Archive for June, 2009

Ulang Tahun Kompas ke-44 dan Masyarakat Yang Terus Berubah

Tuesday, June 30th, 2009

Oleh: Waraney

Hari Minggu (28/6) lalu, Jakob Oetama menulis tajuk rencana “Refleksi 44 Tahun Harian Kompas” untuk menyambut hari ulang tahun ke-44 surat kabar yang dipimpinnya itu. Dalam tulisannya, Oetama membahas perubahan-perubahan yang saat ini sedang terjadi dalam kehidupan pembacanya, yang pada akhirnya juga mempengaruhi media massa. Menurutnya, “Perubahan yang berlaku dalam media dewasa ini amat mendasar, komprehensif, dan menantang. Perubahan itu bukan saja menyentuh peran media, tetapi juga menggugat eksistensi berbagai media itu sendiri.”

Oetama menyadari bahwa perubahan tersebut antara lain berwujud dengan kemunculan dan meningkatnya peran media elektronik, dan ia mempertanyakan apakah hal ini bukan hanya akan mengakibatkan turun-naiknya perkembangan media cetak, tapi juga akan menggugat dan mengakibatkan berakhirnya media cetak. Ia bertanya, “…apakah mungkin orang tidak lagi memerlukan membaca karena kebutuhannya cukup dipenuhi dengan nonton. Lebih lunak posisi pertanyaan, apakah orang tetap membaca, tetapi lewat media elektronik belaka?”

Kompas 44 Tahun

Perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat kita, juga di dunia secara umumnya, sudah sering dibahas dimana-mana. Blog ini sebelumnya juga sudah pernah membahas tentang kesulitan-kesulitan yang saat ini sedang dihadapi oleh industri media massa, terutama di Amerika Serikat, akibat gempuran krisis ekonomi global serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat pembacanya. Menurunnya jumlah pelanggan, anjloknya pemasukan iklan, serta meningkatnya kecenderungan pembaca untuk mengkonsumsi berita melalui internet, hanya sebagian dari sekian banyak faktor-faktor penggempur industri media massa.

(more…)

Berkualitas Belum Tentu Meraih Popularitas

Wednesday, June 24th, 2009

Oleh: Dody

Berkualitas belum tentu meraih popularitas. Inilah salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil rating publik IV yang diselenggarakan Yayasan Sains dan Estetika (SET), Yayasan TIFA, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, dan Komunitas Pemerhati Televisi. Survei ini melibatkan 212 responden dan berlangsung selama April-Mei 2009 di 11 kota di Indonesia.

645px-family_watching_tv_in_the_1950s

(more…)

Reputasi Media & Narasumber Yang Jelas: The Wall Street Journal & Steve Jobs

Monday, June 22nd, 2009

Oleh: Dody

Nama besar dan reputasi yang terhormat kadang tidak cukup untuk memastikan terpenuhinya standar-standar jurnalistik. Upaya mempertahankan, dan bahkan meningkatkan standar jurnalistik ini harus dilakukan secara rutin dan terus-menerus, karena tanpa kontrol yang ketat dari dalam maupun luar industri media, kualitas karya jurnalistik dapat menurun. Misalnya yang terjadi pada surat kabar The Wall Street Journal (WSJ). Surat kabar tersebut baru-baru ini menurunkan artikel “Jobs Had Liver Transplant” oleh Yukari Iwatani Kane dan Joann S. Lublin yang menyatakan bahwa Steve Jobs, CEO Apple yang sejak Januari 2009 lalu mengambil cuti sakit, telah menjalani operasi pencangkokan hati di Tennesse dua bulan lalu.

steve jobs

(more…)

Newsha Tavakolian dan Sisi Lain Pemilu Iran

Thursday, June 18th, 2009

Oleh: Dody

Pemilihan umum di Iran yang dimenangkan Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengundang gelombang protes dan demonstrasi. Pemerintah Iran pun bereaksi, antara lain dengan mengencangkan kontrol terhadap informasi yang keluar dari negara itu ke dunia luar dan membatasi akses internet. Tak kehabisan akal, segala cara digunakan oleh pihak opisisi untuk memberitakan perlawanan mereka ke dunia luar, antara lain dengan menggunakan new media.

