Archive for August, 2008

Masihkah Wartawan Takut Pada Bayangan?

Tuesday, August 26th, 2008

Ya, inilah judul artikel opini Ibu Debra Yatim–anggota dewan juri Anugerah Adiwarta Sampoerna bidang sosial, yang telah dimuat di harian Media Indonesia dan versi online-nya dapat dibaca di sini.

Dalam artikel ini Ibu Debra kembali mempertanyakan masih sedikitnya karya-karya reportase investigatif di masa sekarang ini–pada era di mana pers justru telah jauh lebih bebas pasca reformasi.

Masihkah Wartawan Takut Pada Bayangan?

“Sedihnya, bahkan dalam era reformasi seperti sekarang ini karya jurnalisme investigatif masih tetap sedikit…”

“Wartawan kita rata-rata takut pada bayangan bergerak yang ditimbulkan pohon yang ditiup angin.” Perkataan itu sering diucapkan Amir Daud-—redaktur majalah Tempo, The Jakarta Post, Bisnis Indonesia, dan terakhir penasihat redaksi di harian Media Indonesia–untuk menganalogikan jurnalisme investigatif. “Begitu terpana mereka pada bayangan, sehingga mereka tidak terpikir untuk memeriksa pohon itu sendiri, apalagi sang angin.” (more…)

Makna Berita (dulu berita itu upacara, kini emosinya) oleh Arswendo Atmowiloto

Tuesday, August 12th, 2008

Pada 20 Juli 2008 lalu, artikel Arswendo Atmowiloto yang merupakan salah satu anggota Dewan Juri Televisi AAS 2008 dimuat di harian Seputar Indonesia (SINDO).

20-07-08-seputar-indonesia.jpg

Dalam artikelnya ini, Arswendo mengemukakan pendapatnya mengenai perubahan cara menyampaikan berita, terutama dalam dunia pertelevisian.

“Pada era Orde Baru, yang disebut berita adalah upacara. Ada pengguntingan pita, jabat tangan, lalu kutipan kata pembangunan… Kini. lebih memanjakan emosi–dengan kamera tersembunyi, gerak kamera zoom in-out dengan narasi pada satu sisi.”

Artikel lengkapnya, dapat Anda baca berikut ini: (more…)

[back to top]