Senin pagi (26/7), berita tidak mengenakan memenuhi timeline twitter saya. Beritanya berbunyi: “Wartawan Kompas M. Syaifullah meninggal dunia pagi ini”. Saya memang tidak mengenal bahkan belum pernah mendengar namanya, namun yang saya tahu, kematian Bang Iful, panggilan akrab M. Syaifullah, hingga hari ini masih menyisakan kesedihan dan perbincangan hangat diantara rekan-rekan jurnalis.
Yang menjadikan kematian Bang Iful ramai diperbincangkan adalah banyak rekan-rekan jurnalis yang melihat kematiannya bukan sebagai sesuatu yang wajar, meskipun pihak kepolisian yang melakukan otopsi telah menyatakan bahwa kematian Bang Iful dikarenakan penyakit yang telah lama dideritanya. Maklumlah, selama bekerja sebagai wartawan, Bang Iful dikenal aktif membuat tulisan investigasi tentang kerusakan alam di Kalimantan, termasuk bisnis ilegal batubara di Kalimantan Timur. Banyak pihak yang menduga bahwa kematiannya terkait dengan tulisan-tulisan yang dibuatnya …read more »
Jika Anda bukan jurnalis, namun Anda mempunyai ide berita yang menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah berita, berbagilah melalui blog kami!
…read more »
Pulitzer Pertama bagi Media Online
Sejak pertama kali diberikan pada tahun 1917, untuk pertama kalinya, Pulitzer diberikan kepada sebuah media online yang bernama ProPublica. ProPublica adalah sebuah media elektronik non-profit yang berbasis di New York. ProPublica berfungsi sebagai newsroom independen bagi beberapa media, termasuk media besar di Amerika Serikat, dan secara khusus menghasilkan karya-karya jurnalisme investigatif.
…read more »
Ketetapan Mahkamah Agung—yang membenarkan konstruksi laporan majalah Time edisi Asia—dalam putusan peninjauan kembali perkara gugatan pencemaran nama baik dari almarhum mantan presiden Soeharto bukan hanya dapat menjadi rujukan bagi para penegak hukum dalam menghadapi kasus-kasus yang serupa pada masa depan. Melainkan, juga merupakan pelajaran yang penting bagi pers tentang karya jurnalistik seperti apa yang lebih dihargai oleh para penegak hukum. …read more »