Archive for March, 2009

Peran Media Massa Membaik pada Pemilu 2009

Wednesday, March 25th, 2009


Hari ini, ada artikel yang menarik di Kompas tentang hasil riset Institut Studi Arus Informasi (ISAI) mengenai peran media dalam Pemilu 2009. Dalam diskusinya, ISAI menyatakan bahwa media kini mampu menyajikan berita yang lebih netral seputar pemilihan umum.

Sebuah kebetulan jika sebagai bagian dari acara peluncuran Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009, panitia akan mengadakan sebuah acara diskusi dengan tema: Netralitas Media dalam Pemilu 2009. Diskusi ini akan menampilkan pemimpin redaksi media nasional sebagai pembicara yaitu Rikard Bagun (Pemimpin Redaksi Kompas), Toriq Hadad (Pemimpin Redaksi Tempo), Ahmad Djauhar (Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia), Elman Saragih (Pemimpin Redaksi Metro TV), dan Rohman Budijanto (Pemimpin Redaksi Jawa Pos) dengan moderator pengamat komunikasi, Effendi Gazali. Acara tersebut akan diadakan pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2009 bertempat di Cone, FX Lifestyle X’enter Lantai 7, Jl Jend Sudirman Pintu Satu Senayan. Jika ada pertanyaan mengenai acara tersebut silahkan hubungi panitia di nomor 081 727 6656 (Andi) atau 081 0817115685(Pasha). See you there…

Peran Media Massa Membaik pada Pemilu

Menyoal Perlindungan Bagi Profesi Jurnalis

Wednesday, March 25th, 2009

Koran Tempo (25/3) hari ini memuat berita yang ditulis Maria Hasugian, berjudul “SEAPA Desak Arroyo Usut Pembunuhan 78 Jurnalis”. SEAPA sendiri merupakan kepanjangan dari Southeast Asian Press Alliance–aliansi jurnalis Asia Tenggara. Mereka mendesak Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo untuk mengusut dan menghukum dalang pembunuhan 78 jurnalis di Filipina. Mengejutkan, data dari Centre for Media Freedom and Responsibility menyebutkan bahwa rata-rata jurnalis Filipina terbunuh saat bertugas di negara itu sejak 2001.

Adakah gerakan, dukungan, atau pernyataan sikap khusus dari rekan-rekan jurnalis di Indonesia sehubungan dengan hal ini?

Perangi Jurnalistik yang Tidak Etis - Artikel Kompas-23 Maret 2009

Monday, March 23rd, 2009


Dewan Pers mengaku prihatin atas meningkatnya kasus penyalahgunaan profesi wartawan oleh oknum-oknum tertentu. Saking geramnya, Dewan Pers mengirim siaran pers meminta bantuan kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk membantu memerangi praktik-praktik jurnalistik yang tidak etis tersebut. Untuk selengkapnya silahkan lihat kliping di bawah ini:

 

Perangi Jurnalistik yang Tidak Etis - Kliping Kompas - 23 Maret 2009

 

Formulir Pendaftaran AAS 2009

Friday, March 20th, 2009

Untuk mengunduh Formulir Pendaftaran, silakan klik kanan pada masing-masing gambar dan pilih “Save Image As…”.

formulir-aas-hal-11

formulir-aas-hal-21

PERIODE PUBLIKASI KARYA PESERTA AAS 2009 DIMULAI LEBIH AWAL!

Wednesday, March 18th, 2009


Untuk menghindari hilangnya kesempatan mengikuti lomba, panitia menetapkan syarat periode publikasi karya yang akan dilombakan menjadi lebih awal yakni antara 2 Oktober 2008 (sebelumnya 1 November 2008) hingga 31 Maret 2009. Karya diterima Panitia paling lambat 20 April 2009 cap pos (periode I), dan karya yang dipublikasikan antara 1 April 2009 - 15 September 2009 harus diterima Panitia paling lambat tanggal 30 September 2008 cap pos (periode II). Jadi kami tunggu karya-karyanya ya.

Wartawan dan Penghargaan - Stanley Adi Prasetyo

Tuesday, March 17th, 2009

 Ya, inilah artikel opini Stanley Adi Prasetyo-anggota Dewan Juri Anugerah Adiwarta Sampoerna bidang komunikasi, yang telah dimuat di Media Indonesia. Dalam artikel ini beliau mengupas tentang apresiasi terhadap karya wartawan yang baik.

Wartawan dan Penghargaan

  Stanley Adi Prasetyo*)

 Masih adakah wartawan yang bekerja untuk masyarakat saat ini? Sungguh sebuah pertanyaan yang mengejutkan dari seorang teman asing yang pernah magang bekerja di beberapa media nasional di Indonesia. Ia mengatakan bahwa saat ini di Indonesia nyaris tak ada wartawan yang bekerja mengikuti kata hatinya.

Menurutnya, semua wartawan bekerja berdasarkan perintah atasan, keputusan rapat redaksi. Tulisan si wartawan umumnya disesuaikan dengan standar media dan juga angle yang telah dipilih. Kalau dimuat juga telah mengalami proses pengeditan yang lumayan ketat.

 Itu wartawan yang baik. Wartawan yang lain lebih memilih berita sensasional, kontroversial, atau berita yang bisa lebih menyenangkan orang-orang tertentu. Juga partai-partai tertentu.

 Wartawan bekerja untuk kepentingan masyarakat saat ini memang nyaris jadi slogan belaka. Pada kenyataannya wartawan lebih bekerja untuk media tempat ia bekerja.

 Bisa dikatakan sistem pemberitaan di media merupakan sebuah proses yang tertutup. Mulai dari  rapat perencanaan, peliputan di lapangan, hingga penulisan, rapat budgeting hingga evaluasi, semuanya hanya dilakukan di seputar apa yang telah diputuskan di lingkungan redaksi.

 

(more…)

Tunjukkan Kemampuan Jurnalistik Anda di Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009!

Tuesday, March 10th, 2009


Siaran Pers – Anugerah Adiwarta Sampoerna 2009: Perubahan demi membuka ruang bagi jurnalis untuk lebih bereksplorasi dalam membuat hasil karya jurnalistik terbaik

 

Jakarta, 4 Maret 2009–Sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap perkembangan karya jurnalistik Tanah Air, melalui payung program “Sampoerna untuk Indonesia”, PT HM Sampoerna Tbk. kembali menggelar ajang kompetisi Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2009 yang tahun ini memasuki tahun keempat dalam penyelenggaraannya.

 

Ajang kompetisi karya jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan karya media nasional. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, AAS 2009 diharapkan dapat turut memotivasi media nasional untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Selengkapnya…

[back to top]