Archive for December, 2008

Ini Dia! Para Pemenang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008!

Thursday, December 11th, 2008

Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008 baru saja berlangsung dengan sukses. Dalam acara yang digelar di Hotel Crowne Plaza Jakarta dan baru berakhir pada pukul 22:00 WIB ini, AAS 2008 secara resmi mengumumkan nama-nama jurnalis terbaik di tahun penyelenggaraan ketiga ini.

Mereka adalah:

  1. Silvia Galikano dari Koktail (Jurnal Nasional) untuk kategori humaniora bidang seni dan budaya, dengan karya berjudul ”Misinya Menulis”
  2. Priyombodo dari Kompas untuk kategori foto berita bidang seni dan budaya, dengan karya berjudul ”Terbakar”
  3. Lasti Kurnia dari Kompas untuk kategori humaniora bidang olah raga, dengan karya berjudul ”Special Olympics: Beprestasi untuk Mengubah Dunia”
  4. Crack Palinggi dari Reuters untuk kategori foto berita bidang olah raga, dengan karya berjudul ”Untuk Indonesia”
  5. Muhlis Suhaeri dari Borneo Tribune (Pontianak) untuk kategori reportase investigatif bidang sosial, dengan karya berjudul ”The Lost Generation”
  6. Marta Nurfaidah dari Harian Surya (Surabaya) untuk kategori humaniora bidang sosial, dengan karya berjudul ”Kehidupan Pengungsi Sampit di Pasar Keputran”
  7. Crack Palinggi dari Reuters untuk kategori foto berita bidang sosial, dengan karya berjudul ”Polusi”
  8. Hendri Firzani dari Gatra untuk kategori reportase investigatif bidang hukum, dengan karya berjudul ”Nelayan Asing Menjarah Laut, Menebar HIV/AIDS”
  9. Irawan Santoso dari majalah Mahkamah untuk kategori humaniora bidang hukum, dengan karya berjudul ”Merindukan Advokat Pejuang”
  10. Prasetyo Utomo dari Antara untuk kategori foto berita bidang hukum, dengan karya berjudul ”Sumpah Al-Amin
  11. Arsadi Laksamana dari Modus Aceh untuk kategori reportase investigatif bidang politik, dengan karya berjudul ”Tiga Tahun MOU Adakah yang Berubah?”
  12. Tjipta Lesmana dari majalah Telstra untuk kategori humaniora bidang politik, dengan karya berjudul ”Pers Nasional: Antara Roh dan Kinerja”
  13. Wahyu Setiawan dari Koran Tempo untuk kategori foto berita bidang politik, dengan karya berjudul ”Tekanan Politik”
  14. Yeni H. Simanjuntak dari Bisnis Indonesia untuk kategori reportase investigatif bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ”Menyoal Dana Investasi”
  15. Marlini Hasan Pontoh dari Femina untuk kategori humaniora bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ”Meraup Triliunan Rupiah Lewat Gagasan”
  16. Achmad Ibrahim dari Associated Press untuk kategori foto berita bidang bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ”Hancur”
  17. Anastasya Putri dan Anto Sukma dari Liputan 6 Siang SCTV untuk kategori karya jurnalistik televisi terbaik, dengan karya berjudul ”Profil: Salomina Berjuang Meraih Pendidikan”

Jika pada tahun 2006 Dewan Juri AAS memutuskan tak ada pemenang untuk kategori foto berita bidang ekonomi/bisnis, dan di tahun 2007 kategori hardnews bidang ekonomi/bisnis juga belum berhasil menelurkan pemenang, tahun 2008 ini Dewan Juri memutuskan belum ada pemenang untuk kategori reportase investigatif bidang seni dan budaya serta bidang olah raga.

”Meskipun karya-karya yang masuk sudah cukup baik secara keseluruhan, namun menurut kami masih ada beberapa elemen yang belum lengkap, seperti kekuatan dan akurasi data, dalam karya-karya tersebut untuk dapat disebut sebagai karya reportase investigatif, khususnya di bidang seni dan budaya serta olah raga. Kami harap, hal ini dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya-karyanya,” kata Effendi Gazali, Dewan Juri Final AAS 2008.

