Periode II AAS Ditutup!
Hai!
Periode kedua masa pengiriman naskah Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008 sudah usai. Tepatnya, ditutup pada Jumat, 31 Oktober lalu. Harapan Panitia, rekan-rekan yang setia membuka blog AAS ini, jangan sampai kelupaan untuk mengirimkan naskahnya.
Sampai hari Senin (3/11) siang, sudah masuk 807 karya untuk semua kategori. Artinya, jumlah itu termasuk naskah tulis maupun foto. Namun, untuk karya yang dikirimkan melalui pos dilihat berdasarkan cap pos terakhir pada 31 Oktober, maka diperkirakan panitia masih akan menerima karya-karya lagi di saa-saat terakhir di pekan ini. Angka itu pun pasti akan terus bergerak naik.
Continue Reading »
Masihkah Wartawan Takut Pada Bayangan?
Ya, inilah judul artikel opini Ibu Debra Yatim–anggota dewan juri Anugerah Adiwarta Sampoerna bidang sosial, yang telah dimuat di harian Media Indonesia dan versi online-nya dapat dibaca di sini.
Dalam artikel ini Ibu Debra kembali mempertanyakan masih sedikitnya karya-karya reportase investigatif di masa sekarang ini–pada era di mana pers justru telah jauh lebih bebas pasca reformasi.
Masihkah Wartawan Takut Pada Bayangan?
“Sedihnya, bahkan dalam era reformasi seperti sekarang ini karya jurnalisme investigatif masih tetap sedikit…”
“Wartawan kita rata-rata takut pada bayangan bergerak yang ditimbulkan pohon yang ditiup angin.” Perkataan itu sering diucapkan Amir Daud-—redaktur majalah Tempo, The Jakarta Post, Bisnis Indonesia, dan terakhir penasihat redaksi di harian Media Indonesia–untuk menganalogikan jurnalisme investigatif. “Begitu terpana mereka pada bayangan, sehingga mereka tidak terpikir untuk memeriksa pohon itu sendiri, apalagi sang angin.” Continue Reading »
Makna Berita (dulu berita itu upacara, kini emosinya) oleh Arswendo Atmowiloto
Pada 20 Juli 2008 lalu, artikel Arswendo Atmowiloto yang merupakan salah satu anggota Dewan Juri Televisi AAS 2008 dimuat di harian Seputar Indonesia (SINDO).
Dalam artikelnya ini, Arswendo mengemukakan pendapatnya mengenai perubahan cara menyampaikan berita, terutama dalam dunia pertelevisian.
“Pada era Orde Baru, yang disebut berita adalah upacara. Ada pengguntingan pita, jabat tangan, lalu kutipan kata pembangunan… Kini. lebih memanjakan emosi–dengan kamera tersembunyi, gerak kamera zoom in-out dengan narasi pada satu sisi.”
Artikel lengkapnya, dapat Anda baca berikut ini: Continue Reading »
Kesempatan untuk karya-karya jurnalistik televisi independen di ajang bergengsi AAS
Stop press! Belum banyak yang mengetahui bila ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008 secara khusus memberikan perhatian terhadap karya-karya jurnalistik televisi independen. Padahal hadiah yang ditawarkan sub-penghargaan ini cukup besar, 9 juta rupiah tunai!
Prinsipnya, sub-penghargaan ini diberikan kepada siapa saja non wartawan seperti pelajar/mahasiswa atau umum yang mengirimkan karya jurnalistik televisinya kepada Panitia AAS. Karya-karya tersebut bisa berupa berita, talkshow, dokumenter atau investigasi yang belum atau sudah dipublikasikan. Jangan lupa menyertakan surat izin dari media yang pernah menayangkan bagi karya-karya jurnalistik televisi yang sudah dipublikasikan.
Tahun ini, pendaftaran dibatasi hanya untuk 20 pengirim pertama. Apabila Panitia telah menerima 20 karya yang memenuhi syarat, Panitia akan menutup pendaftaran dan menginformasikannya melalui blog www.anugerahadiwarta.org
Bila anda tertarik dan memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu-ragu menghubungi Panitia Anugerah Adiwarta Sampoerna di (021) 727 898 33 atau melalui email di aas@maverick.co.id
Jadi, buruan kirimkan karya-karya anda paling lambat 15 Oktober 2008 (cap pos). Kami tunggu karya-karya jurnalistik televisi independen terbaik anda!
