Oleh: Waraney
Hari Minggu (28/6) lalu, Jakob Oetama menulis tajuk rencana “Refleksi 44 Tahun Harian Kompas” untuk menyambut hari ulang tahun ke-44 surat kabar yang dipimpinnya itu. Dalam tulisannya, Oetama membahas perubahan-perubahan yang saat ini sedang terjadi dalam kehidupan pembacanya, yang pada akhirnya juga mempengaruhi media massa. Menurutnya, “Perubahan yang berlaku dalam media dewasa ini amat mendasar, komprehensif, dan menantang. Perubahan itu bukan saja menyentuh peran media, tetapi juga menggugat eksistensi berbagai media itu sendiri.”
Oetama menyadari bahwa perubahan tersebut antara lain berwujud dengan kemunculan dan meningkatnya peran media elektronik, dan ia mempertanyakan apakah hal ini bukan hanya akan mengakibatkan turun-naiknya perkembangan media cetak, tapi juga akan menggugat dan mengakibatkan berakhirnya media cetak. Ia bertanya, “…apakah mungkin orang tidak lagi memerlukan membaca karena kebutuhannya cukup dipenuhi dengan nonton. Lebih lunak posisi pertanyaan, apakah orang tetap membaca, tetapi lewat media elektronik belaka?”
Perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat kita, juga di dunia secara umumnya, sudah sering dibahas dimana-mana. Blog ini sebelumnya juga sudah pernah membahas tentang kesulitan-kesulitan yang saat ini sedang dihadapi oleh industri media massa, terutama di Amerika Serikat, akibat gempuran krisis ekonomi global serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat pembacanya. Menurunnya jumlah pelanggan, anjloknya pemasukan iklan, serta meningkatnya kecenderungan pembaca untuk mengkonsumsi berita melalui internet, hanya sebagian dari sekian banyak faktor-faktor penggempur industri media massa.