 Irawan Santoso dari Majalah Mahkamah tahun ini berhasil keluar sebagai pemenang AAS 2008, setelah juga keluar menjadi pemenang pada tahun 2006 dan 2007. Kesuksesan ini mencatatatkan jurnalis hukum itu sebagai jurnalis yang sudah tiga kali berturut-turut memenangkan ajang kompetisi jurnalistik bergengsi ini. Di 2008, Irawan Santoso juga menjadi jurnalis dengan jumlah nominasi terbanyak, karena 4 buah karya jurnalistiknya berhasil menjadi nominasi AAS tahun ini.

 Tahun ini,  Crack Palinggi dari Reuters juga menorehkan prestasi dengan langsung menyabet gelar pemenang untuk dua kategori sekaligus, yaitu kategori foto berita bidang sosial dan olah raga. Hal yang sama juga pernah terjadi pada AAS tahun 2006, di mana Adi Marsiela dari Suara Pembaruan menyabet dua gelar sekaligus dalam kategori hardnews bidang sosial dan bidang seni dan musik.

Seluruh pemenang AAS 2008 masing-masing mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp. 18 juta rupiah, sedangkan para finalis mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah.

Selain mengumumkan nama-nama pemenang AAS 2008, tahun ini juga diberikan penghargaan khusus bagi Jurnalis Muda Berbakat—penghargaan bagi jurnalis muda berusia di bawah 25 tahun dengan pengalaman jurnalistik kurang dari 2 tahun, yang dimenangkan oleh Novia Liza dari Pantau Aceh, yang berhasil meraih trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah.

Di samping itu, penghargaan khusus bagi media paling partisipatif dengan jumlah wartawan dan karya paling banyak yang diikutsertakan dalam AAS 2008 diraih oleh Kompas dan RCTI.

”Bersyukurlah para jurnalis saat ini yang mendapat kesempatan untuk mengirimkan karya terbaiknya. Apalagi, untuk kategori televisi yang baru pertama kali dilombakan langsung disediakan pula penghargaan khusus untuk media yang partisipatif. Sayangnya, tidak semua jurnalis televisi mengirimkan karya-karyanya. Ayolah kita manfaatkan ajang ini,” kata Arswendo Atmowiloto, anggota dewan juri televisi AAS 2008.

Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk., yang ditemui setelah acara berlangsung menjelaskan, ”Kami sangat bangga karena tahun ini antusiasme rekan-rekan media masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya karya-karya yang masuk, meskipun tahun ini kami sudah membatasi jumlah karya dari masing-masing jurnalis. Kami juga merasa sangat senang karena kualitas karya yang masuk meningkat pesat, dan tentunya karya tersebut memiliki dampak sosial yang besar.”

Tahun ini, AAS 2008 menerima 1.057 karya yang dikirimkan oleh 274 jurnalis dari sedikitnya 100 media yang beroperasi di Indonesia. Media-media yang merajai nominasi tahun ini adalah Kompas dengan 6 finalis, Gatra dengan 5 finalis, dan 4 finalis dari Pantau (Aceh dan Jakarta).

SELAMAT UNTUK PARA PEMENANG!

Apakah Anda Salah Satu Finalis AAS 2008?

Friday, December 5th, 2008

Bertempat di Restoran Kembang Goela, Jakarta, pukul 10-12 siang tadi, Dewan Juri AAS 2008 yang diwakili oleh Effendi Gazali, Oscar Motuloh, Don Bosco Selamun, dan Niken Rachmad, mengumumkan nama-nama finalis AAS 2008.

Siapa saja mereka?

Dan apakah Anda salah satunya? Silakan melihat daftar di bawah ini, ya!