Dicari: Karya Investigasi Jurnalistik Olah Raga!
Ya, sampai saat ini Panitia memang masih belum menerima banyak naskah reportase investigasi jurnalistik olah raga yang diikutsertakan dalam AAS 2008.
Mengapa?
Apa karena saat ini dunia olah raga sedang tenang-tenang saja; atau karena memang masih sedikit jurnalis yang melakukan investigasi jurnalistik di bidang olah raga? Atau… memang yang menulis karya ini belum mengirimkannya kepada Panitia AAS 2008? ![]()
Jadi, jika Anda merasa pernah menulis karya investigasi jurnalistik olah raga yang bisa diikutsertakan dalam periode II AAS 2008 (dipublikasikan antara 1 Mei 2008 - 15 Oktober 2008), silakan kirimkan kepada kami, ya!
Peluang masih sangat besar, karena naskah untuk kategori ini terbilang masih sedikit jika dibandingkan dengan naskah di kategori-kategori lainnya ![]()
Mengintip Dapur Admin AAS 2008
Periode I AAS 2008 total telah mengumpulkan 466 aplikasi dari rekan-rekan media! ![]()
Hari ini, folder-folder karya dari Periode I yang akan dinilai oleh dewan juri semifinal terkirim sudah. Panitia pun baru dapat bernafas (sedikit) lega dan memutuskan bahwa sore ini adalah saat yang tepat untuk bernostalgia.
Mengapa?
Karena ada begitu banyak pengalaman menarik yang dialami Panitia selama mengumpulkan ratusan aplikasi dalam periode I AAS 2008 ini.
Periode I AAS 2008 ditutup, periode II dibuka!!!
Terima kasih untuk partisipasi rekan-rekan semua yang sudah mengirimkan karyanya di periode I AAS 2008!
Akhirnya, periode pertama ajang AAS 2008 untuk kategori cetak dan online resmi ditutup. Menjelang deadline tanggal 30 Mei, tiba-tiba saja Panitia kebanjiran aplikasi yang beratus-ratus jumlahnya; bahkan ada yang diantar mendekati tengah malam ![]()
Mungkin rekan-rekan wartawan saking sibuknya baru bisa mengantar aplikasi malam-malam–tapi tak apa. Tentunya kami sebagai Panitia AAS 2008 ikut bersemangat melihat animo yang luar biasa ini.
Meskipun tahun ini aplikasi dibatasi hanya 2 karya per jurnalis, per kategori, per periode, teryata karya-karya yang masuk masih cukup banyak. Untuk periode pertama ini saja Panitia sudah menerima sekitar 378 karya. Ini pun masih bisa bertambah lagi, karena masih ada tumpukan karya yang baru akan direkap Panitia minggu ini. Continue Reading »
Penutupan Periode Pertama AAS 2008 Tinggal 8 Hari Lagi!
Untuk mengingatkan rekan-rekan semua, penutupan periode pertama ajang kompetisi jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008 tinggal delapan (8) hari lagi, lho!
Karya-karya jurnalistik dalam bidang reportase investigatif, humaniora, maupun foto berita dalam bidang-bidang seni dan budaya, olah raga, ekonomi/bisnis, sosial, politik, dan hukum, yang telah dipublikasikan selama periode 1 November 2007 – 30 April 2008 harus sudah diterima Panitia AAS pada 30 Mei 2008 (cap pos).
Ayo, dilihat karya-karya terbaiknya selama periode tersebut! Bisa kirimkan maksimal dua buah karya per kategori, lho (ada 18 kategori).
Periode kedua AAS 2008 akan menerima karya-karya jurnalistik yang telah dipublikasikan selama periode 1 Mei 2008 – 15 Oktober 2008, dan akan ditutup pada 31 Oktober 2008 (cap pos).
Kami tunggu karya Anda! Jangan sampai terlewat tenggat waktu periode pertamanya, ya!
Titik Qomariyah: Menjadi Wartawan untuk Meraih Impian
Nama lengkapnya Titik Qomariyah.
