Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008 baru saja berlangsung dengan sukses. Dalam acara yang digelar di Hotel Crowne Plaza Jakarta dan baru berakhir pada pukul 22:00 WIB ini, AAS 2008 secara resmi mengumumkan nama-nama jurnalis terbaik di tahun penyelenggaraan ketiga ini.
Mereka adalah:
- Silvia Galikano dari Koktail (Jurnal Nasional) untuk kategori humaniora bidang seni dan budaya, dengan karya berjudul ”Misinya Menulis”
- Priyombodo dari Kompas untuk kategori foto berita bidang seni dan budaya, dengan karya berjudul ”Terbakar”
- Lasti Kurnia dari Kompas untuk kategori humaniora bidang olah raga, dengan karya berjudul ”Special Olympics: Beprestasi untuk Mengubah Dunia”
- Crack Palinggi dari Reuters untuk kategori foto berita bidang olah raga, dengan karya berjudul ”Untuk Indonesia”
- Muhlis Suhaeri dari Borneo Tribune (Pontianak) untuk kategori reportase investigatif bidang sosial, dengan karya berjudul ”The Lost Generation”
- Marta Nurfaidah dari Harian Surya (Surabaya) untuk kategori humaniora bidang sosial, dengan karya berjudul ”Kehidupan Pengungsi Sampit di Pasar Keputran”
- Crack Palinggi dari Reuters untuk kategori foto berita bidang sosial, dengan karya berjudul ”Polusi”
- Hendri Firzani dari Gatra untuk kategori reportase investigatif bidang hukum, dengan karya berjudul ”Nelayan Asing Menjarah Laut, Menebar HIV/AIDS”
- Irawan Santoso dari majalah Mahkamah untuk kategori humaniora bidang hukum, dengan karya berjudul ”Merindukan Advokat Pejuang”
- Prasetyo Utomo dari Antara untuk kategori foto berita bidang hukum, dengan karya berjudul ”Sumpah Al-Amin
- Arsadi Laksamana dari Modus Aceh untuk kategori reportase investigatif bidang politik, dengan karya berjudul ”Tiga Tahun MOU Adakah yang Berubah?”
- Tjipta Lesmana dari majalah Telstra untuk kategori humaniora bidang politik, dengan karya berjudul ”Pers Nasional: Antara Roh dan Kinerja”
- Wahyu Setiawan dari Koran Tempo untuk kategori foto berita bidang politik, dengan karya berjudul ”Tekanan Politik”
- Yeni H. Simanjuntak dari Bisnis Indonesia untuk kategori reportase investigatif bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ”Menyoal Dana Investasi”
- Marlini Hasan Pontoh dari Femina untuk kategori humaniora bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ”Meraup Triliunan Rupiah Lewat Gagasan”
- Achmad Ibrahim dari Associated Press untuk kategori foto berita bidang bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ”Hancur”
- Anastasya Putri dan Anto Sukma dari Liputan 6 Siang SCTV untuk kategori karya jurnalistik televisi terbaik, dengan karya berjudul ”Profil: Salomina Berjuang Meraih Pendidikan”
Jika pada tahun 2006 Dewan Juri AAS memutuskan tak ada pemenang untuk kategori foto berita bidang ekonomi/bisnis, dan di tahun 2007 kategori hardnews bidang ekonomi/bisnis juga belum berhasil menelurkan pemenang, tahun 2008 ini Dewan Juri memutuskan belum ada pemenang untuk kategori reportase investigatif bidang seni dan budaya serta bidang olah raga.
”Meskipun karya-karya yang masuk sudah cukup baik secara keseluruhan, namun menurut kami masih ada beberapa elemen yang belum lengkap, seperti kekuatan dan akurasi data, dalam karya-karya tersebut untuk dapat disebut sebagai karya reportase investigatif, khususnya di bidang seni dan budaya serta olah raga. Kami harap, hal ini dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya-karyanya,” kata Effendi Gazali, Dewan Juri Final AAS 2008.
Irawan Santoso dari Majalah Mahkamah tahun ini berhasil keluar sebagai pemenang AAS 2008, setelah juga keluar menjadi pemenang pada tahun 2006 dan 2007. Kesuksesan ini mencatatatkan jurnalis hukum itu sebagai jurnalis yang sudah tiga kali berturut-turut memenangkan ajang kompetisi jurnalistik bergengsi ini. Di 2008, Irawan Santoso juga menjadi jurnalis dengan jumlah nominasi terbanyak, karena 4 buah karya jurnalistiknya berhasil menjadi nominasi AAS tahun ini.
Tahun ini, Crack Palinggi dari Reuters juga menorehkan prestasi dengan langsung menyabet gelar pemenang untuk dua kategori sekaligus, yaitu kategori foto berita bidang sosial dan olah raga. Hal yang sama juga pernah terjadi pada AAS tahun 2006, di mana Adi Marsiela dari Suara Pembaruan menyabet dua gelar sekaligus dalam kategori hardnews bidang sosial dan bidang seni dan musik.
Seluruh pemenang AAS 2008 masing-masing mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp. 18 juta rupiah, sedangkan para finalis mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah.
Selain mengumumkan nama-nama pemenang AAS 2008, tahun ini juga diberikan penghargaan khusus bagi Jurnalis Muda Berbakat—penghargaan bagi jurnalis muda berusia di bawah 25 tahun dengan pengalaman jurnalistik kurang dari 2 tahun, yang dimenangkan oleh Novia Liza dari Pantau Aceh, yang berhasil meraih trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah.
Di samping itu, penghargaan khusus bagi media paling partisipatif dengan jumlah wartawan dan karya paling banyak yang diikutsertakan dalam AAS 2008 diraih oleh Kompas dan RCTI.
”Bersyukurlah para jurnalis saat ini yang mendapat kesempatan untuk mengirimkan karya terbaiknya. Apalagi, untuk kategori televisi yang baru pertama kali dilombakan langsung disediakan pula penghargaan khusus untuk media yang partisipatif. Sayangnya, tidak semua jurnalis televisi mengirimkan karya-karyanya. Ayolah kita manfaatkan ajang ini,” kata Arswendo Atmowiloto, anggota dewan juri televisi AAS 2008.
Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk., yang ditemui setelah acara berlangsung menjelaskan, ”Kami sangat bangga karena tahun ini antusiasme rekan-rekan media masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya karya-karya yang masuk, meskipun tahun ini kami sudah membatasi jumlah karya dari masing-masing jurnalis. Kami juga merasa sangat senang karena kualitas karya yang masuk meningkat pesat, dan tentunya karya tersebut memiliki dampak sosial yang besar.”
Tahun ini, AAS 2008 menerima 1.057 karya yang dikirimkan oleh 274 jurnalis dari sedikitnya 100 media yang beroperasi di Indonesia. Media-media yang merajai nominasi tahun ini adalah Kompas dengan 6 finalis, Gatra dengan 5 finalis, dan 4 finalis dari Pantau (Aceh dan Jakarta).
SELAMAT UNTUK PARA PEMENANG!
