Archives



  • “Wartawan Lebih Powerful Daripada Anggota DPR”

    April 07, 2008

    Sebuah karya jurnalistik baik tulisan maupun gambar pada derajat tertentu mampu menyodorkan informasi menjadi fakta yang menggugah publik. “Wartawan lebih powerful daripada anggota DPR,“ demikian ungkapan sutradara, produser, dan budayawan Arswendo Atmowiloto dalam pembukaan Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008, Kamis (27/03) pekan lalu.

    Wartawan, lanjut Arswendo, bisa menulis tentang banyak hal dan menggerakkan banyak orang untuk melihat realita sosial yang ada dan melakukan perubahan ke arah yang lebih positif. Hal yang belum mampu dilakukan bahkan oleh anggota DPR sekalipun.
    Arswendo yang tahun ini menjadi dewan juri AAS 2008 untuk bidang televisi berharap agar karya-karya jurnalistik di Indonesia dapat memotret realita sosial yang ada sehingga dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat. Harapan Wendo untuk melihat karya-karya jurnalistik yang lebih peka dan humanis sejalan dengan fokus ajang penghargaan jurnalistik AAS tahun ini—yang memberikan penghargaan bagi karya-karya jurnalistik yang membawa dampak sosial kepada masyarakat luas.

     

2 Responses to ““Wartawan Lebih Powerful Daripada Anggota DPR””

  • :) aku setuju banget dengan ungkapan Mas Wendo. Pena wartawan memang lebih tajam daripada senapan. Tapi ketajaman pena itu harus diasah dengan pengetahuan, dan apresiasi dia terhadap hal sekitar, termasuk kemerosotan moral akibat post modernisme.

  • wartawan boleh banyak bicara kepada masyarakat luas, tapi harus dengan fakta, pengetahuan yang memadai. selain itu tulisan juga memotivasi masyarakat untuk tambah lebih maju. bukan sarana utk menghakimi orang.
    Teruskan tingkatkan menulis untuk perjuangan Bangsa Indonesia..dengan pena.
    Tuhan berkati

    You can also read euodia suryani’s blog post: Went to Beach

Leave a Reply

Name (required)
Mail (will not be published) (required)
Website