Kategori Reportase Investigatif bidang Seni dan Budaya

  1. Calo Sekolah Minta Rp 6 Juta - Apriandi Landa dari Tribun Timur (Makassar)
  2. Pesona di Balik Kemistisan Cikondang - Novianti Nurulliah dari Pikiran Rakyat (Bandung)
  3. Sebuah Anomali - Hasief Ardiasyah dari Rolling Stone Indonesia

Kategori Humaniora bidang Seni dan Budaya

  1. Khanduri Laot - Novia Liza dari Pantau (Aceh)
  2. Misinya Menulis - Silvia Galikano dari tabloid Koktail (Jurnas)
  3. Miss. Tjitjih, Siapa Peduli Kamu? - Rusman dari tabloid Koktail (Jurnas)

Kategori Foto Berita bidang Seni dan Budaya

  1. Atraksi Memikat Si Tubuh Mini - Boy Harjanto dari Indo Pos
  2. ”Beruang Kutub” di Kota - Agus Susanto dari Kompas
  3. Terbakar - Priyambodo dari Kompas

Kategori Reportase Investigatif bidang Olah Raga

  1. Liga Super Belum Siap, Ditunda Saja - Ingki Rinaldi dari Kompas (Surabaya)
  2. Mengapa Nurdin Sulit Digusur - Gunarso dari Suara Merdeka (Semarang)
  3. Perempuan Pengawas Atlet Pria - Tjahjo Sasongko dari Kompas Cyber Media

Kategori Humaniora bidang Olah Raga

  1. Mau Tionghoa, Jawa, Batak, di Lapangan Kita Indonesia - R. Hikmat Soeriatanuwijaya dari Jurnal Nasional
  2. Pemain Muda Racikan Eropa - Hendri Firzani dari Gatra
  3. Special Olympics: Berprestasi untuk Mengubah Dunia - Lasti Kurnia dari Kompas

Kategori Foto Berita bidang Olah Raga

  1. Melayang - Andika Wahyu Widyantoro dari Antara
  2. Untuk Indonesia - Crack Palinggi dari Reuters
  3. Wajah Sepak Bola Indonesia - Farid Adi Fandi dari Jawa Pos (Surabaya)

Kategori Reportase Investigatif bidang Sosial

  1. Melepas Jerat Racun Rokok Anak Indonesia - Astari Yanuarti dari Gatra
  2. The Lost Generation - Muchlis Suhaeri dari Borneo Tribune (Pontianak)

Kategori Humaniora bidang Sosial

  1. Kehidupan Pengungsi Sampit di Pasar Keputran - Marta Nurfaidah dari Surya (Surabaya)
  2. Keluarga Pelarian - Basilius Triharyanto dari Pantau (Jakarta)
  3. Saya Warga Dunia - Astaria Elanda dari Femina

Kategori Foto Berita bidang Sosial

  1. Dampak Pemanasan Global - Aya Sugianto dari Metro Banjar
  2. Polusi - Crack Palinggi dari Reuters
  3. Tragedi Zakat 1 - Musyawir dari Antara

Kategori Reportase Investigatif bidang Politik

  1. Casino Royale: Awas, Ada Proposal Judi di Bintan - Irawan Santoso dari Mahkamah
  2. Perang Jenderal Tua - Irawan Santoso dari Suara LSM
  3. Tiga Tahun MOU Adakah yang Berubah? - Arsadi Laksamana dari Modus (Aceh)

Kategori Humaniora bidang Politik

  1. Aceh di Mata ICG - Samiaji Bintang dari Pantau (Aceh)
  2. Parlok dalam Bayangan Teror dan Intimidasi - Martha Andival dari Modus (Aceh)
  3. Pers Nasional: Antara Roh dan Kinerja - Tjipta Lesmana dari Majalah Telstra

Kategori Foto Berita bidang Politik

  1. Mobil Plat Merah Dirusak - Didit Majalolo dari Suara Pembaruan Pengamanan VVIP - Agus Susanto dari Kompas
  2. Tekanan Poltik - Wahyu Setiawan dari Koran Tempo

Kategori Reportase Investigatif bidang Hukum

  1. Nelayan Asing Menjarah Laut, Menebar HIV/AIDS - Hendri Firzani dari Gatra
  2. Perang Tiada Akhir - Irawan Santoso dari MahkamahRaja Properti Tergilas Dana - Hendri Firzani dari Gatra

Kategori Humaniora bidang Hukum

  1. Merindukan Advokat Pejuang - Irawan Santoso dari Mahkamah
  2. Srikandi Penentang Korupsi - M. Subchan Soleh dari Surabaya Post
  3. Yang Berjuang Setelah Yap - Samiaji Bintang dari Pantau (Aceh)