Perempuan yang murah senyum ini sebenarnya sudah bermimpi untuk menjelajah Indonesia sejak kecil. Saat itu ia baru mampu melihat keindahan negeri ini melalui sobekan majalah: tentang Pulau Seribu, Gunung Pangrango, dan Lombok—tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi.
Ketika membaca buku Balada Si Roy-nya Gola Gong, ia tak lagi mau bermimpi. Sejak itu perempuan ini mulai aktif naik gunung dan belajar menulis—karena berpikir bahwa menjadi wartawati merupakan salah satu alternatif jalan yang bisa ditempuhnya untuk meraih impian.
Maka Titik pun bergabung di HR Memorandum, Majalah Peluang, dan juga aktif menjadi penulis lepas untuk sejumlah majalah. Titik mulai bergabung di Surabaya Pos sejak akhir November 2003, dan hingga kini masih bermimpi untuk melihat lebih banyak lagi keindahan Indonesia di berbagai pelosok yang belum pernah dikunjunginya.
Pada AAS 2007 lalu, Titik Qomariyah berhasil keluar sebagai pemenang dalam kategori feature olah raga melalui artikelnya yang berjudul “Nyoo Kim Bie - Potret Jasa yang Tersia“.
Mengunduh Formulir Pendaftaran
Masih bertanya-tanya bagaimana cara mengunduh formulir pendaftaran AAS dari blog ini? Bagi Anda yang kurang familiar dengan pengunduhan file melalui blog ini, berikut adalah langkah-langkahnya:
- Lihat ke kolom di sebelah kanan monitor komputer Anda dan klik ikon yang bertuliskan Download (kuning dengan gambar pena) Continue Reading »
Apr 10th, 2008Comments(0) 297 views
“Wartawan Lebih Powerful Daripada Anggota DPR”
Sebuah karya jurnalistik baik tulisan maupun gambar pada derajat tertentu mampu menyodorkan informasi menjadi fakta yang menggugah publik. “Wartawan lebih powerful daripada anggota DPR,“ demikian ungkapan sutradara, produser, dan budayawan Arswendo Atmowiloto dalam pembukaan Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008, Kamis (27/03) pekan lalu.
Wartawan, lanjut Arswendo, bisa menulis tentang banyak hal dan menggerakkan banyak orang untuk melihat realita sosial yang ada dan melakukan perubahan ke arah yang lebih positif. Hal yang belum mampu dilakukan bahkan oleh anggota DPR sekalipun. Continue Reading »
Apr 7th, 2008Comments(1) 186 viewsKategori Baru dalam AAS 2008
Bagi mereka yang sudah pernah berpartisipasi dalam ajang AAS sebelumnya, mungkin timbul pertanyaan–mengapa pada ajang AAS tahun ini kategori hardnews dan feature berubah menjadi reportase investigatif dan humaniora?
Apr 1st, 2008Comments(3) 410 viewsYang Baru di AAS 2008…
Kemarin, tepatnya 27 Maret 2008, bertempat di Restoran Kembang Goela, ajang AAS 2008 resmi diluncurkan.
Acara yang dihadiri teman-teman media ini memungkinkan mereka untuk berdiskusi dan bertanya langsung mengenai AAS kepada para pembicara, di antaranya:
Yosep Adi Prasetyo (Stanley)–salah satu pendiri Institut Studi Arus Informasi / ISAI yang juga anggota dewan juri AAS 2008 untuk media cetak dan online.
Arswendo Atmowiloto–anggota dewan juri AAS 2008 untuk media televisi
Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk.
Ada beberapa perkembangan baru pada AAS 2008 ini yang berbeda dengan AAS di tahun-tahun sebelumnya. Apa saja? Continue Reading »
Mar 28th, 2008Comments(0) 251 viewsAda blog AAS di tahun 2008?
Ya, untuk memudahkan komunikasi dan mengabarkan perkembangan terbaru mengenai ajang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008, Panitia memutuskan untuk membuat blog khusus AAS di tahun 2008 ini.
Dulu kami biasa menginformasikan perkembangan terbaru lewat email per bulan, namun kini rekan-rekan media bisa mengakses blog AAS kapan saja disuka dan dirasa sempat, untuk melihat segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan ajang kompetisi jurnalistik bergengsi ini.
Mar 27th, 2008Comments(0) 211 views