Newsha Tavakolian

Pewarta foto Newsha Tavakolian menjalankan tugasnya di tengah-tengah segala kericuhan dan hiruk-pikuk politik tersebut. Perempuan 28 tahun yang lahir dan besar di Teheran, Iran, ini selama sebulan terakhir berkeliling dengan mengendarai sepeda motor untuk mendapatkan foto-foto bagus bagi Polaris Images, tempatnya bekerja sejak tahun 2001. Selain di Polaris Images, ia juga bekerja freelance untuk The New York Times sejak 2004.

(more…)

Good News is a Good Business

Thursday, June 11th, 2009

Oleh: Dody

Hari Rabu (10/06), Panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) kembali mengadakan acara Media Luncheon untuk media televisi. Perwakilan dewan juri yang hadir siang itu adalah Bambang Harymurti dan George Kamarullah, sementara media diwakili oleh M. Rahmani dari ANTV dan Surya Munandar dari TV Bekasi. Tak lupa, Sampoerna sebagai penggagas dari AAS juga hadir diwakili oleh Niken Rahmad, Elvira Lianita dan Dimas.

(more…)

Menyiasati Perkembangan Media Online Dengan KompasPhone

Monday, June 8th, 2009

Oleh: Waraney

Karakteristik pembaca media online memang lebih sulit diduga dibandingkan dengan pembaca media konvensional. Asumsi yang dibuat tentang pembaca saat ini mungkin tidak berlaku lagi tiga bulan yang akan datang. Walaupun pembaca media online, terutama yang perorangan, terbiasa mengonsumsi berita secara gratisan, bukan berarti mereka tak bersedia membayar biaya ekstra untuk berita yang mereka butuhkan. Menurut The Economist, media harus bisa mengkombinasikan free content, pemasukan dari skema berlangganan khusus, dan pemasukan dari iklan.

Di Indonesia, sebagian media online mulai bersiap-siap meniadakan biaya berlangganan, dan sepenuhnya bergantung pada iklan. Paling tidak menurut artikel di Bisnis Indonesia, 3 Juni lalu. Menurut Ahmad Mukhlis Yusuf, Presiden Direktur Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, pemasukan dari biaya berlangganan hanya memberikan kontribusi kurang dari 10%. Untuk memaksimalkan pendapatan dari iklan, media online harus menentukan target segmen pembaca dan kemudian mencari pengiklan yang cocok dengan segmen tersebut.

(more…)

Media Cetak, Tak Lekang Tergerus Jaman

Monday, June 1st, 2009

Oleh: Dody

Beberapa waktu yang lalu, blog Anugerah Adiwarta Sampoerna pernah memuat tulisan mengenai turunnya “pamor” media cetak di seluruh dunia, ditandai dengan bangkrutnya media-media cetak besar di Amerika Serikat. Alasan utamanya adalah krisis finansial global yang mengakibatkan naiknya harga bahan-bahan percetakan dan kertas menyebabkan beberapa perusahaan media harus membanting setir ke dunia online. Beberapa media lain yang kurang beruntung dari sisi finansial, akhirnya harus menutup usahanya. Ada beberapa dari media tersebut usianya bahkan sudah puluhan tahun dan dipandang sebagai salah satu media terlama di negeri Paman Sam. Lalu bagaimana dengan media yang ada di Indonesia?

Perlu diakui bahwa peralihan dari media cetak ke online adalah salah satu alternatif terbaik bagi sebuah media untuk dapat bertahan dari gilasan tingginya harga-harga. Namun, perlu dipertimbangkan pula bahwa, berbeda dengan di luar negeri, di sini pemanfaatan media online sebagai medium yang kuat dan efektif untuk menjual produk dan pelayanan perusahaan-perusahaan lalu lintasnya belum bisa dikatakan tinggi. Sungguh dilematis memang pemandangan di depan para pemimpin perusahaan media cetak.

(more…)

[back to top]