Archives
-
Apakah Media Cetak dapat Bertahan?
April 28, 2009
Oleh Dody.
“Sirkulasi Surat Kabar Terus Turun”, sebuah judul artikel di Kompas hari ini (28/4), menceritakan kemerosotan jumlah sirkulasi harian rata-rata surat kabar di Amerika sebesar 7,1 persen pada Oktober 2008-Maret 2009 dibandingkan periode yang sama tahun 2007-2008. Penyebab utamanya adalah krisis finansial yang membuat pemasangan iklan di surat kabar menurun serta menurunnya jumlah pembaca media cetak karena mulai beralih ke media online.
Media berbasis internet belakangan ini memang menjadi primadona, terlebih setelah Presiden Barrack Obama berhasil memenangkan kampanye salah satunya dengan bantuan new media. Media baru tersebut mampu menjawab kebutuhan manusia modern akan informasi yang akurat dan cepat, ketimbang media-media tradisional, khususnya media cetak. Media online, sebagai contoh, mampu memanjakan kita dengan beragam kemudahan untuk mendapatkan informasi kapan dan dimana saja. Bayangkan, hanya dalam beberapa detik, kita bisa tahu berita apa yang sedang terjadi saat itu juga di belahan dunia lainnya.
Jika melihat data-data yang dikeluarkan oleh Biro Audit Sirkulasi AS di atas, tentunya para pemilik media cetak perlu merasa deg-degan. Tapi, apakah memang benar demikian?
Tidak menurut Nielman Journalism Lab. Martin Langeveld, seorang mantan penerbit media yang saat ini bekerja sebagai konsultan, mengatakan bahwa hanya lebih dari 3 persen dari penduduk Amerika yang membaca media online, sementara selebihnya sebanyak 96 persen masih senang membaca koran.
Hmmm…agaknya kondisi ini masih terus akan menjadi perdebatan sepanjang belum ada bukti yang benar-benar akurat.
Lalu, bagaimana dengan media di Indonesia? Memang, new media belum sepenuhnya berkembang di sini, tapi kemungkinan pasti ada, kan, di mana media online akan mengejar popularitas media tradisional?
Bagaimana pendapat rekan-rekan?