Kategori Foto Berita bidang Hukum

  1. Reformasi MA - Desmunyoto P. Gunadi dari Jurnal Nasional
  2. Sumpah Al Amin - Prasetyo Utomo dari Antara
  3. Terancam Hukuman Mati - Amston Probel dari Koran Tempo

Kategori Reportase Investigatif bidang Ekonomi / Bisnis

  1. Dua Kubu Berperang, Petani Jadi Korban - Heru Pamuji dari Gatra
  2. Menguak Tabir Desa Ekologi di Balik Proyek Sibayak - Erwinsyah dari Medan Bisnis
  3. Menyoal Data Investasi - Yeni H. Simanjuntak dari Bisnis Indonesia

Kategori Humaniora bidang Ekonomi/Bisnis

  1. 1001 Cara Petani Tembakau Madura Kejar Harga - Masuki M. Astro dari LKBN Antara (Jatim)
  2. Meraup Triliunan Rupiah Lewat Gagasan - Marlini Hasan Pontoh dari Femina
  3. Women in Luxury - Maria Dominique dari Majalah Clara

Kategori Foto Berita bidang Ekonomi/Bisnis

  1. Antre Minyak Tanah - Vidayyub Ahmad dari Seputar Indonesia (Makassar)
  2. Berebut Minyak Goreng - Raditya Helabumi dari Kompas Jatim
  3. Hancur - Achmad Ibrahim dari Associated Press

Kategori Televisi

  1. Cara Instan Lulus Ujian - Nirzam Fahmi dan Erlangga Reza dari TransTV
  2. Ketapang: Surga bagi Cukong-cukong Kayu - Levianner Silalahi dan Hariyo Februarianto dari RCTI
  3. Profil: Salomina Berjuang Meraih Pendidikan - Anastasya Putri dan Anto Sukma dari SCTV
  4. Warisan Rasinah - Ramdan Malik dan Rusdi Hidayat dari TPI

Segenap Panitia AAS 2008 mengucapkan selamat bagi para finalis AAS 2008–ayo, aktifkan telepon Anda, karena dalam waktu dekat, Panitia akan menghubungi Anda untuk mengabarkan mengenai hal ini dan mengatur jadwal keberangkatan Anda ke Jakarta (bagi yang berada di luar kota) untuk menghadiri Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008 pada 11 Desember mendatang.

Sampai jumpa!

Siapa Sajakah Finalis AAS 2008?

Wednesday, December 3rd, 2008

Penasaran dengan nama-nama yang terpilih sebagai finalis AAS 2008?  Anda tak perlu menunggu sampai malam penganugerahan tanggal 11 Desember 2008 untuk itu.

Bertempat di resto Kembang Goela, panitia penyelenggara AAS 2008 akan mengadakan jumpa pers pada hari Jum’at 5 Desember, 2008.  Selain mengumumkan 57 nama finalis, panitia juga akan berbincang-bincang mengenai penghargaan bagi jurnalis muda berbakat, sebuah kategori penghargaan yang baru dimunculkan tahun ini.

Beberapa juri yang akan hadir pada jumpa pers ini adalah Effendi Gazali, Oscar Matuloh dan Don Bosco Selamun.  Para juri telah bekerja keras membaca dan mempelajari 1.057 karya.  Bukan pekerjaan mudah!

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, penjurian AAS 2008 dilakukan secara “blind judging”.  Artinya, para juri tidak mengetahui nama dan asal media peserta saat mereka melakukan penilaian.  Ini dilakukan agar obyektifitas dapat terjaga dan penghargaan tertinggi akan diberikan kepada karya terbaik.

Kira-kira berapa banyak ya finalis dari Jakarta maupun daerah yang akan lolos ke babak final? Penasaran kan? Jawabannya bisa di dapat diacara jumpa pers ini nanti.

Bagi yang ingin hadir, jangan lupa konfirmasi dulu ya! Silahkan menghubungi panitia (Nadia/Pasha) di nomor 021-727 89833.

Ditunggu kehadirannya ya….

[back to top]