidak mencantumkan sumber berita, atau narasumber, yang jelas. Darimana informasi bahwa Jobs telah menjalani operasi, sama sekali tidak diperlihatkan. Seolah-olah kredibilitas artikel tersebut sepenuhnya disandarkan pada reputasi WSJ.
Kasus ini menarik, karena menunjukkan bahwa bahkan media yang besar dan punya reputasi terhormat pun tak lepas dari fluktuasi standar jurnalistik. Gruber sendiri dalam posting-nya memilih sikap berhati-hati dan menyatakan bahwa untuk saat ini ia terpaksa percaya bahwa Jobs memang benar-benar telah menjalani operasi, seperti yang disebutkan oleh WSJ, karena sulit dipercaya bahwa WSJ mau mempertaruhkan reputasinya dengan menurunkan berita yang ‘tak jelas’ narasumbernya tanpa ada alasan tertentu.
Bagaimana pendapat rekan-rekan?

